13+ Teori Manajemen Menurut Para Ahli Beserta Kelebihan & Kekurangan

Teori Manajemen – Seperangkat aturan umum yang dapat memandu para manajer untuk mengelola suatu bisnis atau organisasi yang bertujuan agar dapat mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.

Teori Manajemen ini merupakan sebuah penjelasan untuk membantu karyawan supaya dapat berhubungan secara efektif dan bisa menerapkan cara yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi yang di ikuti.

Dalam perkembangannya, terdapat 4 teori manajemen umum yang masih sangat berpengaruh sampai saat ini. Keempat Teori Manajemen tersebut, yaitu, sebagai berikut:

  1. Teori Manajemen Ilmiah
  2. Teori Manajemen Administratif
  3. Teori Manajemen Birokrasi
  4. Teori Manajemen Perilaku

Perkembangan Teori Manajemen

teori manajemen

elnuha.net

Dalam ilmu bersosial, perkembangan minat pada penelitian tentang sistem kapitalisme menjadi inti dari karya intelektual Max Weber.

Jika Weber sudah mengatakan bahwa karakteristik kapitalisme merupakan bentuk tunggal dari organisasi privat dalam sistem ekonomi pasar, maka karakteristik lain yang akan mucul dalam perkembangan kapitalisme adalah pola pikir manajerial dan munculnya kelas sosial yang baru dan bernama manajer.

Di sini kita bisa temukan bahwa pola pikir manajerial dan kelas manajer akan muncul dalam sebuah sistem ekonomi kapitalis yang ditopang oleh industrialisme pada abad 19 di dunia barat.

Menurut sejarawan bisnis yang bernama Alfred Chandler, teori manajemen ini bisa dikatakan muncul pada akhir abad 19 ketika bisnis dan industri ttersebut sudah berkembang pesat di Amerika Serikat.

Pengertian Teori Manajemen

teori manajemen

elnuha.net

Intelektual Perancis Pierre Bourdieu melihat bahwa manajemen sebagai sosial field, yaitu sebuah arena sosio-kultural yang spesifik dimana aktor tertentu dapat bermain dalam menciptakan konstruksi dan transformasi sosial.

Teori manajemen ini bisa dipahami sebagai sebuah proses sosial dan figur sosial.

Sebagai proses sosial, teori manajemen ini adalah sebuah proses bagaimana organisasi bisa berjalan secara efektif dan efisien.

Sebagai figur sosial, teori manajemen adalah kelompok sosial yang tergabung menjadi satu, biasanya terdiri dari eksekutif dan manajer, yang bekerja sama untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi organisasi demi mencapai tujuan organisasi tersebut.

Lahirnya teori manajemen ini tidak lepas dari sejarah pemikiran manajerial yang meniliki tiga kontributor utama, yaitu, sebagai berikut:

  1. Praktisi
  2. Konsultan
  3. Akademisi

Kontribusi praktisi dan konsultan pada pemikiran manajerial dan teori manajemen lebih cenderung terhadap sifat preskriptif dan praktis. Sedangkan kontribusi akademisi pada teori manajemen lebih cenderung kepada analitis.

Baca Juga : Teori Behavioristik

Jenis Teori Manajemen

teori manajemen

elnuha.net

Berikut ini adalah ringkasan singkat tentang Teori-teori Manajemen yang dikemukakan oleh para ahli Manajemen.

1. Teori Manajemen Ilmiah

teori manajemen

pixabay.com

Frederick W. Taylor (1856-1915) adalah orang pertama kali yang mempelajari produktivitas pekerja dan cara terbaik untuk mengoptimalkannya.

Taylor yang memiliki latar belakang di bidang teknik mesin ini melakukan percobaan yang akhirnya membuahkan hasil dan mendapatkan cara mengembangkan empat prinsip manajemen ilmiah yang dikenal sebagai “Taylorism”.

Prinsip-prinsip ini merekomendasikan bahwa metode ilmiah harus digunakan untuk menentukan cara yang paling mudah atau efisien untuk melakukan tugas di tempat kerja daripada hanya mengandalkan penilaian pribadi dalam pekerja.

Taylor juga sudah memperkenalkan standardisasi dan spesialisasi dengan menyarankan bahwa tugas-tugas di tempat kerja itu dipecah menjadi urutan langkah-langkah yang lebih kecil.

Taylor juga menyimpulkan bahwa manajer yang beraada di perusahaan harus menugaskan pekerja ke pekerjaan yang paling sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing, agar dapat melatih mereka secara menyeluruh dan mengawasi mereka untuk memastikan bahwa mereka mampu bekerja secara efisien.

Bentuk murni dari Teori Taylor yang hanya berfokus kepada pencapaian efisiensi di tempat kerja dan menggunakan cara optimal untuk menyelesaikan tugas yang bisa diberikan dengan mengabaikan sisi kemanusiaan individunya ini maka sudah tidak banyak dipraktikkan di zaman sekarang ini.

Namun teori Taylor yang juga menyoroti dan menekankan bahwa pentingnya efisiensi di dalam tempat kerja, prosedur pelatihan dan perlunya kerja sama antara pekerja dan manajer Ini adalah bagian yang sangat penting dari manajemen yang dipraktekkan saat ini.

2. Teori Manajemen Administratif

teori manajemen

pixabay.com

Henri Fayol (1841-1925) adalah seorang insinyur pertambangan dan eksekutif senior di Perancis yang sudah dianggap sebagai salah satu kontributor paling berpengaruh terhadap teori manajemen modern pada saat itu.

Tidak seperti Taylor yang fokus pada meningkatkan produktivitas dengan menganalisis tindakan pekerja, Fayol mengambil pendekatan atas-kebawah (top-down).

Fayol sendiri memeriksa sebuah organisasi melalui kacamata para manajer dan situasi yang mungkin mereka sudah hadapi sebelumnya.

Henry Fayol juga sudah percaya bahwa manajemen memiliki enam fungsi terpenting yaitu:

  1. Meramalkan
  2. Merencanakan
  3. Mengatur
  4. Memerintahkan
  5. Mengoordinasikan
  6. Mengendalikan

Taylor juga sudah mengembangkan 14 prinsip administrasi yang menguraikan bagaimana manajer harus mengatur dan berinteraksi dengan karyawannya.

Prinsip-prinsip komprehensifnya tersebut, yang telah menjadi pedoman dasar di banyak tempat kerja pada saat ini, mencakup topik mulai dari pentingnya memelihara fasilitas yang tertib dan bersih hingga nilai mempromosikan inisiatif karyawan dan juga kerja tim.

Baca Juga : Teori Relativitas

3. Teori Manajemen Birokrasi

teori manajemen

pixabay.com

Max Weber (1864-1920) adalah seorang sosiolog yang berasal dari Jerman yang juga mengembangkan teori manajemen birokrasi yang berfokus pada penataan organisasi secara hierarkis dengan aturan tata kelola yang jelas.

Prinsip-prinsip Weber bertujuan untuk menciptakan sistem birokrasi yang ideal dan meliputi pembagian kerja yang jelas, rantai komando hierarkis, pemisahan antara aset pribadi dan organisasi pada pemilik, pencatatan dan dokumentasi yang cermat, regulasi dan peraturan yang ketat dan konsisten serta pemilihan dan promosi karyawan yang harus berdasarkan kualifikasi dan bukan berdasarkan hubungan pribadinya saja.

Meskipun Weber sudah mengakui bahwa birokrasi ini merupakan ancaman bagi kebebasan individu, namun dia masih tetap saja menganggap bahwa birokrasi ini merupakan cara paling efisien dan rasional untuk membangun sebuah organisasi.

Teori Weber ini memainkan kepada peran kunci dalam universalisasi penetapan standar dan prosedur yang merupakan inti dari sebagian besar organisasi modern pada saat ini.

Weber juga membuat perbedaan antara otoritas dan juga kekuasaan.

Weber juga percaya bahwa kekuasaan ini dapat mengurangi kepatuhan melalui kekerasan atau ancaman kekerasan yang mendorong individu untuk mematuhi peraturan yang ada.

Menurut Max Weber, ada tiga jenis kekuatan dalam suatu organisasi yaitu Kekuasaan Tradisional, Kekuasaan Karismatik dan kekuasaan Birokrasi atau Kekuasaan Hukum.

4. Teori Manajemen Perilaku (Behavioral Theory of Management)

teori manajemen

elnuha.net

Elton Mayo (1880-1949) adalah seorang psikolog yang berasal dari Australia dan peneliti Harvard yang membantu meletakkan dasar bagi gerakan hubungan pada manusia. Mayo juga melakukan percobaan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas di antara karyawan yang tidak puas di pabrik Hawthorne di Chicago pada tahun 1920-an.

Dalam Penelitian ini, Elton Mayo mengubah kondisi kerja seperti suhu, pencahayaan, waktu istirahat dan lamanya hari kerja itu dijalani.

Perubahan ini dapat membantu meningkatkan produktivitas dalam bekerja dan kepuasan kerja karyawan di pabrik Hawthorne pada saat itu.

Berdasarkan pengamatannya, peningkatan produktivitas tersebut bukan hanya dikarenakan karena perubahan kondisi kerja saja, melainkan lebih pada perasaan karyawan yang merasa dihargai sebagai kelompok terpadu yang bekerjasama dalam penelitiannya ini.

Hasil penelitian dari Elton Mayo ini mengarah pada pengakuan akan pentingnya faktor psikologis dan sosial dalam menciptakan sebuah organisasi yang produktif. Ini memunculkan

Teori Hubungan Manusia yang menyimpulkan bahwa karyawan itu lebih termotivasi oleh faktor-faktor seperti menjadi bagian dari kelompok dan perhatian pribadi daripada materi yang berupa uang saja atau bahkan kondisi pada saat bekerja.

Pendekatan manajemen yang berorientasi pada orang ini mengharuskan untuk para manajer harus mengakui kompleksitas sifat manusia dan nilai ikatan sosial di dalam tempat kerja.

Aliran Teori Manajemen

teori manajemen

pixabay.com

Teori manajemen berkembang dengan sangat cepat sekali terutama dengan adanya berbagai studi yang sudah dilakukan oleh banyak perguruan tinggi yang kemudian menghadirkanlah berbagai teori manajemen dari beberapa aliran yang berbeda-beda.

Umumnya, beberapa menyebutkan teori teori manajemen ini dapat dikelompokkan kedalam 6 aliran teori manajemen, yaitu sebagai berikut:

1. Teori Manajemen Aliran Klasik

teori manajemen

pixabay.com

Teori manajemen yang memiliki aliran klasik ini menyatakan bahwa manajemen yang sesuai dengan fungsi fungsi yang terdapat pada manajemen.

Teori manajemen klasik ini tak lepas dari birokrasi yang berdasarkan pada dasar hierarki.

Oleh karenanya pada aliran klasik ini terdapat banyak pembagian kerja, struktur organisasi, hierarki proses fungsional serta pengawasan.

Kemampuan dan perhatian manajemen diarahkan kepada penerapan fungsi pada manajemen tersebut.

Prinsip teori manajemen aliran klasik ini pertama kali muncul dikarenakan adanya revolusi industri yang berlangsung pada abad 18 yang terjadi di Inggris.

Kala itu parah ahli memberi perhatian lebih kepada masalah masalah yang muncul dalam bidang manajemen dikalangan industri pada saat itu, usahawan maupun masyarakat.

Teori manajemen klasik ini memiliki beberapa kelebihan dan sekaligus beberapa kelemahan.

Berikut kelebihan dan kekurangan dari teori manajemen aliran klasik ini:

Kelebihan Teori Manajemen Aliran Klasik

  1. Dapat memberi format atau bentuk organisasi
  2. Mampu memberi kontribusi tentang konsep organisasi yang berupa birokrasi yang berdasarkan dari hierarki. Dan sampai pada masa kekinian, hal tersebut juga masih banyak dipergunakan secara luas di organisasi organisasi yang sudah modern seperti saat ini.
  3. Memberi pondasi dasar pada organisasi tersebut, bentuknya berupa proses fungsional, pembagian kerja, struktural serta pengawasan dalam bekerja
  4. Pembagian tugas yang sudah jelas berdasarkan keahlian yang dimiliki oleh setiap individu, maka dari itu tidak diperlukan lagi waktu untuk memahami dan menguasai keterampilan yang baru
  5. Adanya spesialisasi kewenangan dan pekerjaan, maka kegiatan pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan

Kekurangan Teori Manajemen Aliran Klasik

  1. Teori Manajemen Aliran Klasik kurang maksimal untuk dapat diterapkan kepada kondisi yang kompleksitasnya sangat tinggi seperti pada akhir akhir ini
  2. Kurangnya aspek sosial terutama yang menyangkut kebutuhan terkait pekerja sebagai manusia. Teori ini tidak bisa melihat adanya ketegangan yang muncul akibat kebutuhan para pekerja yang tidak bisa dipenuhi. Manajer hanya fokus untuk memperhatikan segi fisik dan materinya saja.
  3. Dorongan motivasi hanya mengarah pada ekonomi semata, sering kali terjadi pemutusan tenaga kerja hanya untuk memperoleh tingkat produktifitas yang diinginkan
  4. Adanya keterbatasan dan sempitnya fokus terhadap efisiensi dari perspektif penting yang lain. Perspektif yang menganggap remeh peran serta individu yang ada di dalam organisasi tersebut

2. Teori Manajemen Aliran Perilaku

teori manajemen

pixabay.com

Teori manajemen aliran perilaku atau biasa dikenal juga dengan aliran hubungan manusia memusatkan segala kajian kepada aspek manusia serta perlunya memahami karakter pada manusia.

Aliran perilaku ini mempergunakan kedisiplinan ilmu sosiologi dan psikologi dalam penerapannya.

Teori manajemen aliran perilaku ini menyadari bahwa betapa pentingnya hubungan antar personal dalam berorganisasi.

Hawthrone juga mengemukakan bahwa insentif tidak lebih berpengaruh dari kondisi sosial yang sedang dialami oleh para pekerja sama seperti halnya tekanan dari kelompok, atau penerimaan rasa yang aman.

Aliran perilaku ini muncul dikarenakan adanya pendekatan pada aliran klasik, efisiensi dalam produksi dan keserasian kerja tidak bisa diperoleh.

Manajer masih banyak yang menghadapi berbagai kesulitan karena umumnya pekerja tidak selalu bisa mengikuti pola perilaku rasional.

Oleh karenanya dilakukan upaya yang bertujuan untuk membantu manajer dalam mengatasi sebuah masalah yang timbul karena perilaku para pekerja

Aliran perilaku ini juga menganggap organisasi pada dasarnya adalah orang.

Teori manajemen aliran klasik sudah dianggap tidak lengkap karena efisiensi produk dan keharmonisannya dengan para pekerja tidak bisa tercapai.

Didalam organisasi ini, manusia tidak bisa dengan mudah untuk diramalkan tingkah lakunya.

Maka teori ini telah menghubungkan permasalahan tersebut dengan sisi psikologis dan sosiologis.

Kelebihan Teori Manajemen Aliran Perilaku

  1. Dapat meningkatkan hubungan antar personal dan kesadaran yang penuh bahwa setiap organisasi dapat berjalan dengan baik dan bisa meraih tujuannya dengan dukungan penuh dari masing masing individu dalam kelompok organisasi tersebut, tidak hanya peran dari seorang manajer saja
  2. Teori aliran perilaku ini sudah memberi pemahaman manajemen tidak hanya untuk hal yang teknis saja, tetapi juga harus mengetahui aspek manusia sebagai individu dalam berorganisasi, maka seorang manajer atau pimpinan juga sangat penting untuk menguasai manajemen manusia

Kekurangan Teori Manajemen Aliran Perilaku

  1. Apabila moralitas yang ada pada organisasi tersebut luntur, maka bisa jadi hubungan antar personal akan menjadi tak efektif lagi. Kompleksnya perilaku individu pada manusia yang ada pada organisasi terkadang sering menyulitkan kepada manajer untuk mengambil sebuah tindakan

3. Teori Aliran Manajemen Ilmiah

teori manajemen

pixabay.com

Pada teori manajemen ini dapat mempergunakan ilmu statistik dan matematika dalam mengembangkan teori teori di dalamnya.

Aliran manajemen ilmiah ini juga telah menyatakan bahwa masalah yang terdapat pada manajemen bisa dijelaskan dengan pendekatan kuantitatif.

Dalam pengelolaan aktivitas manajemen dan kepemimpinan maka perlu dilakukan dengan mempergunakan dasar dasar yang berpedoman pada teori keilmuan.

Beberapa ciri ciri teori manajemen aliran manajemen ilmiah bisa dilihat di bawah ini:

  • Mempergunakan prinsip dan cara kerja para keilmuan sebagai percobaan dan penyelidikan yang juga ilmiah.
  • Adanya rasionalisasi, maksudnya bekerja sesuai dengan perhitungan maupun pemikiran yang sudah teliti dan juga cermat sehingga bisa tidak menggunakan trial and error.
  • Adanya standarisasi, maksudnya bekerja berdasarkan pada ukuran tertentu, baik dalam segi waktu, cara kerja ataupun hasil produksi yang diinginkan.
  • Produktivitas yang semakin meningkat sebagai hasil dari kerja yang efektif dan juga efisien.
  • Hasil ataupun cara kerjanya dapat memenuhi tuntutan kebutuhan yang semakin meningkat.

Dalam teori ini juga diusahakan optimasi yang melalui pendekatan pada teori ilmiah agar menghasilkan hasil yang semaksimal mungkin dengan cara yang paling efisien.

Didalam aliran ini terdapat koreksi terhadap aktivitas yang tidak efisien, kurang terstrukture atau bahkan tidak dibutuhkan.

Aliran ini juga memiliki beberapa kelebihan dan juga kekurangan.

Berikut sudah Elnuha rangkum kelebihan dan kekurang yang terdapat di aliran manajemen ilmiah ini:

Kelebihan Aliran Manajemen Ilmiah

  1. Dapat diterapkan dengan baik pada zaman sekarang
  2. Keputusan bisa dijalankan dengan cara memperhatikan hal hal yang sifatnya ilmiah serta rasional sehingga dapat menghindari aktivitas yang membuang waktu dan sumber daya yang dimiliki dengan sia sia karena trial and error
  3. Mampu menciptakan produk ataupun menyelesaikan pekerjaan secara lebih baik dan cepat

Kekurangan Aliran Manajemen Ilmiah

  1. Konflik internal yang bisa terjadi karena adanya persaingan antar personal individu dalam organisasi
  2. Aspek sosial para pekerja sangat kurang diperhatikan oleh atasan

4. Teori Manajemen Aliran Analisis Sistem

teori manajemen

pixabay.com

Aliran dalam analisis sistem ini fokus terhadap pemikiran pada permasalahan yang masih berkaitan dengan bidang lain dialam pengembangan teorinya.

Contohnya sebagian dari kepegawaian menyatakan bahwa keberhasilan didalam memotivasi pekerja bisa membantu untuk meningkatkan keuntungan organisasi. Memotivasi pekerja akan langsung berhubungan dengan kesejahteraan, jam kerja, penggajian, jaminan dihari tua serta faktor lainnya

Analisis Sistem ini merupakan penguraian atas suatu sistem pada informasi yang lengkap kedalam bagian bagian komponen yang bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi masalah, kesempatan, hambatan serta kebutuhan yang nantinya bisa diusulkan adanya perbaikan kembali.

Pada teori manajemen ini mengemukakan bahwa suatu proses dalam mengumpulkan serta mengintepretasikan kenyataan yang ada, mendiagnosa segala persoalan serta bisa mempergunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.

Baca Juga : Teori Hukum

5. Aliran Manajemen Berdasarkan Hasil

teori manajemen

pixabay.com

Aliran ini pertama kali dikemukakan oleh Peter Drucker sekitar tahun 1950an, Aliran manajemen ini fokus kepada pemikiran hasil yang diperoleh, bukan kepada interaksi atas aktivitas para karyawan.

Teori manajemen sendiri berdasarkan hasil memiliki tujuan untuk meraih hasil yang optimal berdasarkan pada perjanjian yang sudah terukur dan jelas dibuat dimuka.

Manajemen juga menetapkan prioritas dan tujuan pada saat menentukan dan membuat sumber daya yang diperlukan itu tersedia.

Didalam Aliran ini berdasarka hasil, terdiri atas langkah langkah seperti berikut:
  1. Penetapan target terhadap tujuan manajemen jangka panjang
  2. Menerjemahkan tujuan organisasi tersebut dengan tujuan divisi serta individu masing-masing
  3. Hasil dari perjanjian orientasinya mengenai tujuan
  4. Implementasi, dan pelaporan manajemen
  5. Penilaian periodik, kontrol dan penyesuaian

6. Teori Aliran Manajemen Mutu

teori manajemen

pixabay.com

Teori aliran manajemen mutu akan berfokus terhadap pemikiran atas usaha dalam meraih kepuasan para konsumen.

Jadi fokus utama manajemen mutu adalah pelanggan sebagai pihak yang bisa menyebutkan apakah produk yang dihasilkan itu bermutu atau tidak bermutu.

Manajemen mutu merupakan aspek dari semua fungsi manajemen yang melaksanakan kebijakan mutu dan juga merupakan filsafat budaya organisasi yang lebih menekankan kepada usaha yang dapat menciptakan mutu yang konsisten melalui setiap aspek didalam kegiatan perusahaan tersebut.

Manajemen yang bermutu sangat membutuhkan figur kepemimpinan yang bisa memotivasi karyawannya supaya bisa memberikan usaha dan kontribusi yang maksimal mungkin kepada organisasi.

Hal ini bisa dijalankan dengan memahami dan menjiwai bahwa mutu produk yang dihasilkan bukan hanya tanggung jawab pimpinan perusahaan saja, melainkan tanggung jawab semua anggota yang ada didalam organisasi tersebut.

Standar pada mutu yang diinginkan maka membutuhkan kesepakatan serta partisipasi penuh dari semua anggota yang ada di dalam organisasi, sedangkan manajemen mutu tanggung jawabnya terdapat pada puncak pimpinan.

Mungkin itu saja yang bisa Elnuha sampaikan mengenai teori manajemen, semoga bermanfaat dan bisa, menambah wawasan sobat semua.
Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply