√ 4 Teori Warna Menurut Para Ahli Beserta Proses Terjadinya

Hallo sahabat Elnuha, kali ini Elnuha akan membahas seputar teori warna secara mendetail dan lengkap.

Warna adalah sebuah spectrum yang terdapat didalam suatu cahaya yang sempurna, identitas suatu cahaya dapat ditentukan dengan panjang gelombang cahaya yang dihasilkan tersebut.

Pengertian Warna

teori warna

pixabay.com

Pengertian warna adalah kesan yang diperoleh dari mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang dapat dikenai oleh cahaya tersebut. Benda yang dipantuli cahaya tersebut akan mengabsorsi sebagian atau seluruh warna yang memantul dari benda tersebut.

Sehingga pada saat hanya warna merah yang dipantulkan dan warna lain ikut diabsorsi, maka benda tersebut akan menjadi warna merah.

Dalam kacamata seni rupa dan juga desain, pengertian warna menurut Prawira adalah “Warna termasuk salah satu unsur keindahan yang dihasilkan di dalam seni dan desain selain unsur-unsur visual yang lain” (Sulasmi Darma Prawira, 1989: 4).

Lebih lanjut lagi, Sadjiman Ebdi Sanyoto (2005: 9) juga ikut mendefinisikan warna secara fisik dan psikologis.

Warna secara fisik adalah sebuah sifat dari cahaya yang dipancarkan, sedangkan secara psikologis sebagai bagian dari pengalaman indera dalam penglihatan.

Terdapat tiga elemen yang penting dari pengertian warna ini. Unsur tersebut ialah sebagai berikut:

  1. Benda
  2. Mata
  3. Unsur cahaya

Secara umum, pengertian warna ini dapat didefinisikan sebagai unsur cahaya yang dihasilkan oleh sebuah benda. Kemudian diintrepetasikan oleh mata berdasarkan dengan cahaya yang mengenai benda tersebut.

Selain itu permukaan benda yang dipantuli cahaya tersebut juga dapat dipengaruhi oleh pigmen warna, baik secara alami maupun rekaan manusia (cat).

Baca Juga : Teori Konspirasi

Sudut Pandang Warna

teori warna

pixabay.com

Menurut pendapat Sanyoto “Warna telah dibagi menjadi dua menurut asal dan juga kejadian warna, yaitu, sebagai berikut

  1. Warna additive
  2. Subtractive

(Sadjiman Ebdi Sanyoto, 2005: 17–19).

Warna additive adalah warna yang berasal dari pantulan cahaya yang disebut spektrum. Sedangkan warna subtractive adalah warna yang berasal dari bahan yang disebut pigmen.

Kejadian warna ini dapat diperkuat dengan hasil temuan Newton (Sulasmi Darma Prawira, 1989: 26) yang mengungkapkan bahwa warna adalah sebuah fenomena alam yang berupa cahaya dan mengandung warna spektrum atau pelangi dan pigmen.

Menurut Prawira (1989: 31), pigmen adalah pewarna yang yang telah larut dalam cairan pelarut.

Teori Warna (Penyebab Terjadinya Warna)

teori warna

pixabay.com

Warna adalah sesuatu yang tampak biasa saja di masa sekarang ini. Kita dapat melihat warna dimana saja dalam kehidupan kita sehari-hari. Berbeda dengan masa kini, di masa lalu warna sangatlah langka ditemui.

Terutama pada warna biru, ketika satu-satunya bahan organik yang dapat membuat pigmen tersebut adalah kerang yang sangat langka. Di masa itu belum ada yang mengerti bagaimana sebuah warna itu terbentuk.

Sistematika pengelompokan warna juga masih belum ditemukan sampai saat ini. Masih hanya berdasarkan pada apa yang telah dilihat dan dirasakan semata. Baru pada masa Newtonian, misteri warna belom terpecahkan.

Sir Isaac Newton adalah pionir yang telah berhasil menguak tentang proses terbentuknya warna secara ilmiah. Sebelum menuju proses pembentukan warna Newton, maka ada baiknya kita harus menelusuri terlebih dahulu proses pemikir lain yang telah mencoba dan gagal dalam mengungkap misterinya.

Baca Juga : Teori Produksi

Teori Warna

teori warna

pixabay.com

   Teori warna yang telah dikemukakan beberapa ahli,antara lain :

  1. Teori warna Prang
  2. Teori warna Brewster
  3. Teori warna Munsell
  4. Teori warna Sir Isaac Newton

1. Teori Warna Prang

teori warna

pixabay.com

Dari sekian banyak warna yang ada, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada tahun 1876 meliputi:

  1. Hue, adalah istilah yang digunakan yang bertujuan untuk menunjukkan nama dari suatu warna tersebut, seperti warna merah, biru, hijau dsb.
  2. Value, adalah dimensi kedua atau yang mengenai terang gelapnya warna. Contohnya yaitu tingkatan warna dari putih sampai hitam.
  3. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah sebuah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna tersebut.

2. Teori Warna Brewster

teori warna

pixabay.com

Teori Brewster sendiri pertama kali dikemukakan pada tahun 1831.

Teori ini telah menyederhanakan bahwa warna-warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna yaitu sebagai berikut:

  1. Yaituwarna primer
  2. Sekunder
  3. Tersier
  4. Warna netral

Kelompok warna ini seringkali disusun dalam lingkaran warna brewster. Lingkaran warna brewster ini mampu menjelaskan mengenai teori kontras warna (komplementer), split komplementer, triad, dantetrad.

Lingkaran warna :

  1. Warna primer: Merupakan warna dasar yang tidak merupakan dari campuran warna-warna yang lainnya. Warna yang termasuk di dalam golongan warna primer yaitu warna merah, biru, dan kuning.
  2. Warna sekunder: Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga yang merupakan hasil dari campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.
  3. Warna tersier: Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan yang didapat dari pencampuran warna kuning dan juga jingga.
  4. Warna netral: Warna netral merupakan hasil campuran ketiga dari warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering sekali muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju ke warna hitam.

Baca Juga : Teori Akuntansi

3. Teori Warna Munsell

teori warna

pixabay.com

Warna merupakan elemen yanag sangat penting dalam semua lingkup disiplin seni rupa, bahkan secara umum warna ini merupakan bagian yang penting dari segala aspek kehidupan manusia.

Hal tersebut dapat kita lihat dari semua benda yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari oleh manusia, semua peralatan, pakaian, bahkan alam disekeliling kita pun merupakan benda yang berwarna.

Karena begitu pentingnya peranan warna bagi manusia bahkan warna sering kali dipakai sebagai elemen estetis, sebagai representasi dari alam, warna sebagai komunikasi, dan warna sebagai ekspresi.

4. Teori warna Sir Isaac Newton

teori warna

pixabay.com

Sir Isaac Newton adalah orang pertama kali yang menyajikan warna di dalam suatu diagram lingkaran atau lingkaran warna pada tahun 1666.

Selanjutnya cara ini sering kali digunakan sebagai langkah awal dalam mempresentasikan sebuah teori warna karena sangat efektif dalam menunjukkan berbaagai hubungan antara warna yang berbeda yang berasal dari warna primer.

Gagasan ini dimulai dengan sebuah lingkaran yang hanya bisa mewakili tiga warna primer (merah, biru dan hijau) yang berasal dari sistem warna aditif.

Kemudian lanjut diikuti dengan menggabungkan sedikit demi sedikit sebuah warna pada batasan sehingga nantinya akan didapat pada warna yang baru dan batasan yang baru.

Selanjutnya gabungkan sedikit demi sedikit warna kepada batasan warna sekunder, maka akan mendapatkan warna tersier dan begitu saja seterusnya.

Mungkin itu saja yang bisa Elnuha sajikan buat sobat semua mengenai teori warna.

Semoga dapat bermanfaat bagi sobat Elnuha semua, Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply