√ Teori Perilaku Konsumen Beserta Pengertian, Jenis, Manfaat (Lengkap)

Hallo, Sobat Elnuha!
Sebagai seorang siswa, apa sih, yang paling sering kamu beli sehari-hari untuk sekolah? Mungkin, ada yang menjawab seperti alat tulis, buku pelajaran, novel, kamus b inggris/indo..

Sekecil apapun barang yang sudah kamu beli, maka kamu telah berperan dalam kegiatan perekonomian sebagai konsumen, lho. Dan ternyata, ada sebuah teori yang juga membahas perilaku-perilakumu sebagai konsumen dalam kegiatan jual beli tersebut! Penasaran?

Yuk, kita simak ulasan yang telah Elnuha tulis mengenai teori perilaku konsumen di bawah ini.

Penjelasan Tentang Teori Perilaku Konsumen

teori perilaku konsumen

pixabay.com

Individu yang telah berperan sebagai konsumen dalam proses jual beli melakukan beragam hal, mulai dari mencari, membeli, memakai, menilai, hingga melepas produk yang telah dikonsumsi olehnya dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan nya.

Ada beberapa tahapan yang dikenal dalam perilaku konsumen ini.

Tahap pertama adalah sebelum terjadinya proses pembelian. Pada tahap ini, konsumen akan mencari informasi terlebih dahulu tentang produk yang akan dia beli.

Tahap kedua yaitu pada saat pembelian terjadi. Pada tahap ini, konsumen akan melakukan transaksi dengan penjual yang bertujuan untuk mendapatkan produk yang akan dibeli tersebut.

Tahap ketiga adalah setelah pembelian produk tersebut. Pada tahap ini, konsumen akan menggunakan atau menikmati produk yang telah ia beli, menilainya, lalu melepas atau membuang produk tersebut pada saat kegunaan produk tersebut sudah habis ataupun pada saat konsumen telah merasa bosan dengan produk itu.

Ada beberapa teori yang sudah membahas tentang perilaku konsumen ini, di antaranya yaitu sebagai berikut:

  • Teori ekonomi mikro
  • Teori psikologis

Di dalam teori ekonomi mikro ini, sudah terdapat anggapan bahwa setiap konsumen akan selalu berusaha untuk memperoleh kepuasan maksimal dalam melakukan kegiatan konsumsi produk. Sehingga, konsumen akan terus-menerus akan melakukan pembelian terhadap produk yang mampu memberikannya kepuasan dalam mengkonsumsinya.

Sementara, dalam teori psikologis sendiri, perilaku konsumen ini dilihat sebagai suatu hal yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan yang berada di sekitarnya dan di dalam dirinya.

Teori ini telah membahas perilaku konsumen secara kompleks dengan melakukan pengamatan terlebih dahulu terhadap mental yang dimiliki masing-masing konsumen.

Jenis Perilaku Konsumen

Teori perilaku konsumen

pixabay.com

Secara garis besar, perilaku konsumen ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu, sebagai berikut:

1. Perilaku Konsumen Rasional

Teori perilaku konsumen

pixabay.com

Menurut KBBI, rasional ini berarti menurut pikiran dan pertimbangan yang logis. Dalam melakukan konsumsi, konsumen akan dapat melakukannya secara rasional. Kegiatan konsumsi yang dilakukan konsumen tersebut akan dapat dikatakan rasional apabila:

  • Produk yang dikonsumsi tersebut dapat memberikan rasa kepuasan dan memiliki nilai guna yang optimal bagi penggunanya.
  • Produk tersebut betul-betul memang dibutuhkan oleh konsumen, bukan keinginan semata.
  • Konsumen telah mempertimbangkan kualitas produk yang terjamin.
  • Konsumen sudah mempertimbangkan dari segi kemampuan ekonominya sebelum melakukan transaksi jual beli.

Baca Juga : Teori Behavioristik

2. Perilaku Konsumen Irasional

Teori perilaku konsumen

pixabay.com

Kamu tentu sudah mengetahui sebelumnya bahwa irasional ini adalah lawan kata dari rasional tadi.

Menurut KBBI, irasional ini berarti tidak berdasarkan oleh akal (penalaran) yang sehat. Ternyata, dalam melakukan kegiatan konsumsi, konsumen juga dapat bertindak secara irasional. Sebuah kegiatan konsumsi yang dapat dikatakan sebagai irasional apabila:

  • Konsumen tersebut sudah membeli produk karena tertarik pada promosi dan iklan, bukan berdasarkan kebutuhan mereka.
  • Konsumen hanya mau menggunakan merek terkenal saja.
  • Konsumen hanya membeli produk demi gengsi semata terhadap lingkungan sekitar.

Prinsip Analisis Perilaku Konsumen

Teori perilaku konsumen

pixabay.com

Pada saat melakukan analisis terhadap perilaku konsumen ini, sudah terdapat sejumlah prinsip yang paling mendasar yang harus kamu pikirkan, di antaranya yaitu, sebagai berikut:

1. Pendapatan yang Sangat Terbatas

Teori perilaku konsumen

pixabay.com

Hal ini adalah masalah ekonomi bagi konsumen yang akan melakukan proses jual beli. Untuk menyiasatinya, maka ia harus berpikir lebih bijak sebelum melakukan kegiatan konsumsi agar dapat tercipta keseimbangan antara pemasukan dan juga pengeluaran dalam ekonominya.

Jika konsumen tersebut sudah butuh untuk meningkatkan konsumsi suatu produk, maka ia tentu perlu untuk mengurangi konsumsi produk yang lainnya.

Baca Juga : Teori Darwin

2. Kemampuan Konsumen Dalam Membedakan Biaya dan Manfaat

Teori perilaku konsumen

pixabay.com

Biaya dan manfaat adalah hal yang juga penting dan selalu diperhatikan konsumen sebelum membeli suatu produk yang ia inginkan.

Jika ada dua macam produk yang akan dibeli dan produk tersebut ternyata harganya sama, maka konsumen akan memilih salah satu produk dengan manfaat yang lebih besar dalam penggunaanya.

Begitupun jika ada dua macam produk dengan manfaat yang juga sama, maka kemungkinan besar konsumen akan memilih produk dengan harga yang lebih rendah dari salah satu produk tersebut.

3. Adanya Hukum Berkurangnya Tambahan Kepuasan

Teori perilaku konsumen

pixabay.com

Terdapat sebuah hukum ekonomi yang telah memaparkan bahwa semakin banyaknya jumlah produk yang dikonsumsi oleh seseorang, maka akan semakin kecil pula kepuasan atau manfaat yang bisa didapat dan dihasilkan.

Jika ada tambahan biaya dalam membeli produk tersebut, maka konsumen akan lebih cenderung beralih ke produk yang tidak ada tambahannya.

Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen

Teori perilaku konsumen

pixabay.com

Tentu saja ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan proses perekonomian, di antaranya, sebagai berikut:

1. Faktor Sosial

Konsumen yang termasuk kelas sosial yang tinggi tentu tidak akan berpikir panjang apabila akan membeli suatu produk.

Yang penting baginya adalah dapat terpenuhinya kebutuhan sehari-hari mereka. Hal ini berbeda sekali dengan konsumen dalam kelas sosial rendah yang harus lebih memperhitungkan setiap pengeluarannya sebaik-baiknya agar tidak mempengaruhi ekonominya.

2. Faktor Marketing Strategy

Strategi dalam pemasaran yang dilakukan oleh produsen maka dapat pula mempengaruhi terhadap perilaku konsumen dengan beberapa variabelnya, yaitu produk, harga, iklan, dan juga distribusi.

3. Faktor Pribadi

Last but not least, seseorang tentu saja mempunyai preferensi pribadi sebagai alasan di balik perilaku konsumen yang akan dilakukannya orang tersebut.

Baca Juga : Teori Asam Basa

Pendekatan Terhadap Perilaku Konsumen

Teori perilaku konsumen

wajibbaca.com

Perilaku konsumen ini bisa dilihat dari beberapa pendekatan tertentu, seperti dimana pendekatan tersebut akan memberi jawaban tentang apa maksud dari perilaku konsumen tersebut.

Ada dua pendekatan yang juga terkait di dalam hal tersebut, yaitu:

  1. Pendekatan nilai guna (utility) kardinal
  2. Pendekatan nilai guna (utility) ordinal.

1. Pendekatan Nilai Guna Kardinal

Teori perilaku konsumen

pixabay.com

Pendekatan pada nilau guna kardinal adalah suatu daya guna atau nilai guna yang bisa diukur dengan satuan uang atau utilitas, nilai guna ini memiliki tingkatan yang sesuai dengan subjek yang telah menilainya.

Pendekatan dapat memiliki asumsi bahwa sebuah produk yang memiliki kegunaan lebih bagi para pengguna maka produk itulah yang paling banyak diminati oleh konsumen.

Untuk itu pendekatan ini sering disebut juga dengan pendekatan dengan penilaian yang subjektif.

Dalam pendekatan kardinal ini juga terdapat satu landasan hukum yaitu hukum Gossen.

  • Hukum Gossen I : Hukum ini telah menyatakan bahwasannya kepuasan terhadap konsumen akan menurun ketika kebutuhan mereka sudah dipenuhi terus-menerus.
  • Hukum Gossen II : Hukum ini telah menyatakan bahwasannya seorang konsumen akan terus menerus memenuhi kebutuhannya sampai ia mencapai intensitas yang sama. Maksud dari intensitas yang sama yaitu rasio antara marginal utility dan juga harga dari produk yang satu dengan rasio marginal utility dengan harga produk yang lainnya.

Hipotesisi paling utama dari pendekatan kardinal ini adalah nilai guna marginal yang semakin turun, menunjukkan bahwa nilai guna yang diperoleh oleh konsumen ini akan semakin menurun ketika mereka terus menerus menambah konsumsinya atas produk tersebut.

Berbicara tentang nilai guna marginal ini pasti ada kaitannya dengan bagaimana cara pemaksimuman nilai guna yang dirasakan oleh konsumen tersebut.

Ada beberapa syarat dalam pemaksimuman ini bisa terjadi yaitu ketika konsumen berada di dalam keadaan-keadaan tertentu seperti, sebagai berikut :

  • Seorang konsumen akan semakin memaksimalkan nilai guna dari produk yang dkonsumsinya ini jika perbandingan antara nilai guna marginal sudah berbagai produk tersebut sama dengan perbandingan harga-harga produk tersebut.
  • Seorang konsumen akan semakin memaksimalkan nilai guna dari produk tersebut jika mereka mengkonsumsi kesamaan diantara setiap rupiah yang dikeluarkannya dengan setiap produk yang dikonsumsinya.

Dalam pendekatan kardinal ini juga terdapat beberapa asumsi lainnya ,antara lain, sebagai berikut:

  • Daya atau nilai guna ini telah diukur menggunakan parameter satuan harga atau utilitas.
  • Konsumen bersifat rasional, dimana mereka akan lebih memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan batas kemampuan ekonominya.
  • Konsumen akan mengalami penurunan utilitas ketika mereka terus menerus melakukan konsumsi terhadap produk tersebut (diminishing marginal utility).
  • Konsumen sendiri memiliki jumlah pendapatan yang tetap.
  • Daya atau nilai guna dari uang tetap atau selalu konstan.
  • Total utility ini bisa bersifat melengkapi (additive) atau juga bisa berdiri sendiri (independent).
  • Produk yang dikonsumsi konsumen normal dan periodenya konsumsinya berdekatan.

Dengan berbagai asumsi tersebut maka pendekatan kardinal mampu menyusun sebuah formulasi fungsi dalam permintaan secara baik.

Namun meski sudah seperti itu pendekatan ini masih memiliki beberapa kelemahan, yaitu, diantaranya:

  • Daya guna yang dipandang hanya dari segi subjektif saja yang membuat tidak adanya alat ukur yang tepat dan sesuai dengannya.
  • Memiliki konsep constan marginal utility of money, yang bisa membuat anggapan nilai uang akan semakin menurun ketika jumlang uang semakin banyak.
  • Konsep diminishing marginal utility ini merupakan sebuah permasalah yang sangat sukar dari segi psikologis dan sulit sekali diterima sebagai aksioma.

2. Pendekatan Nilai Guna Ordinal

Teori perilaku konsumen

pixabay.com

Berbeda dengan pendekatan karinal tadi yang memfokuskan kajian pada daya atau nilai guna suatu produk, namun dalam pendektan ordinal ini ada daya guna yang tidak 100% mampu diperhatikan cukup diketahui dan konsumen mampu menyusun urutan dari tinggi rendahnya daya guna yang mereka peroleh ketika mengkonsumsi sebuah produk yang dibeli.

Dasar dalam pemikiran dari pendekatan ini adalah semakin banyaknya produk yang dikonsumsi maka semakin besar pula kepuasan yang didapat oleh konsumen tersebut.

Dalam menganalisa di dalam tingkat kepuasan konsumen maka pendekatan ini bisa menggunakan kurva indefferen yang mampu menunjukkan kombinasi atau campuran antar konsumsi dua macam produk sekaligus yang memberikan tingkat kepuasaan yang juga sama dan garis anggaran yang menunjukkan kombinasi antara dua macam barang yang berbeda dan bisa dibeli oleh konsumen dengan pendapatan yang sangat terbatas.

Perpaduan antara dua kurva ini maka akan membantu dalam menunjukkan kepuasan yang dicapai oleh konsumen tersebut.

Maka dengan demikian pemaksimuman kepuasan yang digambarkan adalah kepuasan yang maksimum terdapat dari melakukan konsumsi terhadap dua macam produk dengan tingkat pendapatan tertentu.

Berbicara tentang pendekatan ordinal ini maka sudah pasti tidak bisa terlepas dari kurva indeferens yang memiliki beberapa ciri diantaranya, sebagai berikut:

  • Memiliki garis miring yang negatif, artinya yaitu konsumen akan mengurangi jumlah konsumsinya terhadap suatu produk yang pertama jika mereka sudah melakukan konsumsi terhadap produk yang lainnya.
  • Kurva sendiri cenderung menuju ke arah titik origin, artinya hal ini mampu menunjukkan bahwa adanya perbedaan proporsi jumlah yang harus ia keluarkan didalam upaya untuk mengubah kombinasi antara jumlah masing-masing produk yang akan dikonsumsi.
  • Tidak akan ada saling berpotongan satu dengan yang lain, sehingga konsumen tidak mungkin akan mendapatkan kepuasaan yang sama pada suatu kurva indeferens yang saling berbeda.

Sama halnya dengan pendekatan kardinal ini, pendekatan ordinal juga memiliki beberapa asumsi yang juga penting di dalamnya, yaitu, sebagai berikut:

  • Konsumen yang mempunyai sifat rasional
  • Konsumen yang memiliki skala prioritas dalam menyusun produk yang akan dikonsumsinya mulai dari yang memiliki daya guna yang kecil hingga pada yang memiliki daya guna yang tinggi
  • Konsumen mempunyai sejumlah uang
  • Konsumen selalu berupaya untuk mendapatkan kepuasan yang maksimal
  • Konsumen selalu konsisten
  • Hukum yang masih berlaku adalah hukum transitif

Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen

hijapedia.com

Dalam pasar yang semakin intensif di dalam tingkat persaingannya, maka tuntutan konsumen yang juga semakin tinggi dan sangat ingin diperlakukan secara khusus oleh produsen, harus memiliki pemahaman terhadap konsumen.

Untuk itu sangatlah dibutuhkan ilmu pengetahuan tentang perilaku konsumen ini demi memuaskan semua konsumen dan memenangkan persaingan pasar yang semakin tinggi ini.

Pemahaman terhadap perilaku konsumen ini sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan dalam strategi dan bauran pemasaran.

Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen dan juga perilaku penggunaan, maka pemasar bisa melakukan segmentasi berdasarkan variabel yang sudah ada tersebut. Berdasarkan sikap konsumen, maka pemasar dapat menyusun strategi promosi yang lebih tepat, khususnya promosi pada iklan.

Nah, mungkin itu saja yang bisa Elnuha sampaikan mengenai teori perilaku konsumen, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan sobat semua.

Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply