√ 33 Teori Komunikasi Menurut Para Ahli Beserta, Tujuan, Manfaat

Hallo sahabat elnuha kali ini elnuha akan membahas tentang sebuah teori komunikasi.

Apakah sobat semua sudah pernah mendengar tentang teori ini?

Kalau belom mari kita simak bersama-sama artikel berikut ini.

Jenis teori komunikasi menurut para Ahli ada banyak sekali dan juga sangat mudah di pelajari. sekali Komunikasi ini menjadi salah suatu bagian yang terpenting bagi kehidupan manusia.

Dimana kita telah mengetahui bersama bahwa, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Karena mereka harus membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup, manusia juga butuh untuk komunikasi supaya tidak terlalu lama diam.

Hubungan yang dijalin akan berjalan semakin baik, apabila komunikasi diantara satu dengan yang lain dapat berjalan dengan efektif. Oleh karena itu, mengingat pentingnya komunikasi ini, seiring berkembangnya kehidupan manusia muncul yang namanya teori komunikasi untuk menjalin silaturahmi antar mahkluk hidup.

Teori Komunikasi merupakan suatu pemikiran mengenai sistem penyampaian pesan yang didalamnya terdiri atas komponen-komponen yang berupa unsur komunikasi. Komponen – komponen tersebut akan saling terikat demi tersampainya pesan dari komunikator kepada komunikan.

Perkembangan Komunikasi

teori komunikasi

pixabay.com

Dalam perkembangannya, banyak sekali para ahli yang telah mendefinisikan tentang mengenai teori komunikasi ini.

Salah satu yang sering menjadi rujukan adalah pendapat yyang di ambil dari Borman, ia berpendapat bahwa teori komunikasi ini adalah suatu istilah atau perkataan yang merupakan seluruh perbincangan dan analisis dan dibuat secara berhati-hati dan teratur, sistematik dan sadar.

Selain Borman, Little John juga merupakan ilmuan yang luar biasa yang tertarik pada studi ini. Menurutnya, teori komunikasi adalahh sebuah sutu teori atau pemikiran kolektif.

Di dalamnya juga terdapat keseluruhan teori terutama yang berkaitan tentang proses komunikasi antar sesama manusia.

Sementara itu Cargan dan Shield juga ikut berpendapat bahwa teori komunikasi ini adalah sebuah hubungan diantara konsep teoritikal yang memberi secara keseluruhan maupun sebagian keterangan, penjelasan, penilaian, maupun perkiraan tindakan manusia juga berdasarkan komunikator (orang) yang berkomunikasi atau (berbicara, membaca, mendengar, menonton) untuk jangka waktu tertentu melalui media atau bisa (perantara).

Definisi komunikasi

teori komunikasi

pixabay.com

Berdasarkan definisi-definisi tentang komunikasi tersebut, dapat diperoleh dari gambaran bahwa komunikasi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :

Komunikasi adalah suatu proses bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang sedang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta bisa berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.

Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan tertentu.

Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh seseorang, disengaja, serta bisa sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelaku itu sendiri.

Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat di dalam kegiatan komunikasi itu sendiri dan akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi (dua orang atau lebih) sama-sama bisa ikut terlibat dan mempunyai perhatian yang sama terhadap topik atau pesan yang disampaikan pada komukasi.

Komunikasi yang bersifat simbolis. Komunikasi pada dasarnya yaitu merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang.

Lambang yang paling umum digunakan dalam berkomunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dengan bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.

Komunikasi ini bersifat transaksional Komunikasi pada dasarnya bisa menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan juga menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional agar selalu berkomunikasi dengan baik.

Komunikasi dapat menembus faktor ruang dan waktu maksudnya disini adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat di dalam komunikasi ini tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang harus sama.

Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, laptop, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu pun sudah tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi dengan yang lain.

Baca Juga : Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Model Komunikasi

teori komunikasi

pixabay.com

Adapun model komunikasi tersebut menurut ilmuwan yang bernama Wiryanto (Pengantar Ilmu Komunikasi, Grasindo : 2004) adalah sebagai berikut :

  • Model Komunikasi Intrapribadi

Merupakan proses pengolahan dan penyusunanan informasinya melalui sistem syaraf yang berada di dalam otak yang disebabkan oleh stimulus yang ditangkap oleh panca indera.

Dalam hal ini, semua isyarat dan informasi setelah di-decode, maka akan membentuk (encode) mengenai isyarat perilaku nonverbal baik positif, netral ataupun negatif.

  • Model Komunikasi Antarpribadi

Model komunikasi ini dapat diartikan sebagai komunikasi yang dilakukan secara berlangsung di antara dua orang, tiga atau bahkan empat orang yang terjadi secara spontan dan tidak terstruktur.

  • Model Stimulus-Respons

Model ini merupakan model komunikasi yang berasal dari aksi sehingga menimbulkan reaksi dan respond.

Model Komunikasi

  • Model Matematika Shannon dan Weaver

Model Matematika

Model ini menjelaskan bahwa dengan melakukan komunikasi ini merupakan sebuah bentuk informasi sebagai pesan ditransmisikan dalam bentuk pesan kepada si penerima (receiver) untuk mencapai tujuan komunikasi tertentu yang dalam prosesnya memiliki kemungkinan besar terjadinya noise atau gangguan.

  • Model Komunikasi Lasswell

Model Komunikasi yang berikut ini merupakan ungkapan verbal sebagai berikut:

  • Who
  • Says What
  • In Which Channel
  • To Whom
  • With What Effect

Model Komunikasi Lasswell

  • Model Sirkuler

Model ini dapat menggambarkan bagaimana komunikasi ini dilakukan sebagai proses yang dinamis dimana pesan ditransmisikan melalui proses decoding  dan encoding.

Hubungan yang dilakukan antara encoding dan decoding layaknya sumber (encoder) ­– penerima (decoder) yang saling mempengaruhi satu sama lain. Dalam hal ini, Interpreter dapat berfungsi ganda sebagai pengirim dan penerima pesan dalam komunikasi dilakukan

  • Model Melvin Defleur

Model Komunikasi yang berikut ini merupakan perluasan dari komunikasi antarpribadi dari model Shannon dan Weaver dengan cara memasukkan piranti media massa (mass medium device) dan piranti umpan balik (feedback device).

Komunikasi ini dapat digambarkan behwa sumber (source), pemancar (transmitter), penerima (receiver) dan sasaran (destination) merupakan tahapan-tahapan yang bisa terpisah dalam proses komunikasi massa.

  • Model John W. Rilley dan Mathilda W. Rilley

Proses komunikasi yang satu ini harus menggunakan pendekatan sosiologi untuk mengkaji perilaku komunikasi antar manusia.

Secara sosiologis, penerima (receiver) pesan yang disampaikan oleh sumber (communicator) tidak akan secara langsung akan ditanggapi oleh si penerima pesan tersebut.

  • Model Maletzke

Model komunikasi yang berikut ini, berada di dalam pencarian informasi, disebabkan oleh kebutuhan rasa yang ingin selalu tahu (need cognition) dan gaya intuisi seseorang (personal cognition style).

Menurut pandangannya, khalayak ini tidak dipengaruhi oleh media massa dalam keadaan kosong. Pesan itu dapat disaring berdasarkan keyakinan, sikap, nilai-nilai dan lingkungan masyarakatnya.

Tujuan Komunikasi

teori komunikasi

pixabay.com

Tujuan Komunikasi ini dibagi menjadi empat tujuan atau motif komunikasi yang perlu dikemukakan di sini. Motif atau tujuan ini tidak perlu dikemukakan secara sadar oleh individual, juga tidak perlu mereka yang terlibat menyepakati tujuan komunikasi mereka.

Berikut adalah empat tujuan dalam berkomunikasi:

  1. Menemukan Salah satu tujuan utama dalam berkomunikasi menyangkut penemuan diri (personal discovery) Bila Anda berkomunikasi dengan orang lain, Maka Anda akan belajar mengenai diri sendiri selain juga tentang orang lain. Kenyataannya, persepsi-diri Anda sebagian besar dapat dihasilkan dari apa yang telah Anda pelajari sebelumnya tentang diri sendiri dari orang lain selama berkomunikasi, khususnya dalam perjumpaan-perjumpaan antarpribadi.
  2. Untuk mendapatkan informasi tentang hiburan, olahraga, perang, pembangunan ekonomi, masalah kesehatan dan gizi, serta produk-produk yang baru dibeli. Maka banyak pelajaran yang dapat kita peroleh dari media ini dengan cara berinteraksi dengan yang kita peroleh dari interaksi antarpribadi kita.
  3. Untuk meyakinkan Media masa ada sebagian besar cara untuk meyakinkan kita agar bisa mengubah sikap dan perilaku kita dalam berkomunikasi masa. Media dapat hidup karena adanya dana dari sebuah iklan, yang diarahkan untuk mendorong kita untuk membeli berbagai produk yang sedang di iklankan.
  4. Untuk bermain Kita juga harus menggunakan banyak perilaku komunikasi kita yang bertujuan untuk menghibur diri kita sendiri. Kita bisa mendengarkan pelawak, pembicaraan, musik, dan film sebagian besar untuk hiburan diri kita. Demikian pula banyak sekali dari perilaku komunikasi kita selalu dirancang untuk menghibur orang lain (menceritakan lelucon yang mengutarakan sesuatu yang baru, dan mengaitkan cerita-cerita yang menarik agar terlihat lucu).

Baca Juga : Teori Big Bang

Jenis-Jenis Teori Komunikasi

teori komunikasi

pixabay.com

Perkembangan teori dalam komunikasi merupakan studi yang berkembang sangat pesat dibandingkan dengan studi lain.

Para ahli pun banyak sekali yang memberikan sumbangsih pada studi yang satu ini, sehingga dapat mengakibatkan cangkupan studi ini menjadi begitu luas sebagai timbal balik dari berbagai jenis teori komunikasi yang telah ditemukan.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis teori komunikasi menurut para ahli.

1. Teori Komunikasi Lasswell

teori komunikasi

pixabay.com

Harold Lasswell, Teoritikus yang ternama dan juga telah banyak menyumbangkan ide dan fikirannya terkait cabang ilmu sosial dan komunikasi. Pada tahun 1948, Ia mengemukakan bahwa model komunikasi yang sangat sederhana dan hingga kini masih diterapkan juga sebagai model komunikasi dasar. Model tersebut yakni :

Siapa (Who) – Berbicara apa (Says What) – Dengan media apa (In Which Channel) – Kepada Siapa (To Whom) – Dan dengan Efek apa (With What Effect)

2. Teori Komunikasi Behaviorisme

teori komunikasi

pixabay.com

Jenis teori komunikasi yang satu ini mungkin sudah sangat sering kalian dengar. Teori ini dikembangkan oleh ilmuan yang berasal dari Amerika Serikat yang bernama Jhon B. Watson (1878 – 1958).

Menurutnya Teori Behaviorisme ini telah mencakup semua perilaku seseorang, termasuk tindakan balasan atau respon terhadap suatu rangsangan atau stimulus.

Artinya bahwa selalu ada kaitan yang dilakukan antara stimulus dengan respon pada perilaku manusia.

Jika suatu stimulus atau rangsangan yang diterima seseorang telah teramati dengan baik, maka dapat diprediksikan pula respon dari orang tersebut juga akan baik.

3. Teori Komunikasi Humanisme

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini telah lama dikembangkan oleh Ncneil pada tahun (1977) yang diilhami oleh perkembangan psikologi humanisme. Komunikasi humanisme ini pernah diimplementasikan dalam dunia pendidikan dalam melalui Humanistic curriculum.

Isi teori ini lebih untuk menekankan pada pembagian pengawasan dan tanggung jawab bersama antar peserta didik satu dengan yang lain. Dengan harapan, nantinya peserta didik bisa menyesuaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

4. Teori Informatif

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini telah dikembangkan oleh Sannon dan Weaver pada tahun (1949). Teori informasi yang merupakan salah satu teori yang sudah klasik, dimana teori ini menitik beratkan pada komunikasi sebagai suatu transmisi pesan dan bagaimana transmitter untuk menggunakan media dalam berkomunikasi.

Dalam hal ini, jika sinyal media yang digunakan baik, maka komunikasi juga akan berjalan efektif dengan baik, begitu pula sebaliknya. Apabila sinyal media tidak baik, maka komunikasi pun juga tidak akan berjalan dengan lancar.

5. Teori Uses and Gratification

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini dikembangkan oleh Blummer dan Kutz pada tahun (1974) Mereka berdua berpendapat bahwa pengguna media yang juga memiliki peran aktif dalam memilih media yang digunakannya. Sehingga, pengguna media dapat dikatakan sebagai pihak yang paling utama dalam suatu proses komunikasi.

Dalam hal ini, pengguna mempunyai pilihan untuk menentukan media mana yang sesuai dengan kebutuhanya.

6. Teori Agenda Setting

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini telah dikembangkan oleh Mc combs dan Shaw pada tahun (1972). Teori Agenda Setting ini telah beranggapan bahwa apabila media telah memberikan tekanan pada suatu peristiwa maka, media tersebut akan membuat masyarakat akan beranggapan bahwa peristiwa itu sangat penting.

Dalam hal ini, media mempunyai efek yang sangat kuat dalam mempengaruhi asumsi pemikiran dan perilaku masyarakat.

Sehingga akan banyak muncul asumsi bahwa apa yang dianggap penting oleh media maka akan dianggap penting pula oleh masyarakat yang mengetahuinya.

7. Teori Kontruktivisme

teori komunikasi

pixabay.com

Piaget dan Vigotski adalah dua nama yang selalu dikaitkan di dalam teori ini. Teori kontruktivisme telah beranggapan bahwa manusia selalu memiliki pandangan masing-masing terhadap kenyataan, Mereka senantiasa lebih mencari dan mempelajari untuk menemukan bahasa pertama dan kedua.

Di sisi lain, teori ini juga telah didefinisikan sebagai pembelajaran yang sangat generatif. Pembelajaran yang merupakan suatu tindakan yang bertujuan untuk menciptakan suatu makna dari apa yang telah mereka dipelajari.

8. Teori Nativisme

teori komunikasi

pixabay.com

Chomsky dan Hadley tahun (1993) mereka adalah dua ilmuwan tokoh pendukung dari teori nativisme ini.

Teori ini berpandangan bahwa semua manusia adalah satu-satunya makhluk yang bisa berkomunikasi dengan Tuhan melalui verbal.

Disisi lain, bahasa merupakan suatu yang sangat kompleks dalam hal ini, oleh karenanya manusia senantiasa harus belajar untuk dapat berkomunikasi dengan makhluk Tuhan yang lain dengan baik.

9. Teori Sibernetik

teori komunikasi

pixabay.com

Wiener terlahir pada tahun (1945) adalah tokoh ilmuwan yang berada dibalik teori sibernetik ini.

Teori ini telah tergolong dalam teori baru sejalan dengan berkembangnya teknologi informasi dan juga ilmu sosial.

Teori sibernatik ini merupakan suatu sistem pengontrol yang didasarkan pada proses komunikasi, antara sistem tersebut dengan lingkungan dan antar sistem itu sendiri.

Pengontrol dari sistem tersebut dapat berfungsi dalam memperhatikan lingkungan sekitar. Penerapan teori sibernetik ini biasanya diperuntukkan kepada siswa yang bertujuan agar mencapai hasil yang efektif.

10. Teori Kognitivisme

teori komunikasi

pixabay.com

Teori kognitivisme ini mengedepankan pada proses belajar dibandingkan dengan hasil proses yang dilakukan itu sendiri.

Dalam proses belajar tidak hanya sekedar hanya melibatkan hubungan antara stimulus dan respon saja. Melainkan juga harus melibatkan proses berfikir yang kompleks dan cerdas. Lebih dari itu, belajar juga merupakan proses perubahan persepsi dan pemahaman bagi pemikiran seseorang.

Menurut aliran ini kita belajar didasarkan atas kemampuan yang kita menafsirkan peristiwa atau kejadian dalam suatu lingkungan. Dimana proses belajar tersebut tidak terdapat empat tahapan yaitu Asimilasi, Akomodasi, Disquilibari, dan Equilibrasi.

11. Teori Ketergantungan

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini yang dikemukakan oleh Sandra Ball-Rokeach dan juga Malvin Defluer tahun (1976). Fokus dari teori ini terletak pada kondisi struktural yang ada dimasyarakat. Fokus ini sangat cenderung mudah untuk dipengaruhi oleh media massa.

Teori ini dapat disematkan pada komunitas masyarakat modern, dimana pada masyarakat modern terdapat, media massa dianggap suatu hal yang sangat penting dalam mencapai tujuan beberapa proses tertentu. Di antaranya yaitu proses memelihara, perubahan, serta konflik dalam tataran masyarakat dan masalah perorangan dalam suatu aktivasi sosial.

12. Teori Inokulasi

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini pada mulanya disampaikan oleh Mc Guaire, dimana inokulasi dapat pula disebut sebagai suntikan yang mengambil analogi pada ilmu medis. Ibaratkan orang yang tidak siap menahan penyakit maka dia harus disuntikan vaksin untuk memperkuat daya tahan tubuhnya.

Teori ini juga mengemukakan bahwa lebih baik membekali terbujuk dengan argumen sanggahan daripada membiarkanya tidak siap untuk menyangkal perspektif lawan.

Baca Juga : Teori Belajar

13. Teori Kultivasi

teori komunikasi

pixabay.com

Teori kultivasi merupakan sebuah teori komunikasi yang membahas tentang efek dari komunikasi masa.

Pandangan dari teori ini adalah bahwa semua media masa memiliki efek yang bersifat kumulatif dan lebih banyak berdampak pada tataran sosial budaya dalam masyarakat dari pada personal seseorang masing-masing. Teori ini di kembangkan oleh ilmuwan yang bernama George Gabner.

14. Teori Spiral Of Silence (Spiral Keheningan)

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini berkaitan dengan bagaimana cara terbentuknya suatu pendapat umum dalam masyarakat.

Spiral of Silence menjelaskan bahwa terbentuknya pendapat umum di dalam masyarakat ini di tentukan dengan proses yang saling mempengaruhi antara komunikasi massa, komunikasi antar pribadi, dan presepsi masing-masing orang serta hubungannya dengan pendapat orang lain dalam masyarakat yang luas. Teori ini di kembangkan oleh ilmuwan yang bernama Elizabeth Noelle dan Neuman pada tahun (1976).

15. Teori Norma dan Budaya

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini beranjak dari pada pengaruh media massa yang kuat mengenai suatu hal. Hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi sosial budaya dalam masyarakat.

Pesan dari media massa mampu untuk mengubah norma yang sudah ada di dalam masyarakat, disisi lain juga meida juga mampu untuk memperkuat norma yang ada dalam masyarakat. Lebih dari itu, bahkan media mampu menciptakan norma baru dalam masyarkat yang lebih baik lagi.

16. Teori Belajar Sosial 

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini yang dicetuskan oleh Bandura pada tahun (1925). Ia mengemukakan bahwa perilaku manusia dalam konteks sebuah interaksi pada tingkah laku terdapat hubungan timbal baik yang saling berkesinambungan satu sama lain.

Interaksi ini terjadi antara perilaku kognitif dan juga pengaruh pada lingkungan.

Pengalaman dalam melalui observasi dan pengamatan terhadap suatu pesan yang disampaikan menjadi suatu hal yang sangat penting dalam teori ini.

Dalam teori ini, juga terdapat empat tahapan, yang pertama pembelajaran sosial terjadi atas adanya perhatian dari individu seseeolrang. Kedua, pembelajaran sosial ini dilakukan melalui ingatan. Ketiga yaitu pembelajaran sosial yang dilakukan melalui tindakan, serta terakhir yaitu pembelajaran sosial dilakukan atas dasar motivasi dari masing-masing individu seseorang.

17. Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini merupakan salah satu teori yang terdapat dari komunikasi massa.

Dependasi efek komunikasi massa beranggapan bahwa kepercayaan individu kepada media akan selalu berkembang apabila kebutuhan informasional yang tidak dapat ditemukan dalam pengalaman yang langsung terpenuhi.

Masa sudah dinilai bahwa mereka telah bergantung pada media untuk mencapai tujuan mereka masing-masing. Ini merupakan pendekatan konsisten dengan gagasan dasar dari model penggunaan.

Little John, menilai dengan hal ini ketergantungan seseorang dinilai dari jumlah dan sentralitas tentang fungsi informasi yang disajikan, serta stabilitas sosial.

Semakin penting media terhadap individu, maka akan semakin tinggi pula nilai dari media tersebut.

18. Teori Birokrasi

teori komunikasi

pixabay.com

Teori birokrasi yang digunakan untuk komunikasi organisasi. Max Weber pada tahun (1948), mengungkapkan bahwa model birokrasi sering kali dipakai untuk mencapai sebuah komunikasi organisasi yang efektif.

Menurut Weber, ada delapan jenis karakteristik struktural terkait birokrasi organisasi, yaitu :

  • Terdapat aturan dan prosedur yang dipakai sesuai standar.
  • Mampu meminimalisir pekerjaan yang sangat sulit.
  • Hirearki organisasi yang terstruktur dan rapih.
  • Kemampuan anggota yang mumpuni dalam setiap bidang.
  • Memiliki kemampuan Multi – tasking.
  • Profesionalitas yang sangat tinggi.
  • Uraian tugas yang terstruktur dan teratur.
  • Rasionalitas untuk mencapai keberhasilan.

19. Teori Analisis Transaksional

teori komunikasi

pixabay.com

Analisis transaksional ini merupakan pendekatan Psychotherapy yang dapat menekankan hubungan interaksional. Transaksional ini sendiri dimaksudkan sebagai hubungan komunikasi antar individu satu ke individu yang lain.

Teori ini digunakan yang bertujuan untuk mengetahui bentuk dan isi pesan yang tersampaikan dalam suatu komunikasi.

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektifan komunikasi yang terjalin antara individu tersebut. Eric Berne (1960), adalah seorang ilmuwan yang pengembang teori analisi ini yang dinilai sangat cocok untuk digunakan dalam konseling kelompok.

20. Teori Pengharapan Nilai

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini merupakan bagian dari teori komunikasi massa. Teori pengharapan nilai bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media terhadap massa dinilai dari kepentingan penggunaannya.

Sikap seseorang terhadap segmen – segmen media yang ditentukan dari evaluasi dan prespektif mereka terhadap media itu sendiri. Teori ini merupakan turunan dari Teori Uses and Gratifications.

21. Teori Struktural Fungsional

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini merupakan bangunan teori yang paling mendasar dari ilmu sosial. Beberapa tokoh yang mencetuskan teori ini diantaranya yaitu August Comte, Emile Durkheim, dan Herbert Spencer.

Pemikiran struktural fungsional in dapat dipengaruhi oleh pemikiran biologis seseorang yang menganggap masyarakat yang saling ketergantungan akibat konsekuensi dari bertahan hidup.

Tujuan dari teori ini yaitu mencapai keteraturan sosial bagi masyarakat.

22. Teori Difusi Inovasi

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini menjelaskan bagaimana untuk mengatasi suatu inovasi yang disampaikan melalui saluran – saluran tertentu kepada sekelompok anggota dari sistem sosial.

Rogers (1961) menjelaskan dari teori ini bahwa “difusi adalah suatu bentuk komunikasi yang bersifat khusus dan berkaitan dengan penyebaran beberapa pesan yang berisi gagasan – gagasan baru dan penting.

Teori ini sering dikaitkan juga dengan proses pembangunan masyarakat.

23. Teori Sikap (Standpoint)

teori komunikasi

pixabay.com

Harding dan Wood, dua teoritikus ini juga menjelaskan bahwa salah satu cara terbaik dalam mengetahui bagaimana keadaan dunia yang sudah dimulai dari sikap atau sudut pandang oleh wanita.

Standpoint sendiri adalah sebuah tempat untuk memandang seluruh dunia sekitar. Dunia tersebut menjadi lebih fokus dan perhatian dibandingkan fitur-fitur lainnya.

Standpoint memiliki makna yang tidak jauh berbeda dengan prespektif. Menurut Harding sendiri, fokus bahasa dari standpoint adalah kaum wanita yang lebih cenderung termarginalisasi. Oleh karena itu, teori ini merupakan turunan dari teori feminisme.

24. Teori Komunikasi Dua Tahap

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini telah didasari oleh penelitian yang dilakukan oleh Paul Lazarsfeld dan teoritikus lainnya.

Teori Komunikasi dua tahap yang membahas mengenai efek media pada massa dan pertama kalinya diterapkan dan di kampanyekan di pemilihan umum tahun 1940. Studi ini memiliki asumsi bahwa proses stimulus dapat bekerja dalam menghasilkan efek ke media massa.

25. Teori Komunikasi Administrasi

teori komunikasi

pixabay.com

Teori komunikasi administrasi adalah sebuah proses dalam penyampaian pesan yang dilakukan secara timbal balik antar anggota satu ke anggota yang lain.

Teori ini dimaksudkan dengan tujuan supaya dapat menumbuhkan rasa saling pengertian dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien.

Fungsi dari penerapan teori ini adalah untuk menjaga stabilitas informasi supaya selalu tercipta penyesuaian sikap yang memadai antar bagian dalam organisasi yang dibuat.

26. Teori Connectionism (Thorndike)

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini disebut juga dengan nama teori Trial and Error. Menurut teori ini, masing – masing organisasi apabila bertemu dengan situasi yang baru akan melakukan beberapa tindakan yang bersifat coba‑coba secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Kemudian, jika dalam usaha coba coba ini secara tidak sengaja bisa menimbulkan perbuatan yang dirasa memenuhi situasi, maka perbuatan tersebut akan terus diterapkan sebagai salah satu tindakan yang telah dinilai cocok dalam situasi dan kondisi tersebut.

Dengan percobaan yang dilakukan secara berkelanjutan, maka perbuatan tersebut bisa menjadi suatu kebiasaan dan semakin efisien untuk diterapkan selamanya.

27. Teori Systematic Behavior (Hull)

teori komunikasi

pixabay.com

Clark C Hull telah mendalami terlebih dahulu teori Thorndike dalam usahanya untuk mengembangkan teori belajar dalam komunikasi.
Beberapa prinsip yang Ia gunakan ini memilki kesamaan dengan prinsip para behaviorus yang berdasarkan adanya stimulus dan respon serta motivasi yang diberikan.
Teori ini dapat mengungkapkan bahwa suatu kebutuhan atau keadaan yang terdesak oleh motif tujuan, maksud tertentu, harus dimiliki dalam seseorang yang sedang melakukan proses belajar.
Kebutuhan tersebut harus ada sebelum suatu respon yang dapat diperkuat oleh dasar dari pengurangan kebutuhan. Kemudian, dalam hal efisiensi proses belajar, tergantung pada besarnya tingkat pengurangan serta kepuasan motif.
Lalu akan timbul usaha belajar dari keberadaan respon tersebut. Di sisi lain juga, akan ada setiap obyek atau situasi dapat memiliki nilai motivasi yang tinggi apabila hal itu berhubungan dengan penurunan terhadap kekurangan pada diri individu tersebut.

28. Teori Operant Conditioning (Skinner)

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini pertama kali yang dikemukakan oleh Skinner pada tahun (1904-1990). Skinner ini telah menganggap penghargaan dan motivasi adalah dua faktor yang sangatlah penting dalam proses pembelajaran.

Tak hanya itu saja, Skinner juga berpendapat bahwa tujuan psikologi dalam komunikasi adalah untuk mengontrol tingkah laku seseorang.

Pada teori ini, seorang guru harus memberikan penghargaan hadiah atau nilai tinggi yang disini bertujuan agar anak tersebut menjadi lebih rajin lagi dalam belajar.

Di sisi lain juga, Operant conditioning merupakan suatu proses pemberian motivasi terhadap suatu perilaku individual yang kemudian mengakibatkan perilaku tersebut malah dapat terulang atau menghilang sesuai keinginannya.

Kemudian, Operant conditing juga menjamin respon terhadap stimuli.

Bila tidak ada tanda – tanda dalam keberadaan stimuli, maka guru tidak bisa membimbing siswa untuk mengarahkan perilakunya menjadi yang lebih baik.

Dalam proses ini, guru wajib mempunyai peran untuk mengontrol dan membimbing siswanya dalam suatu proses belajar.

Hal ini bertujuan untuk mencapai tujuan belajar yang siswa inginkan.

Terdapat beberapa Prinsip dalam belajar Skinners, diantaranya, sebagai berikut:

  • Hasil dadri proses belajar harus segera disampaikan pada siswa. Jika salah dibenarkan jika benar harus diberi motivasi dan apresiasi.
  • Proses belajar yang harus mengikuti pola dari yang belajar dan mengajar. Materi pelajaran yang digunakan sebagai sistem modul dalam proses pembelajaran.
  • Dalam proses pembelajaran, maka harus lebih mementingkan aktivitas sendiri, sedangkan hukuman tidak berlaku. Untuk itu, lingkungan perlu di modifikasi terlebih dahulu untuk menghindari hukuman.
  • Tingkah laku yang sesuai dengan keinginan pendidik layak harus diberikan penghargaan, dan sebaliknya.
  • Dalam pembelajaran menggunakan shapping.

29. Teori Classical Conditioning (Pavlov dan Watson)

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Ivan Petrovich Pavlo. Menurut di dalam teori ini, belajar merupakan suatu proses untuk perubahan yang terjadi karena ada­nya syarat‑syarat (conditions).

Kemudian syarat – syarat tersebut akan menimbulkan reaksi atau respon pada sii pelaku. Lalu, untuk membuat seseorang itu belajar, maka harus ada keberadaan syarat – syarat tersebut dibutuhkan.

Di sisi lain, fokus dalam teori ini adalah pembelajaran yang terjadi secara otomatis setelah latihan yang terus dilakukan secara rutin.

Beberapa penganut teori ini juga menjelaskan bahwa segala bentuk dari tingkah laku manusia adalah hasil daripada conditioning. 

Hasil tersebut berasal dari sebuah latihan atau kebiasaan yang sering dilakukan, yang kemudian bereaksi terhadap rangsangna tertentu dalam kehidupan sehari – hari.

Teori ini juga memiliki kelemahan dalam segi lain.

Karena teori ini telah menganggap bahwa belajar hanya terjadi secara otomatis saja, maka keaktifan dan penentuan pribadi pun juga diabaikan.

Dalam bertindak atau berbuat sesuatu, seseorang harus lebih tidak semata – mata akan mengandalkan pengaruh dari luar. Maka kepribadian juga harus memiliki peranan yang sangat penting dalam memililih atau menentukan perbuatan dan reaksi apa yang akan dilakukannya.

30. Teori Standpoint (Sikap)

teori komunikasi

pixabay.com

Teori ini telah menilai bahwa pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh individu, sebagian besar dibentuk oleh sebagian kelompok sosial dimana mereka akan cenderung akan lebih aktif dalam berkomunikasi. Teori ini juga dikemukakan oleh Wood, J. T. pada tahun (1982), dalam West, R., & Turner, L. H. (2000).
Melalui pendapat ini, maka dapat terlihat bahwa kerangka tentang sistematika pengaruh kekuatan untuk pembentuk identitas seseorang.

Teori sikap (standpoint theory-ST), membentuk kerangka agar dapat memahami sebuah sistem kekuasaan.

Teori kerangka ini dapat dibangun berdasarkan pengetahuan yang berasal dari kehidupan sosial seseorang.  Individu-individu adalah konsumen aktif dari realitas.

Kemudian, perspektif individu-individu ini adalah sumber informasi yang paling terpenting terkait pengenalan terhadap pengalaman mereka (Riger,1992) mengatakan. Bahkan, teori ini telah mengakui bahwa pengalaman, pengetahuan, dan perilaku komunikasi individu sebagian besar terbentuk oleh kelompok sosial dimana individu berpartisipasi.

Manfaat Mempelajari Teori Komunikasi

teori komunikasi

pixabay.com

Sebagaimana sudah dijelaskan pada penjelasan di atas tadi, bahwasanya komunikasi menjadi hal yang sangatlah penting dalam kehidupan manusia sebagai mahkluk sosial yang senantiasa harus terus berhubungan dengan orang lain.

Dimana komunikasi ini bisa menjadi jembatan bagi manusia untuk menjalin hubungan/silaturahmi dengan orang lain.

Oleh karenanya komunikasi menjadi bagian yang sangat penting dari kehidupan manusia yang tak terpisahkan satu dengan yang lainya. Sehingga teramat penting bagi kita untuk mempelajari teori-teori komunikasi ini dengan benar.

Apa manfaatnya ketika kita telah mempelajari dan bisa dengan teori komunikasi ini?

Berdasarkan Teori Komunikasi Menurut Para Ahli? secara teoritis manfaat yang pertama kita peroleh tentu adalah pandangan ilmu yang semakin luas mengenai studi komunikasi itu sendiri.

Berbagai teori komunikasi ini sudah tercetuskan melalui proses kajian dan penelitian mendalam oleh para ilmuan sosial terdahulu yang tentu saja secara praktis terdapat dalam kehidupan sehari-hari kita.

Oleh karena itu, setelah kita telah mempelajari ilmu teori komunikasi ini, apalagi Teori Komunikasi Menurut Para Ahli, kita juga paham berbagai macam teori, dan mampu menjadi pribadi yang dapat berkomunikasi dengan baik dengan orang lain.

Lebih dari itu, jika kita mampu memantapkan diri dan tidak mudah terbawa arus dengan komunikasi yang bermuatan negatif atau kurang bagus untuk di cerna oleh pikiran manusia.

Mungkin itu saya yang bisa elnuha jelaskan tentang teori komunikasi ini, semoga artikel ini bisa membantu sobat semua dalam mencari informasi dan semoga bermanfaat.

Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply