√ Teori Perubahan Sosial Menurut Para Ahli, Pengertian (Lengkap)

Hallo sobat semua, bagaimana dengan pelajaran Sosiologi sobat nih? Kalau sudah belajar tapi masih harus untuk ngulik-ngulik dan memperdalam materinya, maka kamu bisa belajar di artikel ini.

Karena, pada artikel ini, kita akan membahas secara jelas dan mendetail tengan teori perubahan sosial.

Teori Perubahan Sosial sudah banyak lho bahkan sering keluar pada soal UTS atau UAS dengan soal yang beebeda beda, juga pilihan ganda atau soal yang ada di essay. Makanya, yuk perdalam lagi pelajaran sosiologi dengan belajar teori perubahan sosial disini!

Teori Perubahan Sosial

teori perubahan sosial

pixabay.com

Sobat, kecenderungan untuk terjadinya perubahan sosial merupakan suatu gejala yang saat wajar dalam kehidupan sosial kita sehari-hari.

Perubahan sosial ini akan terus berlangsung dan perkembangannya tidak akan pernah berhenti seiring berjalannya waktu.

Ada beberapa teori yang sudah menjelaskan tentang fenomena perubahan sosial ini, antara lain adalah sebagai berikut:

Baca Juga : Teori Konspirasi

1. Teori Evolusi

teori perubahan sosial

elnuha.net

Teori evolusi mungkin sudah sering kita dengar dalam ilmu Biologi dan secara garis besar, kalian juga pasti sudah mengetahui inti dari teori ini.

Penjelasan Teori Evolusi dalam ilmu sosial juga sudah tidak jauh berbeda. Teori evolusi telah menjelaskan bahwa perubahan sosial ini semua terjadi secara lambat untuk waktu yang cukup lama di dalam sistem masyarakat.

Menurut teori ini, perubahan sosial terjadi karena perubahan pada cara pengorganisasian dalam masyarakat, sistem kerja, pola pemikiran, dan perkembangan sosial.

Perubahan sosial dalam teori evolusi memang jarang sekali menimbulkan konflik karena perubahannya yang selalu berlangsung lambat dan cenderung tidak disadari oleh banyak orang.

Menurut Soerjono Soekanto terdapat tiga teori utama dalam evolusi yaitu, sebagai berikut:

  • Teori Evolusi Uniliniear

    Teori ini telah menyatakan bahwa manusia dan masyarakat selalu mengalami perkembangan yang sesuai dengan tahap-tahap tertentu. Perubahan ini membuat masyarakat haarus lebih berkembang dari yang sederhana menjadi tahapan yang lebih kompleks lagi.

  • Teori Evolusi Universal

    Teori ini juga menyatakan bahwa perkembangan di dalam masyarakat tidak perlu melalui tahapan tertentu yang tetap, karena menurut teori evolusi ini kebudayaan manusia sudah bisa mengikuti suatu garis evolusi tertentu.

  • Teori Evolusi Multiliniear

    Teori ini menyatakan bahwa perubahan sosial dapat terjadi kapanpun dalam beberapa cara, tetapi cara tersebut akan mengarahkan ke arah yang sama, yaitu membentuk masyrakat yang lebih baik lagi kedepannya.

2. Teori Fungsionalis

teori perubahan sosial

dosensosiologi.com

Teori Fungsionalis juga telah menyatakan bahwa ketidakpuasan oleh masyarakat terhadap keadaan sosial yang sedang berlaku merupakan penyebab yang paling utama dalam terjadinya perubahan sosial.

Ketidakpuasan ini tidak dirasakan oleh semua anggota masyarakat, namun sebagian anggota masyarakat tidak menginginkan perubahan ini terjadi di lingkungan mereka.

Tapi, jika lebih banyak yang menginginkan perubahan ini terjadi, maka biasanya perubahan ini memang benar akan terjadi, tetapi apabila hanya kelompok minoritas dengan kekuatan kecil yang menginginkan perubahan ini terjadi, maka perubahan tersebut juga sangat sulit untuk diwujudkan.

3. Teori Konflik

teori konflik

alihamdan.id

Teori ini sangat sepesial sekali, teori konflik akan menjelaskan bahwa perubahan sosial ini terbentuk karena adanya konflik dan ketegangan di dalam masyarakat. Konflik ini biasanya berupa pertentangan antar kelas penguasa dan juga masyarakat yang tertindas dengan kekuasaan tersebut.

Sehingga, masyarakat dalam kelas yang lebih rendah mereka menginginkan adanya perubahan dengan mengatasnamakan keadilan bagi masyarakat.

Berdasarkan teori ini, jika memang perubahan yang dikehendaki telah berhasil tercapai, maka pada akhirnya masyarakat yang terbentuk akan hidup tanpa pembagian kelas kembali.

Baca Juga : Teori Bumi Datar

4. Teori Siklus

parenting.orami.co.id

Teori siklus ini juga menyatakan bahwa perubahan sosial ini bagaikan roda yang sedang berputar, artinya perubahan pada zaman merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari oleh manusia dan tidak dapat dikendalikan oleh siapapun kecuali Tuhan.

Bagaimanapun seseorang harus tetap berusaha untuk mencegah terjadinya perubahan sosial mereka tidak akan mampu, karena perubahan sosial ini sudah seperti sifat alami yang dimiliki setiap lingkungan dalam bermasyarakat.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial

teori perubahan sosial

pixabay.com

1. Kontak Budaya Lain

m-edukasi.web.id

Awal proses terjadinya perubahan sosial adalah adanya kontak dari seseorang atau kelompok kepada orang atau kelompok lain. Melalui kontak sosial tersebut maka terjadilah proses penyampaian informasi tentang gagasan, ide, keyakinan, dan hasil-hasil budaya yang berupa fisik.

Dua kebudayaan yang saling bertemu ini akan saling memengaruhi yang akhirnya membawa perubahan kepada masyarakat. Dengan demikian, berhubungan dengan budaya lain dapat mendorong munculnya perubahan sosial budaya.

Hubungan atau kontak dengan kebudayaan lain dmaka apat dilakukan secara difusi, akulturasi, asimilasi, dan akomodasi.

2. Sistem Pendidikan Maju

dailysocial.id

Pendidikan formal adalah pendidikan yang ditempuh melalui jenjang-jenjang pendidikan di lingkungan sekolah. Pendidikan formal dapat mengajarkan bermacam-macam kemampuan, seperti menguasai ilmu-ilmu pengetahuan sosial, kerajinan tangan, cara hidup mandiri, olahraga, dan kesenian.

Dengan mengikuti pendidikan di sekolah, maka seorang individu mempelajari akan memberikan suatu nilai-nilai tertentu yang dapat membuka pikirannya dalam menerima hal-hal yang baru.

Selain itu, pendidikan sekolah juga mengajarkan manusia untuk dapat selalu berpikir secara ilmiah dan objektif. Dengan pengetahuan yang telah dipelajari itu, maka seorang individu dapat menilai apakah kebudayaan di dalam masyarakatnya mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan pada zaman atau tidak.

Berbekal pengetahuan itulah seseorang akan dapat melakukan perubahan. Oleh karena itu, perubahan sering terjadi di kalangan masyarakat yang rata-rata penduduknya itu berpendidikan tinggi.

3. Penghargaan Sebuah Karya

medium.com

Sahabat, sikap untuk menghargai hasil karya dapat mendorong seorang individu akan lebih bisa untuk memunculkan penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Wujud sikap dalam menghargai hasil karya seseorang dapat berupa pemberian Nobel atau penghargaan.

Selain itu, adanya juga keinginan untuk maju dalam diri seseorang maka dapat memicu munculnya perubahan-perubahan sosial budaya. Perubahan sosial budaya ini sering terjadi karena ada rasa tidak puas terhadap situasi dan kondisi disaat itu.

Karenanya, keinginan untuk mengadakan suatu kemajuan diri mampu membantu mendorong seseorang untuk melakukan perubahan terhadap situasi dan kondisi yang ada.

4. Sistem Masyarakat Terbuka

santrippkn.blogspot.com

Sahabat, adanya open stratification dalam bermasyarakat maka dapat memungkinkan terjadinya gerak sosial vertikal. Situasi kondisi ini mampu memberi kesempatan seseorang untuk menempati strata yang lebih tinggi lagi.

Melalui kerja keras dan melakukan sedikit perubahan-perubahan seorang individu dalam mencapai kemajuan diri guna meningkatkan strata.

Jadi, semakin terbukanya sistem lapisan pada masyarakat maka semakin besar pula peluang untuk melakukan perubahan-perubahan yang tentunya menuju ke arah yang lebih baik lagi.

Baca Juga : Teori Organisasi

5. Ketidakpuasan terhadap Bidang-Bidang Kehidupan Tertentu

pixabay.com

Adanya perubahan yang dilatarbelakangi oleh rasa ketidakpuasan terhadap situasi dan kondisi pada saat itu.

Apabila perasaan itu sering terjadi dalam waktu yang lama maka akan menimbulkan tekanan-tekanan yang disertai dengan rasa kekecewaan hingga pada suatu waktu dapat memunculkan revolusi dalam tubuh masyarakat tersebut.

Hal ini dapat dilihat dari perubahan-perubahan yang terjadi di Negara Indonesia. Perubahan-perubahan ini akan timbul karena adanya ketidakpuasan terhadap cara kerja pemerintah untuk masyarakat.

Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

teori perubahan sosial

pixabay.com

1. Mac Iver

Menurut Mac Iver, pengertian dari perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) dalam berhubungan sosial di masyarakat.

2. William F. Ogburn

Menurut William F. Ogburn, social change adalah suatu perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun juga immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar yang bersumber dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.

3. Emile Durkheim

Menurut Emile Durkheim, perubahan sosial ini terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mampu mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat dengan solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat yang lebih modern yang diikat oleh solidaritas organistik.

4. John Lewis Gillin dan John Phillip Gillin

Menurut John Lewis Gillin dan John Phillip Gillin, pengertian dari perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang diterima, sebagai akibat adanya perubahan kondisi seperti:

  • Geografis
  • Kebudayaan material
  • Komposisi penduduk
  • Ideologi

Maupun karena adanya difusi dan penemuan yang baru dari dalam masyarakat.

5. Selo Soemardjan

Menurut Selo Soemardjan, pengertian perubahan sosial adalah semua perubahan yang telah terjadi pada berbagai lembaga masyarakat dalam suatu masyarakat termasuk dalam hal nilai bersosial, sikap, dan pola perilaku antara kelompok-kelompok yang bermasyarakat.

Ciri-Ciri Perubahan Sosial

teori perubahan sosial

pixabay.com

Meskipun ada cukup banyak bentuk perubahan yang berada di masyarakat, namun tidak semuanya dapat dikategorikan sebagai perubahan sosial.

Adapun ciri-ciri dari perubahan sosial adalah sebagai berikut:

1. Dilakukan Dengan Sengaja

Seringkali perubahan yang terjadi di masyarakat itu berlangsung secara tidak sengaja dan tiba-tiba. Dalam hal ini, social change terjadi jika perubahan yang terjadi itu dilakukan dengan sengaja oleh masyarakatnya sendiri.

Misalnya inovasi kendaraan bermotor yang dilakukan produsen sehingga lebih nyaman dan efisien dalam penggunaannya.

2. Terjadi di Berbagai Tempat

Social change umumnya sudah terjadi di berbagai tempat, mulai dari masyarakat yang berada di desa maupun yang di kota.

Perubahan yang terjadi pada masyarakat di desa umumnya cenderung lebih lambat dibandingkan perubahan di masyarakat yang di kota.

3. Proses Berkelanjutan

Social change terjadi secara terus menerus sehingga masyarakat akan selalu mengalami perubahan yang berkelanjutan, baik dalam segi waktu cepat ataupun lambat.

Perubahan ini terjadi karena manusia adalah mahluk sosial dan selalu berpikir secara dinamis dalam kehidupannya masing-masing.

4. Sifatnya Imitatif

Dalam hal ini, imitatif maksudnya adalah dengan adanya ketergantungan dan saling mempengaruhi antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lainnya.

Contohnya adalah tren fashion dan tren gaya rambut zaman sekarang yang sudah banyak diikuti oleh masyarakat di desa maupun kota.

5. Adanya Hubungan Kausalitas

Manusia adalah mahluk sosial sehingga perubahan dapat terjadi kapan saja karena adanya hubungan timbal-balik satu dengan yang lain.

Hubungan kausalitas ini dapat menimbulkan kontroversikup rumit, kekacauan sementara, dan juga perubahan struktur pada masyarakat.

Demikianlah penjelasan ringkas yang bisa Elnuha sampaikan mengenai pengertian perubahan sosial, teori, ciri-ciri, faktor pendorong, bentuk, dan contohnya.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan buat sobat semua. Terima kasih

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply