√ 6 Teori Konflik Menurut Para Ahli Beserta Pengertian & Contoh

Hallo sahabat Elnuha semua, kali ini Elnuha akan membahas tentang teori konflik.

Teori konflik ini memiliki asumsi dasar bahwa perbedaan pada kepentingan antar kelas sosial dapat menciptakan relasi sosial yang bersifat konfliktual.

Akar dari terciptanya konflik yang berada di dalam masyarakat adalah ketidakmerataan distribusi dalam kekuasaan dan kekayaan yang menciptakan kesenjangan kelas sosial.

Kekuasaan ini dapat meliputi akses terhadap sumber daya.

Level kekuasaan individu atau kelompok memang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang disebut dengan kesenjangan. Semakin besar kesenjangan ini, semakin besar potensi timbulnya konflik sosial. Kesenjangan ini tidak hanya bisa ditentukan oleh perbedaan kelas, namun bisa juga ras, gender, kultur, selera, agama, dan lainnya.

Pengertian Teori Konflik

teori konflik

pixabay.com

Teori konflik digagas oleh Karl Marx dalam studinya terdapat mengenai konflik kelas antara:

  • Borjuis : Borjuis ini sebagai kelompok pemilik faktor produksi yang memiliki kontrol atas sumber daya.
  • Proletar : Proletar adalah kelompok kelas pekerja yang tidak memiliki kontrol atas sumber daya.

Pembedaan kelas sosial akan menjadi dua kelompok ekstrim ini muncul dalam konteks industrialisasi di Eropa Barat.

Karl Marx membuat teori yang juga menggambarkan eksistensi kelompok minoritas namun memiliki kekuasaan atas sumber daya dan kelompok mayoritas yang sampai tertindas karena tak memiliki kuasa atas sumber daya alam. Masing-masing kelas memiliki kepentingan yang saling bertentangan satu dengan yang lainnya.

Kaum borjuis ini ingin mempertahankan kekuasaannya dan mengakumulasi kekayaannya di tempat umum, sedangkan kaum proletar ini ingin kekuasaan dan kekayaan didistribusikan secara merata kepada masyarakat.

Tatanan sosial yang berbentuk tentang kesenjangan ini secara ideologis mampu dipertahankan oleh kaum borjuis melalui penciptaan kesepakatan atau konsesus.

Konsesus yang dimaksud disini adalah berupa nilai-nilai, harapan dan kondisi yang ditentukan oleh kaum borjuis itu sendiri. Sebagai contoh, seorang pekerja harus bekerja keras dan loyal pada bosnya agar bisa sukses dan lebih berkembang lagi.

Loyalitas dan kerja keras bisa merupakan nilai yang disepakati atau konsesus.

Produksi dalam kesepakatan semacam itu bisa terjadi pada level ’supratruktur’ atau pada tataran ideologis, menurut Karl Marx. Marx berpikir bahwa kondisi sosial ekonomi yang tercipta saat ini itu atas dasar konsesus tersebut maka banyak merugikan bagi kelas proletar.

Akibatnya, akan muncul kesadaran oleh kelas dikalangan kaum proletar bahwa mereka terekspliotasi. Kekayaan justru malah disedot oleh kuasa kaum borjuis yang kapitalistik. Kesadaran kelas ini akan memicu terjadinya revolusi kedepannya.

Baca Juga : Teori Konspirasi

Teori Konflik yang Dicetus Marx

teori konflik

pixabay.com

Beberapa intelektual melihat bahwa konflik Karl Marx tidak hanya dapat beroperasi pada strukur ekonomi saja melainkan juga kultural.

Antonio Gramsci melihat terjadinya hegemoni kultural yang dilakukan oleh minoritas kaum yang berkuasa.

Intelektual dari The Frankfurt School seperti Max Horkheimer dan Theodor Adorno ini telah melihat bagaimana budaya massa berkontibusi pada terciptanya dan bertahannya hegemoni kultural ini.

Budaya massa, menurutnya, diproduksi oleh kaum kapitalis untuk meredam kesadarankepada kaum  kelas mayoritas sehingga tidak terjadi perlawanan. Melalui kultur, masyarakat dibuat menjadi masyarakat konsumsi yang secara ekonomis sangat menguntungkan bagi kaum kapitalis.

Teori konflik sudah banyak menginspirasi karna munculnya gerakan sosial akar rumput yang melakukan perlawanan di berbagai aspek, salah satunya yaitu feminisme.

Gerakan feminisme ini terisnpirasi oleh teori konflik untuk melihat bahwa relasi gender dan seksual sebenarnya merupakan relasi yang eksploitatif. Kemunculan awal feminisme, misalnya, melihat laki-laki sebagai kelas dominan yang mengekspoitasi kepada perempuan melalui kekuatan ideologis dan nilai-nilai bahwa domestik adalah daerah perempuan dan publik adalah wilayah bagi kaum laki-laki.

Feminisme awal menganggap bahwa domestifikasi sebagai kekangan atas kebebasan yang menjadi hak setiap individu. Selain feminisme, ada juga gerakan lain yang terinsirasi dari teori konflik diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Teori postkolonialisme
  2. Teori sistem dunia
  3. Teori poststrukturalism dan lain sebagainya

Jenis-Jenis Teori Konflik

teori konflik

pixabay.com

Berdasarkan kajian yang mengenai menyebab terjadinya teori konflik, dapat dilihat bahwa dalam dua macam konflik terdapat jenis konflik, yaitu sebagai berikut.

  • Konflik budaya, adalah kajian dalam teori konflik yang terjadi saat ini apabila dalam suatu masyarakat terdapat sejumlah kebudayaan khusus yang bersifat sangat tertutup. Kebudayaan ini telah dianggap aneh oleh sebagian masyarakat sehingga menjadikan pandangan masyarakat memiliki dasar pengetahuan yang bahwa apa yang dilakukannya adalah bentuk sikap mengenai ketidakterimaan dalam perubahan bersosial.
  • Konflik kelas sosial, jenis lainnya penerapan dalam kajian teori konflik ini sebagai akibat dari kelompok menciptakan peraturan sendiri yang bertujuan untuk melindungi kepentingan pribadi. Pada kondisi ini maka akan terjadi eksploitasi yang berlawanan antara masyarakat kelas atas kepada masyarakat yang berada di kelas bawah. Kedua masyarakat dalam kelas sosial ini akan berupa mendapatkan serta menetang hak-hak istimewa kelas.

Baca Juga : Teori Akuntansi

Contoh Teori Konflik

teori konflik

pixabay.com

Berbagai contoh yang nyata yang terdapat di dalam teori konflik yang ada di kehidupan masyarakat, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Kemiskinan

teori konflik

beritagar.id

Kajian mengenai teori konflik ini jika dilakukan secara dalam, bisa memberikan kejelasan mengenai kemiskinan. Kemiskinan ini melatar belakangi masyarakat untuk melakukan sebuah perubahan sosial ke arah yang lebih baik lagi, perubahan ini terbentuk karena masyarakat miskin akan selalu berupaya melakukan sesuatu hal yang bisa meningkatkan pendapatan mereka.

Misalnya orang miskin untuk naik kelas maka mereka harus melakukan tindakan kriminalitas, sedangkan orang kaya bertahan untuk memperluaskan jaringan usahanya agar bisa semakin bertahan dalam kekayaannya.

Kondisi ini jika terjadi secara terus menerus maka akan menyebabkan masyarakat berada dalam kesenjangan sosial yang lebih tinggi, selama itu pula konflik akan terus terjadi di dalam kehidupan masyarakat karena berdasarkan faktor ekonomi dan perebutan antara status kaya dan miskin.

2. Pengangguran

teori konflik

suarapalestina.com

Kajian yang mengenai teori konflik ini juga bisa dipergunakan dalam memperdalam pengangguran, pengangguran menjadi salah satu faktor penentu dalam sebuah konflik sosial.

Tingginya angka penganguran dalam masyarakat maka dapat menyebabkan tingginya angka kriminalitas, sehingga upaya dalam penyelesaian ini terjadi karena lowongan kerja tidak tersedia lagi atau karena banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi dan tidak sesuai dengan pendapatan yang di hasilkannya.

Baca Juga : Teori Bumi Datar

3. Buruh dan Majikan

idntimes.com

Kasus konflik yang paling kecil dan bisa dilakukan secara dalam di teori konflik ini adalah kasus mengenai buruh dan majiakan, meskipun hal ini sebagai keteraturan pada jenjang sosial akan tetapi di dalamnya ada hubungan status dan peranan yang dapat memperdalam adanya jaringan-jaringan konflik dalam masyarakat.

Seorang majikan akan selalu memberikan perintah kepada pembantunya, sedangkan buruh akan mentatai perintah yang diinginkan oleh sang majikan, kejadian ini berakibat pada terbentuknya keseimbangan, meski dalam kehidupannya tidak harmonis karena setiap buruh memiliki keinginan untuk menjadi majikan juga.

4. Dunia Politik

medium.com

Teori konflik juga bisa diperdalam melalui jenjang politik yang memberikan penguasaan serta mempertahankan kekuasaan yang diinginkan.

Politik yang ada di dalam pemerintahan maka bisa menjadi sumber konflik yang paling di takuti oleh masyarakat, karena hal ini akan memicul adanya konflik yang sangat besar dalam segi kehidupan sosial lainnya, baik eknomi, hukum, dan lainnya.

Perebutan dalam kekuasaan yang ada serta dilakukan pemerintah merupakan salah satu isu yang bisa dikaji dalam teori konflik ini, yang berpedapat bahwa kekuasaan hanya akan diberikan kepada orang yang memiliki uang saja dan jabatan tinggi, yang kondisi ini kita rasakan pada kehidupan bermasyarakat saat ini.

Mungkin itu saja yang bisa Elnuha sampaikan mengenai teori konflik ini, semoga bisa bermanfaat untuk sobat semua dan mampu menambah wawasan sobat.

Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply