√ 7 Teori Motivasi Menurut Para Ahli (TERLENGKAP)

Hallo sahabat elnuha, kali ini elnuha akan membahas tentang teori motivasi.

Tentunya setiap orang pasti memiliki motivasi sendiri saat melakukan suatu pekerjaan atau aktivitas lainnya.

Motivasi adalah sebuah proses psikologi yang dapat menyebabkan adanya stimulasi, kegigihan, serta arahan terhadap kegiatan apa saja yang dilakukan seseorang dengan sukarela pada suatu tujuan tertentu.

Banyak sekali teori-teori yang telah membahas mengenai motivasi ini. Dan hampir kebanyakan teori yang ada sebelumnya sudah membahas hubungan motivasi dengan kebutuhan manusia.

Dengan tujuan yaitu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka kerja dengan dasar motivasi yang kuat akan otomatis sehingga dapat mewujudkan apa yang telah jadi tujuannya.

Nah berikut inilah beberapa teori-teori motivasi yang ada.

Teori-Teori Motivasi

teori motivasi

slashkygitaris.com

Inilah beberapa Teori Motivasi yang sudah sering digunakan oleh kebanyakan orang diantaranya adalah :

1. Teori Hierarki Maslow

Teori Hierarki , teori motivasi

pixabay.com

Teori ini telah dikemukakan oleh Abraham Maslow, seorang psikologi pada tahun 1943.

Teori ini telah mengungkapkan jika 5 kebutuhan manusia yaitu berdasarkan hirarkinya.

Dimulai dari kebutuhan yang sangat mendasar hingga mencapai kebutuhan yang paling tinggi.

Hal-hal ini telah dibahas dalam teori Hirarki Kebutuhan.

Berikut inilah 5 kebutuhan manusia yang dibahas di dalam teori tersebut.

  • Kebutuhan Fisiologis, kebutuhan manusia yang berupa makanan, minuman, pakaian, udara, tempat tinggal, dan kebutuhan lainnya yang sering digunakan untuk bertahan hidup. Kebutuhan semua ini merupakan kebutuhan yang paling dasar bagi kehidupan manusia.
  • Kebutuhan Keamanan, merupakan kebutuhan yang berasal dari rasa aman akan kekerasan fiisk ataupun psikis. Misalnya seperti lingkungan yang bebas dengan polusi udara, rasa aman dari kekerasan dan ancaman, dan lain sebagainya.
  • Kebutuhan Sosial, dalam hal ini kebutuhan untuk mencintai dan dicintai sesama makhluk. Manusia adalah makhluk sosial, sehingga tentunya sangat membutuhkan yang namanya orang lain di dalam kehidupan yang dijalani, conrohnya seperti nikah.
  • Kebutuhan Penghargaan, kebutuhan ini biasanya ada setelah kebutuhan fisiologis terselesaikan, sosial, dan keamanan sudah terpenuhi semua. Setiap orang tentunya ingin diakui atau dihargai oleh orang lain.
  • Kebutuhan Aktualisasi Diri, kebutuhan ini adalah suatu kebutuhan yang tertinggi dari yang kebutuhan lainnya. Biasanya kebutuhan ini merupakan kebutuhan seseorang yang ingin terus memenuhi ambisi pribadi.

2. Teori Motivasi MC Clelland

 Teori Motivasi

pixabay.com

Konsep yang juga sangat penting dari teori motivasi ini adalah pada kekuatan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri, yang mana merupakan motivasi sebuah prestasi.

Menurut MC Clelland, individu seseorang akan dapat memiliki motivasi jika orang tersebut memang memiliki keinginan yang cukup tinggi untuk meraih prestasi lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya.

Inilah 3 kebutuhan yang dijelaskan di dalam teori ini.

  • Kebutuhan prestasi yang tercermin dari keinginanya seseorang untuk mengambil tugas yang bisa dipertanggung jawabkan secara individu. Dalam hal ini, seseorang harus dapat menentukan tujuan yang logis dengan memperhitungkan resiko yang akan dihadapi serta melakukannya secara kreatif dan inovatif, dengan memakai cara ini maka seseorang akan mendapatkan prestasi yang Ia inginkan.
  • Kebutuhan Afiliasi, McClelland telah menyatakan bahwa kebutuhan afiliasi ini merupakan sebuah kebutuhan akan kehangatan dan sokongan dalam hubungannya dengan orang lain, kebutuhan ini juga bisa mengarahkan tingkah laku seseorang untuk mengadakan hubungan secara akrab dengan orang lain. Mereka lebih ingin disukai dan diterima oleh orang lain.
  • kebutuhan Kekuasaan, kebutuhan ini dapat terlihat pada diri seseorang yang sangat ingin memiliki pengaruh atas diri dia ke orang lain. Mereka haruslah peka terhadap struktur pengaruh antara satu dengan yang lainnya, bahkan harus mencoba untuk menguasai orang tersebut hingga dapat mengatur tingkah lakunya.

3. Teori X dan Y Mc Gregor

 Teori Motivasi

pixabay.com

Teori motivasi yang berikut ini telah menggabungkan dari terori eksternal dan internal yang kemudian dikembangkan oleh MC Gregor. Gregor telah merumuskan dua dari perbedaan dasar dari perilaku manusia.

Kedua teori ini yang kemudian dikenal dengan nama Teori X dan Y.

A. Teori-Teori X:

  • Kebanyakan pekerja itu malas dengan pekerjaan yang di lakukannya, tidak senang bekerja bahkan jika bisa akan menghindari hal tersebut.
  • Karena pada dasarnya memang seseorang tidak senang bekerja, maka harus dilakukan pemaksaan dalam dirinya dan pengendalian. Bahkan harus diperlakukan hukum serta diarahkan agar dapat mencapai tujuan yang dia inginkan dari organisasi yang dia ikuti. Rata rata pekerja memang lebih ingin dibimbing daripada kerja sendiri, memiliki ambisi kecil, kemauan diri sendiri atas segalanya, dan terkadang juga berusaha untuk menghindari tanggung jawab yang telah dibebankan ke dirinya.

Teori ini memang masih banyak yang digunakan beberapa organisasi dikarenakan para manager telah menganggap jika anggapan-anggapan dalam teori tersebut adalah benar serta bisa diamati dari perilaku manusia  yang sedang bekerja.

Namun sesuai dengan anggapan yang ada, bahwa teori tersebut memang tidak bisa menjawab semua pertanyaan yang ada. Untuk itulah, Mc Gregor telah menjawabnya dengan menggunakan teori yang didasarkan pada kenyataan yang ada.

B. Teori-Teori Y:

Berikut inilah anggapan dasar yang terdapat di dalam teori Y:

  • Usaha fisik dan mental yang telah dilakukan manusia sama dengan kegiatan seperti bermain dan beristirahat.
  • Rata Rata seseorang akan mau belajar jika mereka berada di dalam kondisi yang layak buat diri mereka tepati, tak hanya menerima namun juga ikut mencari tanggung jawab di dalam organisasi tersebut.
  • Ada kemampuan yang sangat besar dalam kecerdikan, daya imajinasi, serta kualitas yang dapat digunakan untuk memecahkan semua masalah yang berada di dalam organisasi yang tersebar luas di seluruh pegawai.
  • Pengendalian yang dilakukan dari luar hukuman bukanlah cara yang tepat untuk mengarahkan mereka kepada tujuan dalam berorganisasi.

Baca Juga : Teori Masuknya Islam ke Indonesia

4. Teori Motivasi Herzberg

 Teori Motivasi

pixabay.com

Teori Herzberg ini sudah dikenal sebagai teori dua faktor atau teori M-H.

Teori ini telah menjelaskan bahwa bagaimana seorang manajer harus bisa mengendalikan faktor-faktor yang dapat memberikan kepuasan kerja ataupun tidak terhadap pegawainya.

Berdasarkan penelitian yang sudah ada, dua kelompok faktor tersebut dapat mempengaruhi kepada individu dalam organisasi yaitu motivasi.

Motivasi disini sebagai faktorpendorong dari sumber kepuasan kerja seperti prestasi, tanggung jawab, dan penghargaan kepada pegawai.

Kelompok dari faktor kedua ini merupakan “iklim baik” yang mana dapat dibuktikan dengan cara bukan sebagai sumber dari kepuasan kerja namun sebagai sumber ketidakpuasan dalam bekerja.

Faktor ini biasanya merupakan kondisi di dalam kerja, hubungan antara sesama pekerja, serta teknik pengawasan dan gaji.

Perbaikan dari faktor faktor ini bisa membantu untuk mengurangi ketidakpuasan dalam bekerja lebih efisien, namun tidak bisa mengakibatkan dorongan kerja. Faktor “iklim baik” ini tidak akan bisa memicu motivasi bekerja hanya saja jika tidak ada fakor ini maka tidak berfungsinya faktor motivasi di dalamnya.

Baca Juga : Teori Belajar

5. Teori ERG Clyton Alderfer

 Teori Motivasi

pixabay.com

Teori yang telah dikemukakan oleh Aldefer ini sudah dikenal sebagai teori ERG yang memiliki kepanjangan dari E=Existence yang mana teori ini mempunyai kebutuhan akan eksistensi, R=Relatedness yang mana kebtuhan ini yang akan dikaitkan dengan pihak lainnya, serta G=Growth telah menyatakan juga sebagai kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang.

Makna dari ketiga istilah ini mempunyai dua poin yang sangat penting di dalamnya.

Pertama, jika dilihat secara konseptual maka akan terlihat seperti persamaan diantara model atau teori yang juga dikembangkan oleh Alderfer dan Maslow.

Hal ini dikarenakan Existence telah berkaitan dengan hirarki pertama dan kedua yang ada di dalam teori Maslow. Relatedness juga berkaitan dengan hirarki kebutuhan 3 dan 4 di dalma konsep pada teori Maslow.

Sedangkan Growth ini memiliki arti yang sama dengan self actualization yang terdapat di dalam teori Maslow.

Kedua teori dari Alderfer ini memang lebih menekankan kepada segala jenis kebutuhan manusia tersebut dan diusahakan untuk dapat dipenuhi secara serentak orang.

Bila teori Alderfer ini juga diperhatikan lebih lanjut maka akan tampak beberapa hal seperti berikut ini:

  • Semakin tidak terpenuhinya kebutuhan tertentu dari manusia, maka akan membuat keinginan untuk memuaskannya semakin besar.
  • Kuatnya keinginan untuk memuaskan kebutuhan pribadi menjadi “lebih tinggi” maka akan semakin besar pula kebutuhan rendah telah dapat dipenuhi dengan baik.
  • Semakin sulit untuk memuaskan kebutuhan yang tingkatannya lebih tinggi, maka seseorang akan membuat keinginan yang memenuhi kebutuhan mendasar lebih besar.

Pandangan ini sepertinya telah didasarkan pada sifat pragmatisme di dalam diri manusia, yang mana dikarenakan dasar akan keterbatasannya maka seseorang akan bisa menyesuaikan dirinya pada kondisi yang objektif. Dengan kata lain dapat memusatkan fokus dan perhatiannya pada keinginan yang mungkin bisa Ia capai.

6. Teori Motivator-Hygiene Herzberg

 Teori Motivasi

pixabay.com

Frederick Herzberg adalah seorang Psikolog yang berasal dari Amerika Serikat yang mengemukan Teori Motivator-Hygiene Herzberg ini.

Teori tersebut telah didapat dari penelitian terhadap 203 akuntan dan teknisi yang berada di area Pittsburgh, Amerika Serikat.

Dari hasil penelitian tersebut telah ditemukan dua faktor yang berbeda yaitu kepuasan dan ketidakpuasan dalam bekerja. Teori Motivator-Hygiene Herzberg ini juga sangat dikenal dengan Teori Dua Faktor.

  • Kepuasan bekerja, yaitu faktor yang berkaitan dengan pengakuan, prestasi, tanggung jawab yang telah memberikan kepuasan positif bagi para pekerja. Faktor ini sering disebut juga dengan nama (Faktor Motivator).
  • Ketidakpuasan dalam bekerja, yaitu faktor yang berkaitan dengan gaji seorang pegawai, keamanan bekerja dan lingkungan kerja yang seringkali dapat memberikan ketidakpuasan pada saat bekerja. Faktor ini sering disebut dengan (Faktor Hygiene).

Baca Juga : Teori Atom

7. Teori Harapan Vroom

 Teori Motivasi

pixabay.com

Seorang professor yang berasal dari Kanada yang bernama Victor Vroom pada tahun 1964 dalam bukunya yang berjudul “Work and Motivation” mengemukan sebuah Teori Motivasi yang beranggapan bahwa orang-orang yang termotivasi untuk melakukan sesuatu karena menginginkan suatu hasil yang diharapkannya.

Teori tersebut kemudian telah dikenal dengan sebutan nama Teori Harapan atau Expectancy Theory.

Terdapat ada 3 konsep yang berada di dalam Teori Harapan Vroom ini, yaitu sebagai berikut:

  • Harapan (Expectancy), yaitu kepercayaan kepada seseorang bahwa suatu usaha akan menghasilkan kinerja tertentu. Effort (Usaha) → Performance (Kinerja).
  • Instrumentally, yaitu kepercayaan kepada seseorang bahwa suatu kinerja akan mendapatkan hasil yang tertentu. Performance (Kinerja) → Outcome (Hasil)
  • Valensi (Valence), yaitu fokus mengarah pada nilai positif dan negative yang dirujuk oleh orang-orang terhadap sebuah hasil tertentu.

Mungkin itu saja yang biusa elnuha sampaikan tentang teori motivasi, semoga bisa bbermanfaat buat sahabat elnuha semua.

Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply