√ Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli (TERLENGKAP)

Teori Pertumbuhan Ekonomi – Hallo sahabat Elnuha semua, ketika kita melihat sebuah berita, dengar orangtua sedang ngobrol sama temannya, atau bahkan ketika pelajaran ekonomi di sekolah, pasti kamu sering mendengar istilah tentang “Pertumbuhan Ekonomi” bukan? Bingung?..

Tenang saja, baca terus artikel ini sampai habis untuk tahu apa itu pertumbuhan ekonomi dan teori-teori pendukungnya, ya, Sobat!

Pengertian dan Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi

teori pertumbuhan ekonomi

pixabay.com

Suatu perekonomian bisa dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jika jumlah dalam produksi barang dan jasanya itu semakin meningkat. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan dalam kegiatan ekonomi masyarakat yang bisa menyebabkan kenaikan produksi barang dan jasa atau peningkatan pendapatan nasional.

Pertumbuhan ekonomi ini juga dapat diartikan sebagai proses dalam perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik lagi selama periode tertentu.

Pertumbuhan ekonomi dapat mengindikasi keberhasilan jika pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat itu bisa semakin meningkat, sehingga penting juga untuk melakukan penghitungan pada pertumbuhan ekonomi tersebut.

Salah satu cara untuk menghitungnya yaitu dengan cara menghitung nilai uang yang diterima. Nilai uang akan tercermin pada produk domestik bruto (PDB).

Untuk menghitung PDB ini, maka pemerintah perlu untuk mendata seluruh jenis produksi oleh bisnis di dalam negara yang akan dijual.

Banyak banget pasti, yaa… Setelah semuanya sudah mendata seluruh jenis produksi tersebut, maka bisa dilakukan penghitungan pada seluruh output ekonomi negara. Output ini bisa mencakup semua barang dan jasa yang diproduksi oleh bisnis-bisnis yang telah didata tadi.

Penghitungan atau pengukuran pada pertumbuhan ekonomi ini tidak dapat dilakukan setiap saat karena pengumpulan data PDB sangat sulit untuk dilakukan.

Sehingga pada umumnya penghitungannya bisa dilakukan dalam setiap tiga bulan dan tahunan.

Baca Juga : Teori Konspirasi

Teori – Teori Tentang Pertumbuhan Ekonomi

teori pertumbuhan ekonomi

pixabay.com

Meski pada dasarnya teori ini memiliki persamaan, namun terdapat juga perbedaan sudut pandang dalam menjelaskan pertumbuhan ekonomi ini. Perbedaan tersebut bisa berdasarkan pada alirannya.

Ini dia sobat, beberapa teori tentang pertumbuhan ekonomi:

1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

teori pertumbuhan ekonomi

pixabay.com

  • Adam Smith: Melihat bahwa suatu perekonomian akan tumbuh dan berkembang lagi jika ada pertambahan dalam jumlah penduduk yang akan memperluas pasar serta mendorong spesialisasi. Munculnya spesialisasi ini akan mampun untuk membantu meningkatkan produktivitas pekerja dan mendorong kemajuan teknologi hingga pertumbuhan ekonomi itu sendiri.
  • David Ricardo: Bila Adam Smith berpendapat seperti di atas, maka David Ricardo yaitu sebaliknya. Ia berpendapat bahwa pertumbuhan penduduk yang terlalu besar maka akan bisa menyebabkan melimpahnya tenaga kerja. Tenaga kerja yang melimpah maka bisa menyebabkan upah yang diterima masing-masing individu akan menurun, di mana upah tersebut hanya bisa untuk membiayai tingkat hidup minimum (subsistence level). Pada tahap ini, perekonomian bisa mengalami stagnasi (kemandegan) yang disebut stationary state.
  • Thomas Robert Malthus: Masih ingat tentang materi deret dan hitung? (link) Di sini, Malthus sudah menggunakannya untuk mengemukakan bahwa bahan makanan akan bertambah menurut deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya), sedangkan penduduk aakan bertambah menurut deret ukur (1, 2, 4, 8, 16 dan seterusnya). Akibatnya, bahan makanan tidak akan cukup untuk menghidupi penduduk yang bekerja disana (akan terjadi kelaparan), sehingga masyarakat hidup pada tingkat subsistence (pas-pasan) dan perekonomian mengalami kemandegan.

Baca Juga : Teori Organisasi

2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik

teori pertumbuhan ekonomi

pixabay.com

  • Harrod-Domar: Perlunya dalam pembentukan modal (investasi) sebagai syarat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi. Bila pembentukan modal sudah dilakukan, maka perekonomian ini akan sanggup untuk memproduksi barang-barang dalam jumlah yang lebih besar lagi dibandingkan sebelumnya.
  • Schumpeter: Ketika yang lain menganggap bahwa penduduk sebagai aspek sentral dalam proses pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, Schumpeter berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan terhadap kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship), karena mereka berani berinovasi dalam aktivitas produksi
  • Robert Solow: Menurut Solow, dalam jangka panjang tingkat tabungan maka dapat menentukan modal dalam proses produksi itu sendiri. Artinya, semakin tinggi tingkat tabungan yang dilakukan, maka akan semakin tinggi pula modal dan output yang akan dihasilkan.

3. Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

teori pertumbuhan ekonomi

pixabay.com

Frederich List: List ini dapat membagi tahapan pertumbuhan ekonomi menurut kebiasaan masyarakat dalam menjaga kelangsungan hidupnya melalui tata cara mereka berproduksi. Dimulai dari berburu dan mengembara (manusia akan bergantung pada alam), beternak dan bertani, pertanian dan kerajinan, hingga kerajinan, industri, dan perniagaan.

Werner Sombart: tahapan pertumbuhan ekonomi ini akan terjadi karena masyarakat harus memiliki susunan organisasi dan ideologi masyarakat. Tahapannya yaitu sebagai berikut:

  • Zaman perekonomian sudah tertutup, di mana masyarakat masih sangat terbatas dalam menghasilkan barang dan melakukannya secara kekeluargaan
  • Zaman kerajinan dan pertumbuhan, masyarakat sudah mulai ada pembagian kerja
  • Zaman kapitalis, munculah pemilik modal, yang akan memodali proses produksi tersebut

Walt Whitman Rostow: Menurut Rostow, dalam pertumbuhan ekonomi, suatu negara akan mengalami tahapan-tahapan seperti di bawah ini:

  1. Tradisional, ekonomi akan didominasi dalam sektor pertanian
  2. Transisi (pratake-off), terjadi peralihan struktur dalam tenaga kerja dari pertanian pindah ke industri
  3. Tinggal landas (take-off), hambatan dalam struktur sosial dan politik dapat diatasi dengan bersama
  4. Menuju kematangan (the drive to maturity), serikat buruh dan dagang semakin maju dan berkembang
  5. Tahap konsumsi masa tinggi (high mass consumption), tenaga kerja akan didominasi tenaga kerja terdidik dan penduduk di kota lebih besar dari desa.

Karl Bucher: Karl Bucher juga menguraikan pertumbuhan ekonomi suatu negara berdasarkan hubungan terhadap produsen dengan konsumen. Tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Masa rumah tangga sudah tertutup, masyarakat hanya dapat memenuhi kebutuhan kelompoknya masing-masing
  2. Masa rumah tangga kota, muncul hubungan dagang antar desa maupun desa dengan kota
  3. Masa rumah tangga bangsa/kemasyarakatan, perdagangan antar kota akan dapat membentuk satu kesatuan terhadap masyarakat yang melakukan pertukaran dagang dalam negara
  4. Masa rumah tangga dunia, masa ini dimana perdagangan telah melewati masa-masa negara, seperti saat ini, sobat.

Baca Juga : Teori Belajar Kognitif

4. Teori Pertumbuhan Ekonomi Kuznets

teori pertumbuhan ekonomi

pixabay.com

Terakhir yaitu, berada di dalam teori menurut Kuznets. Dia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah kenaikan kemampuan jangka panjang suatu negara dalam menyediakan berbagai jenis barang-barang aatau produk ekonomi dengan jumlah yang besar kepada penduduknya.

Lebih lanjut, Kuznets juga mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi ini bisa dicapai oleh 3 faktor dibawah ini:

  1. Peningkatan dalam persediaan barang yang terus-menerus ada.
  2. Perkembangan teknologi yang semakin canggih.
  3. Penggunaan teknologi secara efektif dan efisien agar bisa menghemat waktu.

Pertumbuhan ekonomi ini bisa menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah negara karena dapat melihat apakah negara tersebut bisa berhasil dalam memajukan berbagai aspek kehidupan atau tidak.

Mungkin itu saja yyang bisa Elnuha sampaikan mengenai teori pertumbuhan ekonomi, semoga dapat bermanfaat buat sobat dan bisa menambah wawasan baru sobat semua

Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply