√ 6 Teori Organisasi Menurut Para Ahli, Pengertian, Sejarah, Isi

Hallo sahabat Elnuha semua, kali ini Elnuha akan membahas mengenai tentang apa itu teori organisasi?

Sobat semua apakah ada yang sudah tau apa itu teori organisasi ini?. Kalo belom mari kita simak bersama-sama artikel di bawah ini.

Apa Itu Teori Organisasi?

teori organisasi

pixabay.com

Teori Organisasi adalah sebuah teori yang mempelajari tentang kinerja dalam sebuah organisasi atau komunitas, Salah satu kajian teori organisasi, diantaranya yaitu membahas tentang bagaimana sebuah organisasi itu menjalankan fungsi dan mengaktualisasikan visi dan misi pada organisasi tersebut.

Selain itu, dipelajari juga bagaimana sebuah organisasi ini mampu mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang didalamnya maupun lingkungan kerja organisasi itu sendiri.

Teori organisasi ini muncul pada abad yang ke 19 dan dilatarbelakangi oleh Revolusi Inggris dan lahirnya perusahaan raksasa yang beraada di Amerika Serikat.

Berikut ini akan Elnuha bahas mengenai teori organisasi klasik yang dipelopori langsung oleh Max Weber, teori neoklasik, dan teori organisasi modern.

Teori organisasi adalah sebuah studi tentang bagaimana organisasi itu bisa menjalankan fungsinya dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerja di dalam organisasi tersebut ataupun masyarakat yang beraada di lingkup kerja mereka.

Teori organisasi adalah suatu konsefsi, pandangan, tinjauan, ajaran, pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi agar lebih berhasil dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam organisasi tersebut.

Masalah adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan kepentingan bersama yang memerlukan pemecahan dan pengambilan keputusan bersama juga.

Menurut Lubis dah Husein (1987) bahwa teori organisasi itu adalah sekumpulan ilmu pengetahuan yang membicarakan tentang mekanisme kerjasama dua orang atau lebih secara sistematis yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Teori organisasi merupakan sebuah teori untuk bisa mempelajari kerjasama pada setiap individu satu dengan yang lainnya.

Baca Juga : Teori Konspirasi

Teori Organisasi Klasik

teori organisasi

pixabay.com

Teori klasik atau dalam bahasa inggris sering disebut dengan (classical theory).

Terkadang bisa disebut juga teori tradisional, yang berisi tentang konsep-konsep dalam berorganisasi mulai dari tahun seribu delapan ratusan (abad 19) yang mendefinisikan tentang organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang bisa terjadi bila orang-orang bekerja sama di dalam satu lingkup.

Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik terdahulu sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta dapat memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku dan tidak mengandung kreativitas.

Teori ini juga dapat berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama juga di dalamnya, yaitu, sebagai berikut:

  • Teori birokrasi: dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya yang berjudul “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism.
  • Teori administrasi: dikembangkan atas dasar sumbangan yang diberikan oleh Henry Fayol  dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.
  • Manajemen ilmiah: dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.

Baca Juga : Teori Perubahan Sosial

Teori Organisasi Neoklasik

teori organisasi

pixabay.com

Teori neoklasik secara sederhana dapat dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik ini dikembangkan atas dasar oleh teori klasik.

Anggapan dasar tentang teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan untuk sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik ini mendefinisikan bahwa “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.

Perkembangan teori neoklasik ini dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.

Dalam hal pembagian kerja, teori neklasik ini telah mengemukaan perlunya hal-hal sebagai berikut ini:

Partiipasi, yaitu wajib melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan agar bisa disepakati bersama.
Perluasan dalam kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.

Teori Organisasi Modern

teori organisasi

pixabay.com

Teori modern telah ditandai dengan adanya gerakan contingency yang dipelopori Herbert Simon, yang menyatakan bahwa teori organisasi ini perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan bagi suatu kajian tentang kondisi yang dibawahnya bisa diterapkan dengan prinsip yang saling bersaing.

Kemudian Katz dan Robert Kahn dalam bukunya yang berjudul “the social psychology of organization” mengenalkan perspektif organisasi sebagai suatu sistem yang terbuka. Buku tersebut telah mendeskripsikan keunggulan-keunggulan perspektif.

Menurut saya, dalam teori organisasi ini, kita harus mengetahui apa itu teori yang ada didalam organisasi itu sendiri.

Sehingga kita akan dapat lebih mudah untuk mempelajari organisasi dengan benar dan dapat kita melihat bahwa teori organisasi ada dan digunakan yang bertujuan untuk membantu kinerja dalam sebuah organisasi.

Sehingga setiap organisasi yang kita lakukan akan terstruktur dan juga bisa dijalankan dengan benar tanpa ada masalah. Setiap organisasi yang dilakukan tidak lepas juga dari beberapa aturan yang ada didalam berorganisasi. Dalam teori organisasi, terbagi menjadi beberapa bagian yaitu, sebagai berikut.

Baca Juga : Teori Pertumbuhan Ekonomi

1. Teori organisasi klasik

teori organisasi

ariefyantoshared.wordpress.com

Sebuah teori yang ada didalam organisasi yang telah ada sejak zaman dahulu. Dalam teori ini banyak sekali membahas tentang hubungan, kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi, dan factor factor lainnya yang terjadi dalam organisasi.

Dalam teori organisasi klasik ini, para teoritis dapat menggambarkan organisasi tersentalistik.

Tersentralistik ini mampu memiliki arti yaitu pengaturan kewenangan yang diberikan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat yang bertujuan untuk mengurusi urusan rumah tangganya sendiri berdasarkan prakarsa dan aspirasi dari rakyatnya sendiri dalam kerangka untuk negara kesatuan Republik Indonesia.

Tugas-tugas dalam teori klasik ini terspesialisasi.

Terspesialisasi adalah memusatkan usaha-usaha produktif punya mereka pada sebuah kegiatan atau sejumlah kegiatan-kegiatan yang terbatas. Dalam teori organisasi klasik ini, adanya kurangnya kreativitas dalam proses pengembangan organisasinya serta petunjuk structural yang kaku.

2. Teori organisasi neoklasik

teori organisasi

nidafe.wordpress.com

Dalam teori neo klasik ini, bisa dikenal juga sebagai teori hubungan manusiawi.

Teori ini muncul akibat dari ketidakpuasan dengan adanya teori klasik tersebut. Serta teori neo klasik adalah penyempurnaan yang ada dari teori sebelumnya.

Karena dalam teori ini, lebih mementingkan aspek terhadap social dan juga psychological manusia. Teori ini adalah perkembangan dari teori klasik itu sendiri. Teori neo klasik ini telah mendeskripsikan sebuah organisasi sebagai hubungan antar individu atau sekelompok individu yang memiliki tujuan yang sama.

3. Teori organisasi modern

teori organisasi

dictio.id

Penyempurnaan dalam sebuah teori dari teori teori yang sebelumnya. Yaitu teori klasik dan juga teori neo klasik. Dalam teori modern ini, teori ini juga bisa disebut sebagai teori terbuka atau teori analisa system.

Karena, teori organisasi modern ini mampu melihat semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak dapat terpisah  satu dengan yang lainnya.

Dalam organisasi ini, berkaitan dengan organisasi yang bukan system tertutup. Dimana organisasi tersebut merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkungan yang ada di dalam organisasi. Jika ingin bertahan, maka kita harus bisa berorganisasi dan beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya dengan baik.

Mungkin itu saja yang bisa Elnuha tuliskan mengenai teeori orgaanisasi, semoga bisa bermanfaat buat sobat semua.

Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply