√ 5 Teori Kepemimpinan Beserta Pengertian (TERLENGKAP)

Hallo sahabat elnuha semua kali ini elnuha akan membahas tentang teori kepemimpinan.

Apa itu teori kepemimpinan ?

Menurut Chester Barnard (dalam Rasimin, 2004) latar belakang atau pendekatan awal studi kepemimpinan dalam organisasi:

  1. Koordinasi aktivitas dan sistem yang diperlukan untuk memelihara dan mempertahankan sebuah organisasi.
  2. Membawa orang-orang ke dalam organisasi dan menjamin kerja sama bersama mereka.
  3. Menentukan sasaran dan tujuan dalam perusahaan tersebut.

Menurut Kartono (2002) teori kepemimpinan dasar itu dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Teori genetis
  • Teori sosial
  • Teori ekologis atau sintesis.

Teori genetis menjelaskan bahwa pemimpin itu tidak dibuat tetapi seseorang yang muncul sebagai pemimpin karena bakat-bakatnya yang luar biasa di mata banyak orang.

Seorang menjadi pemimpin itu karena memang ditakdirkan menjadi pemimpin bagaimanapun juga situasi dan kondisinya.

Teori sosial menjelaskan bahwa pemimpin itu harus disiapkan dan dibentuk terlebih dahulu, tidak terlahirkan dan dibiarkan begitu saja .

Untuk menjadi pemimpin, maka setiap orang dapat melakukannya dengan cara melalui usaha penyiapan, pendidikan dan latihan secara intensional.

Sedangkan teori ekologis ini merupakan gabungan dari kedua teori genetis dan juga teori sosial, yang menjelaskan bahwa seseorang akan sukses menjadi pemimpin, apabila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, dan bakat-bakat ini sempat dikembangkan melalui pengalaman dan usaha di bidang pendidikan, juga sesuai dengan tuntutan lingkungan atau ekologisnya.

Jenis Teori Kepemimpinan

1. Teori Karakter

teori kepemimpinan

pixabay.com

Suatu teori yang berusaha untuk mengidentifikasikan karakteristik atau sifat-sifat yang khas yang terdapat di dalam diri seseorang dan yang dihubungkan dengan keberhasilan seorang pemimpin.

Karakteristik yang dapat diperhatikan seperti intelegensia, kepribadian, karakter fisik, kemampuan pengawasan dan lain sebagainya.

Intelegensia, seorang pemimpin akan lebih cerdas dari pengikut. Namun perbedaan intelegensia dapat menimbulkan masalah antara pemimpin dan juga pengikut. Kelebihan kecerdasan pada pemimpin mampu membuat kepemimpinan jauh lebih efektif.

Kepribadian seorang pemimpin memiliki sifat siaga, integritas pribadi, percaya diri yang baik, dan penuh inisiatif. Pada prinsipnya ada kepribadian tertentu yang dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin.

Karakteristik fisik, seorang pemimpin maka dapat terlihat dari karakteristik fisik dari pemimpin tersebut.

Dengan pengertian yang lain menganggap sifat-sifat fisik ini mampu membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin (penampilan). Akan tetapi anggapan ini bisa menimbulkan diskusi yang cukup tajam nantinya.

Kenyataan nya lebih banyak menunjukkan sulit melihat efektifitas pemimpin dari penampilan fisik dan kemampuan pengawasan saja.

Ghiselli (dalam Rasimin, 2004) telah menemukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara tingkat pengawasan dengan tingkat hirarki.

Krikpatrick dan Locke juga telah menambahkan bahwa pemimpin tidak harus memiliki intelegensi yang tinggi akan tetapi harus memiliki “hal-hal yang tepat atau sifat untuk menjadi lebih efektif.

Adapun hal lain yang dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin adalah: ambisi dan energi, hasrat untuk memimpin, kejujuran dalam memimpin, kepercayaan diri, sosiabilitas, pengetahuan dan stabilitas emosi.

Alasan teori ciri ini kurang tepat di dalam menerangkan efektifitas dalam kepemimpinan. Karena mengabaikan pengikut, kurang mampu menjelaskan pentingnya ciri, dan mengabaikan faktor situasional.

Inilah hasil ringkasan Stogdill terhadap penelitian karakteristik selama 70 tahun sebagai berikut:

  1. Pemimpin mempunyai rasa tanggungjawab yang besar dan keinginan menyelesaikan tugas.
  2. Keras hati dalam mencapai apa yang dijadikan tujuan.
  3. Suka berpetualang dalam menyelesaikan masalah.
  4. Dorongan berinisiatif dalam situasi sosial.
  5. Rasa percaya diri yang kuat dan memiliki identitas pribadi.
  6. Kemauan dalam menerima konsekwensi atas keputusan dan tindakan yang ia lakukan.
  7. Kesiapan dalam menerima tekanan dari manapun.
  8. Kemauan untuk memberi toleransi terhadap frustrasi dan penundaan.
  9. Kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain.
  10. Kapasitas membuat struktur sistem interaksi sosial yang bagus dan sesuai dengan tujuan yang dikehendaki.

Baca Juga : Teori Masuknya Islam ke Indonesia

2. Teori Perilaku

teori kepemimpinan

pixabay.com

Teori perilaku dalam kepemimpinan adalah teori yang mengemukakan bahwa perilaku spesifik dapat membedakan pemimpin dan juga bukan pemimpin. Dalam teori perilaku ini terdapat dua pendekatan yaitu: job centered dan employee centered.

Job centered adalah pemimpin yang berpusat pada pekerjaan, yang bertugas mengawasi secara ketat dan memperhatikan kerja orang lain.

Sedangkan employee centered adalah memperhatikan dalam segi hubungan dengan karyawan, memperhatikan kepuasan pengikut.

Baca Juga : Teori Evolusi

3. Teori Orang Hebat (Great Man Theory)

teori kepemimpinan

pixabay.com

Great Man Theory atau Teori Orang Hebat ini berasumsi bahwa sifat dalam kepemimpinan dan bakat-bakat kepemimpinan ini harus dibawa dari sejak orang tersebut dilahirkan. Great Man Theory ini sudah berkembang sejak abad yang ke-19.

Meskipun tidak dapat diidentifikasikan dengan kepastian ilmiah tentang karakteristik dan kombinasi manusia seperti apa yang dapat dikatakan sebagai pemimpin yang hebat, namun semua orang sudah mengakui bahwa hanya satu orang diantara mereka yang memiliki ciri khas sebagai pemimpin hebat.

Great Man Theory ini juga menyatakan bahwa pemimpin hebat itu ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Teori tersebut telah menganggap seorang pemimpin hebat akan muncul saat dalam menghadapi situasi tertentu saja.

Teori tersebut dipopulerkan oleh Thomas Carlyle dalam bukunya yang berjudul “On Heroes, Hero-Worship, and the Heroic in History”.

4. Teori Sifat Kepribadian (Trait Theory)

teori kepemimpinan

pixabay.com

Teori Sifat Kepribadian atau biasa disebut dengan Trait Theory ini mempercayai bahwa orang yang dilahirkan atau dilatih dengan kepribadian tertentu maka akan menjadikan mereka lebih unggul dalam peran kepemimpinan.

Artinya, kualitas kepribadian tertentu seperti keberanian, kecerdasan, pengetahuan, kecakapan, daya tanggap, imajinasi, fisik, kreativitas, rasa tanggung jawab yang tinggi, disiplin dan nila-nilai lainnya dapat membuat seseorang menjadi pemimpin yang baik.

Teori kepemimpinan ini berfokus kepada analisis karakteristik mental, fisik dan sosial untuk mendapatkan lebih banyak pemahaman tentang karakteristik dan kombinasi karakteristik yang umum diantara semua para pemimpin.

Keberhasilan seseorang dalam kepemimpinan sangat tergantung kepada sifat kepribadiannya dan bukan saja bersumber dari bakat yang dimilikinya namun juga berasal dari pengalaman dan hasil belajarnya selama memimpin.

Menurut penelitian dari McCall dan Lombardo pada tahun (1983), terdapat empat sifat kepribadian utama yang menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan bagi seorang pemimpin.

  • Stabilitas dan ketenangan emosional : Tenang, percaya diri dan dapat diprediksi terutama terhadap saat mengalami tekanan yang berat.
  • Mengakui Kesalahan : Tidak menutupi kesalahan apapun yang telah dibuat tetapi mengakui semua kesalahan yang diperbuat.
  • Keterampilan Interpersonal yang baik : mampu berkomunikasi dan menyakinkan orang lain dengan baikbbb tanpa menggunakan taktik yang negatif dan paksaan.
  • Pengetahuan yang luas (Intelektual) : Mampu memahami berbagai bidang daripada hanya memahami di bidang-bidang tertentu saja.

Baca Juga : Teori Kinetik Gas

5. Teori Kontingensi (Contingency Theory)

teori kepemimpinan

pixabay.com

Teori Kontingensi atau Contingency Theory telah beranggapan bahwa tidak ada cara yang paling baik dalam memimpin dan menyatakan bahwa setiap gaya kepemimpinan harus didasarkan terhadap situasi dan kondisi tertentu.

Berdasarkan Teori Kontingensi ini, seseorang mungkin telah berhasil tampil dan memimpin sangat efektif di kondisi, situasi dan tempat tertentu, namun kinerja kepemimpinannya akan dapat menurun apabila dipindahkan ke situasi dan kondisi lain atau ketika faktor di sekitarnya telah berubah.

Teori Kontingensi atau Contingency Theory ini juga sering disebut dengan nama Teori Situasional.

Beberapa Model Teori Kontingensi atau Situasional yang terkenal diantaranya yaitu:

  • Teori Kepemimpinan Kontigensi Fiedler
  • Teori Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard
  • Teori Kepemimpinan Kontigensi Vroom-Yetten
  • Teori Kontingensi Path-Goal Robert House
  • Teori Kontigensi Strategis.

Teori Kepemimpinan Situasional

teori kepemimpinan

pepnews.com

Teori kepemimpinan situasional, dikembangkan oleh Hersey dan Blanchard. Teori ini terus berusaha untuk memberikan pemahaman kepada pemimpin tentang kaitan antara gaya dalam kepemimpinan yang efektif dengan tingkat kematangan dari para pengikutnya.

Hersey dan Blanchard juga ikut berpendapat bahwa bawahan merupakan faktor yang sangat penting dalam situasi kepemimpinan. Tingkat kematangan dari para bawahan bisa menentukan gaya efektif dari pemimpin.

Dengan demikian konsep dari teori kepemimpinan situasional ini telah menekankan bahwa seorang pemimpin hendaknya menganalisa secara cermat tingkat kematangan anggota di dalam melaksanakan tugasnya.

Misalnya anggota yang sudah bisa memotivasi dirinya sendiri maka otomatis akan sangat sesuai bila ia dipimpin dengan cara delegasi.

Artinya ia sudah dipercaya penuh untuk mengerjakan tugas-tugasnya secara mandiri tanpa perlu adanya bantuan dan pengawasan melekat. Jadi dalam hal ini pemimpinlah yang harus menyesuaikan dirinya dengan tuntutan situasi dan kondisi.

Mungkkin itu saja yang bisa elnuha sampaikan mengenai apa itu teori kepemimpinan.

Semoga bisa bermanfaaat dan menambah pengetahuan sobat semua.

Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply