√ Teori Kebutuhan Maslow Beserta Sejarah Secara Lengkap

Hallo sahabat elnuha kali ini elnuha akan membahas masih seputar dengan teori namun kali ini kami akan membahas teori maslow.

Maslow merupakan seorang psiokolg humanistik yang dimana humanis tidak percaya bahwa manusia yang dirangsang oleh kekuatan mekanik, naluri sadar (psikoanalisis), atau kebiasaan (behaviorisme).

Humanis ini memiliki fokus pada potensi.

Manusia yang memiliki batas batas diri dan potensi diri untuk menggapai capaian dan juga pada tingkatan tertentu atas usaha atau kemampuan.

Manusia memiliki kreativitas yang cukup tinggi untuk mencapai kesadaran dan kebijaksanaan.

Maslow sendiri menyebut bahwa orang yang berada di tingkatan tertingginya dengan sebutan “orang aktualisasi diri”.

Teori yang dikemukakan oleh Maslow ini yaitu teori hierarki kebutuhan dasar manusia dalam menjadi dasar dari perkembangan keilmuan lain yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

Pemenuhan dalam kebutuhan dasar manusia ini dibagi menjadi suatu tingkatan tertentu yang memprioritaskan kebutuhan manusia dari yang paling dasar.

Berikut penjelasannya tentang maslow dan teorinya.

Profil Abraham Maslow

teori kebutuhan maslow

verywellmind.com

Abraham Harold Maslow pada tahun (1908- 1970) merupakan seorang ilmuwan yang berasal dari Amerika dan seorang psikolog.

Maslow ini merupakan seorang profesor di Alliant International university, Brandeis University, Brooklyn College, New School for social Research, and Columbia University. Maslow telah menekankan akan pentingnya berfokus pada kualitas manusia yang positif.

Sejak muda, Maslow sendiri telah percaya bahwa kekuatan fisik merupakan satu satunya karakter yang kuat dari seorang pria sehingga dia mampu untuk melatih tubuhnya dengan angkat beban dan berharap menjadi seorang yang berotot dan tampan.

Namun dikarenakan wajahnya yang terlalu santai dan terlihat kutu buku dia tidak bisa mencapai keinginannya tersebut.

Maslow juga sangat peduli dengan pertanyaan “kenapa tidak banyak orang yang memiliki aktualisasi diri ketika kebutuhan dasar mereka sudah terpenuhi?” Psikolog humanistik telah percaya bahwa setiap orang memiliki keinginan yang kuat untuk menyadari bahwa potensi mereka untuk mencapai level “aktualisasi diri”.

Maslow juga telah membentuk sebuah kerangka yang memberikan jalan kepada para psikologis untuk menambahkan informasi.

Maslow juga telah mempercayai bahwa kepemimpinan itu tidak boleh di intervensi. Keyakinan ini yang mendasari pemikirannya.

Maslow telah meninggal dunia pada tahun 1970 dikarenakan serangan jantung saat ia sedang berjogging.

Maslow merupakan pioner yang berada di bidang psikologis. Sebutan humanistik psikologis ini merupakan sebutan baru yang dibuat Maslow untuk dirinya yang dimulai dari bagaimana memahami pikiran manusia.

Baca Juga : Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Konsep Teori Kebutuhan Maslow

teori kebutuhan maslow

windasrk.blogspot.com

Konsep hirearki merupakan kebutuhan manusia oleh Maslow ini pada awalnya berasal dari pengamatannya terhadap perilaku sebuah monyet.

Berdasarkan pengamatannya tersebut, maslow telah menyimpulkan bahwa beberapa kebutuhan lebih diutamakan daripada kebutuhan yang lainnya. Misalnya air adalah sumber kehidupan yang paling utama bagi makhluk hidup.

Makhluk hidup akan dapat bertahan dari rasa lapar dan tidak makan, namun tidak bisa bertahan dari rasa haus dan tanpa air.

Hal ini yang telah disebut Maslow merupakan kebutuhan dasar yang kemudian disusun menjadi bentuk tingkatan dari sebuah kebutuhan utama makhluk hidup. Maslow telah memberikan kesimpulan bahwa kebutuhan pada tingkat selanjutnya bisa dicapai apabila kebutuhan yang berada di tingkat bawah telah tercapai.

Menurut Maslow, pemuasan dalam kebutuhan disorong oleh kekuatan motivasi yaitu motivasi kekurangan (deficiency growth) dan juga motivasi perkembangan (motivation growth).

Motivasi kekurangan adalah upaya yang dilakukkan oleh manusia untuk memenuhi kekurangan yang dialami.

Sedangkan motivasi perkembangan adalah sebuah motivasi yang tumbuh dari dasar diri manusia yang berguna untuk mencapai suatu tujuan diri yang berdasarkan kapasitasnya dalam tumbuh dan berkembang.

Kapasitas atau kemampuan diri masing- masing orang akan berbeda- beda dan merupakan pembawaan dari dalam dirinya.

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

teori kebutuhan maslow

carajadikaya.com

Teori Kebutuhan Maslow yaitu teori hirearki kebutuhan yang mampu memuat kebutuhan dasar manusia. Manusia diposisikan sebagai makhluk yang lemah dan masih terus berkembang, memiliki potensi diri untuk suatu pencapaian dan dapat dipengaruhi oleh lingkungan untuk dapat tumbuh lebih tinggi, lurus, dan indah.

Teori hirearki kebutuhan Maslow ini memiliki lima tingkatan pada kebutuhan dasar manusia. Untuk mencapai kebutuhan dasar yang lebih tinggi, maka manusia tidak perlu memenuhi tingkatan yang sebelumnya.

Kebutuhan dasar Maslow yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan cinta, sayang dan kepemilikan, kebutuhan esteem, dan kebutuhan aktualisasi pada diri.

Hierarki kebutuhan maslow ini disusun dengan membentuk segitiga dimana dasarnya memiliki luas yang lebih luas dan mengerucut keatas.

Tingkatan paling bawah adalah kebutuhan yang paling dasar dan masih berlanjut pada tingkatan kedua ketiga dan seterusnya sampai tingkatan yang paling tertinggi di puncak piramida.

Baca Juga : Teori Atom

Untuk lebih memperjelas pemahaman tentang teori kebutuhan dasar Maslow, maka kamu wajib simak penjelasan berikut ini:

1. Kebutuhan Fisiologis

teori kebutuhan maslow

senyumperawat.com

Kebutuhan fisiologis yaitu terkait dengan kebutuhan pada tubuh manusia secara biologis. Kebutuhan fisiologis ini termasuk makanan, air, oksigen, dan juga suhu tubuh normal. Kebutuhan fisiologis ini adalah kebutuhan yang paling mendasar yang menyokong pada kehidupan manusia.

Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang paling dasar pertama yang akan dicari oleh manusia untuk mencapai kepuasan dalam hidup.

Apabila salah satu dari kebutuhan fisiologis ini tidak didapatkan, maka akan sangat menggangguterhadap pemenuhan kebutuhan dasar yang selanjutnya.

2. Kebutuhan Keamanan

gardatotalsecuritypwr.blogspot.com

Kebutuhan dasar yang kedua adalah kepada keamanan. Ketika kebutuhan dasar pertama sudah terpenuhi, maka kebutuhan tersebut akan keamanan menjadi aktif. Kebutuhan keamanan ini lebih banyak kepada anak- anak karena kesadaran mereka belom terlalu mengerti dengan terhadap batasan diri masih kurang.

Sehingga perlu adanya orang lain untuk memberikan atau membimbing keamanan bagi mereka.

Pada orang dewasa, kebutuhan keamanan ini sedikit kecuali pada keadaan yang sangat darurat, bencana, atau kegagalan organisasi dalam struktur sosial.

Adanya situasi yang tidak menyenangkan untuk membuat orang dewasa mencari tempat atau orang yang dapat membantu memenuhi kebutuhan keamanannya.

3. Kebutuhan Kepemilikan

jelajahkepri.com

Ketika kebutuhan fisiologis dan keamanan sudah terpenuhi, maka pada tingkatan selanjutnya adalah kebutuhan akan cinta, kasih sayang, dan kepemilikan. Maslow telah menyatakan bahwa orang akan mencari cara untuk mengatasi rasa kesepian atau kesendirian.

Manusia membutuhkan rasa cinta, kasih sayang dan juga rasa memiliki. Tidak hanya dicintai, namun juga harus mencintai yaitu memberikan kebutuhan yang sama terhadap orang lain dan juga akan memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri.

Terdapat dua jenis cinta yaitu sebagai berikut:

  • Deficiency atau disebut juga dengan nama D- Love
  • Being atau B- Love.

Kebutuhan cinta karena kekurangan itu termasuk D- Love dan orang yang mencintai sesuatu yang tidak ia miliki, misalnya pernikahan, hubungan spesial dan juga harga diri.

D- Love adalah cinta yang berfokus terhadap diri sendiri, yang lebih mementingkan cara memperoleh daripada cara memberi.

Sedangkan B- Love adalah penilaian terhadap seseorang yang apa adanya tanpa adanya keinginan untuk memanfaatkan orang tersebut.

Cinta yang tidak berniat untuk memiliki, cinta yang memberikan dukungan penuh terhadap orang lain untuk semakin berkembang, cinta yang juga memberikan dampak positif, penerimaan diri dan rasa dicintai.

Baca Juga : Teori Evolusi

4. Kebutuhan Esteem

Teori maslow

pixabay.com

Kebutuhan esteem bisa termasuk kedalam kebutuhan harga diri maupun penghargaan dari orang lain. Ketika kebutuhan kepada tingkat ketiga terpenuhi maka akan muncul kebutuhan akan esteem ini.

Manusia memiliki kebutuhan yaitu ingin dihormati oleh orang lain, dipercaya oleh orang lain, dan stabil diri.

Ketika kebutuhan ini sudah dicapai maka tingkat terhadadp percaya diri seseorang tersebut juga akan semakin meningkat dan memiliki harga diri yang lebih tinggi.

Hal ini akan berpengaruh sekali terhadap peran sosial dan aktivitasnya seseorang di dalam interaksi sosial.

Apabila kebutuhan esteem ini tidak bisa dicapai, maka orang tersebut akan menjadi depresi, tidak percaya diri, harga diri rendah, dan merasa tidak berharga atau berguna lagi dalam menjalani hidup.

Bentuk Harga Diri di bagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Menghargai diri sendiri: Prestasi, kepercayaan diri, kemandirian, kebebasan waktu, kekuatan, kemampuan, kompetensi.
  • Mendapatkan penghargaan dari orang lain: Status, populer, terkenal, dominasi, apresiasi atas kerja keras dan prestasi, penghargaan berupa pujian dari orang lain, penilaian baik dari orang lain.

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri

Teori maslow

pixabay.com

Kebutuhan selanjutnya yang juga perlu harus dipenuhi setelah keempat kebutuhan yang lain terpenuhi yaitu kebutuhan aktualisasi diri. Aktualisasi diri merupakan suatu bentuk nyata yang mencerminkan terhadap keinginan seseorang terhadap dirinya sendiri.

Maslow telah menggambarkan bagaimana aktualisasi diri ini digunakan sebagai kebutuhan seseorang untuk mencapai apa yang ingin dia lakukan.

Misalnya seorang musisi yang harus bermusik, seorang seniman harus melukis, seorang penari harus berlatih gerak, dan lain sebagainya.

Bentuk aktualisasi diri ini bukanlah hal yang mudah untuk dicapai karena perlunya dukungan dari berbagai pihak.

Apabila kebutuhan ini tidak bisa dicapai maka akan memunculkan suatu kegelisahan, tidak tenang, tegang, merasa harga diri tidak ada.

Apabila kebutuhan dan rasa kasih sayang kurang, tidak dicintai, lapar, tidak aman, maka akan mudah sekali untuk mengetahui apa yang membuatnya gelisah. Namun kurangnya kebutuhan dari aktualisasi diri sulit sekali untuk memahami dengan jelas apa yang seseorang itu inginkan.

Aktualisasi diri ini digambarkan Maslow sebagai berikut:

  • Acceptance and Realism: Orang yang telah memahami dan memiliki persepsi realistis terhadap diri mereka sendiri, orang lain serta lingkungan di sekitarnya.
  • Problem centering: Orang yang merasa untuk membantu orang lain dalam memecahkan masalahnya, mencari solusi yang paling efektif terhadap permasalahan tersebut. Hal tersebut terjadi meskipun permasalahan itu berada di luar diri atau lingkungan pribadi mereka. Motivasi akan rasa tanggung jawab dan etika sosial menjadi dasar keinginannya.
  • Spontaneity: Mampu bersikap spontan baik secara pikiran maupun perilaku terhadap orang lain. Orang yang dengan mudah untuk menyesuaikan diri dengan orang lain atau lingkungan lain, aturan sosial, dan cenderung terbuka atau bisa disebut woles heheh.
  • Autonomy and Solitude: Orang dengan aktualisasi diri dan memiliki kebutuhan akan kebebasan dan privasi yang lebih tinggi.
  • Continued Freshness of Appreciation: Orang dengan aktualisasi diri yang melihat dunia dengan penuh penghargaan dan kekagumannya yang terus menerus. Rasa syukur atas setiap pengalaman sekecil apapun yang didapatkan akan menjadi sumber inspirasi dan kesenangan diri.
  • Peak Experiences: Orang dengan aktualisasi diri yang memiliki puncak maslow yang disebut suka cita. Setelah semua pengalaman yang dia dapatkan, maka orang tersebut akan merasa terinspirasi, diperkuat, dan menjadi lebih baik lagi.

Teori Humanistik dari Aktualisasi Diri

Teori maslow

pixabay.com

Poin utama dari pergerakan baru adalah dengan memberikan pengaruh yang positif sebagai human being. Freud menyatakan bahwa psikologi sakit merupakan sebagian dan kita harus masih memenuhi sebagian lagi dengan yang sehat.

Maslow mengkritik Freud, dikarenakan psikologis humanistik tidak dapat menyadari bahwa spiritual sebagai navigasi dari perilaku kita.

Untuk membuktikan bahwa manusia tidak buta dalam memberikan reaksi pada situasi, namun keinginan untuk pencapaian yang lebih besar, Maslow banyak belajar tentang kesehatan mental individu daripada orang yang memiliki permasalahan seperti psikologis serius. Dia kemudian berfokus kepada aktualisasi diri.

Aktualisasi diri pada orang dapat mengindikasikan gejala personal yang koheren dan menunjukkan kesehatan psikologi dan fungsinya yang optimal.

Hal ini dapat memaparkan teorinya bahwa seseorang harus menikmati “peak experiences” atau poin tertinggi dalam hidup seseorang yang merupakan kondisi harmoni pada dirinya dan lingkungan di sekitarnya.

Pada pandangan Maslow sendiri, orang dengan aktualisasi diri dapat memiliki banyak peak experiences dalam kesehariannya sedangkan yang lain akan mengalaminya lebih sedikit.

Kualitas dari Orang dengan Aktualisasi Diri

Teori maslow

pixabay.com

Maslow telah menyadari bahwa individu yang dia pelajari banyak personaliti yang hampir sama. Semuanya merupakan ‘reality centered’ atau bahkan ‘problem centered’ yang dapat berfokus terhadap kesulitan dalam hidup sebagai masalah yang membutuhkan solusi.

Tipe individu seperti ini akan merasa lebih nyaman jika sendiri dan memiliki hubungan personal yang sehat. Mereka hanya memiliki sedikit teman saja.

Orang dengan aktualisasi diri akan berfokus kepada masalah diluar diri mereka, memiliki sense yang kuat terhadap mana yang benar dan mana juga yang salah, spontak dan kreatif, dan tidak cenderung kaku terhadap peraturan sosial.

Maslow akan menyadari orang dengan aktualisasi diri yang memiliki pandangan hidup yang lebih baik, penerimaan yang baik pada diri sendiri, orang lain, maupun dunia, menghadapi banyak sekali masalah dan orang yang impulsif.

Orang dengan aktualisasi diri yang baik maka orang tersebut sangatlah mandiri, dan menjadi privat ketika membahas tentang lingkungan dan budaya mereka, khususnya perkembangan diri dalam potensi dan inner resources pada dirinya sendiri.

Menurut Maslow orang dengan aktualisasi diri akan memiliki kualitas sebagai berikut:

  1. Truth : jujur, cantik, polos, bersih, relality.
  2. Goodness : kebenaran, kejujuran, uprightness, desirability, benevolence.
  3. Beauty : perfection, completion, aliveness, rightness, wholeness.
  4. Wholeness : terorganisasi, unity, sinergi, simplicity, terstruktur.
  5. Dikotomi : resolution, acceptance, transcendence , contradictions, opposites.
  6. Aliveness : spontan, self- functioning, self- regulation.
  7. Unique : individuality, novelty, non comparability.
  8. Perfection : semuanya benar, tidak ada yang kurang.
  9. Necessity : yakin pada jalannya dan tidak mudah terpengaruh dengan hal hal kecil.
  10. Completion : ending, fullfillment, justice.
  11. Justice : adil, tidak memihak, tidak setengah- setengah.
  12. Order : sesuai aturan dan hukum, terencana.
  13. Simplicity : abstrak, bluntness.
  14. Richness : totalitas, complexity, differentiation.
  15. Effortlessness : tidak terkekang, ease.
  16. Playfullness : fun, joy, amusement.
  17. Self- sufficiency : mandiri, memiliki keyakinan diri, autonomy.

Orang yang dapat untuk mencapai aktualisasi diri akan mencapai kriteria tersebut sebagai cerminan seseorang yang baik secara individu baik secara pikiran maupun perilaku dan baik secara sosial hubungan dengan orang di sekitarnya.

Orang dengan aktualisasi diri akan lebih mampu untuk mengendalikan diri dan menyesuaikan diri dengan situasi yang ada, serta mampu menempatkan diri dan memberikan keputusan yang terbaik dalam suatu situasi dan kondisi.

Psikologi Humanistik

Teori maslow

pixabay.com

Kebanyakan psikologis sebelum Maslow berfokus kepada kondisi abnormal dan sakit. Maslow juga memiliki keinginan agar orang banyak mengetahui kebutuhan dasar mereka yang dapat meningkatkan kebutuhan dan aktualisasi diri.

Psikologi humanistik telah melahirkan beberapa terapi yang berbeda, semua terapi yang dihasilkan akan mengarahkan pada perkembangan inner resources dan kesembuhan yang dapat membantu melepaskan kesulitan individu. Terapi yang paling terkenal yaitu bernama client-centered therapy yang dikembangkan oleh Carl Rogers.

Prinsip dasar dari psikologis humanistik yaitu sebagai berikut:

  1. Seseorang akan menunjukkan fungsi diri merupakan aspek yang signifikan.
  2. Untuk mempunyai mental yang sehat, maka individu harus berani bertanggungjawab terhadap aksi yang mereka lakukan, meskipun aksi tersebut positif ataupun negatif.
  3. Menjadi seseorang yang berguna. Meskipun telah melakukan banyak aksi yang negatif namun tidak mengurangi nilai-nilai pada dirinya.
  4. Tujuan hidup adalah perkembangan personal dan pengertian atau pemahaman. Dari self- improvement dan self- understanding yang konstan kepada seseorang akan menjadi bahagia.

Client- centered therapy yaitu tempat terapi yang memfasilitasi klien untuk mengaktualisasikan dirinya, membangun perkembangan diri dan pemenuhan kebutuhan dasar dengan cara melalui penerimaan, empati, dan pemahaman.

Proses dari terapi ini yaitu dengan memberikan arahan yang hati- hati untuk mengeksplor diri klien itu sendiri dengan komunikasi. Roger tidak memberitahukan bahwa apa yang seharusnya klien itu lakukan, namun mengarahkan klien untuk mencari jawaban yang terbaik untuk dirinya sendiri.

Teori psikologi humanistik sangat cocok dengan orang yang mampu melihat sisi positif dari kemanusiaan dan kepercayaan akan kebebasan terhadap apa yang dia keinginan.

Hierarki maslow juga sangat cocok untuk topik lain seperti keuangan, manajemen, ekonomi, bahkan sejarah atau kriminologi. Teori hirearki maslow ini juga dijadikan sebagai dasar oleh beberapa keilmuan.

Mungkin itu saja yang bisa elnuha sampaikan tentang teori maslow ini, semoga bermanfaat buat sobat semua.

Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply