√ Teori Humanistik Menurut Para Ahli Beserta Kelebihan & Kekurangan

Teori Humanistik – Teori dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikodinamika. Aliran ini secara eksplisit telah memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam proses pengembangan teori psikologis.

Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik yang berasal dari James Bugental (1964), sebagai berikut:

  • Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen.
  • Manusia tidak memiliki konteks yang unik di dalam dirinya.
  • Kesadaran manusia sangat menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain.
  • Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab masing-masing.
  • Manusia bersifat intensional, mereka mencari makna, nilai, dan juga memiliki banyak kreativitas.

Pendekatan humanistik ini banyak mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegaard, Nietzsche, Heidegger, dan Sartre.

Pandangan Teori Humanistik Oleh Para Ahli

teori belajar humanistik

pixabay.com

Teori ini kemudian mendapatkan banyak sekali pertentangan yang kemudian memunculkan teori baru yang membantu untuk mengatasi kekurangan dari teori behavioristik ini.

Teori tersebut adalah teori humanistik.

Seperti teori-teori di mana pun dan teori apapun, setiap teori pasti memiliki beberapa ahli yang berperan di baliknya. Seperti teori belajar humanistik ini yang juga sangat terkenal dengan pendapat dan pandangan dari 3 ahli, yaitu Arthur Combs, Abraham H. Maslow, dan Carl Rogers.

1. Arthur Combs

Ia memiliki pendapat bahwa belajar itu merupakan hal yang bisa terjadi dimana saja dan tatkala bagi seseorang yang ada artinya.

Guru tidak bisa memaksa seseorang untuk mempelajari berbagai hal yang tidak disukai atau dianggap tidak relevan baginya.

Maka ketika muncul perlawanan, hal itu sebenarnya merupakan bentuk perilaku buruk saja yang mencerminkan ketidakmauan seseorang untuk mempelajari hal yang bukan diminatinya, karena sama saja dengan melakukan sesuatu yang baginya tidak mendatangkan kepuasan dan manfaat.

2. Abraham Maslow

Memiliki pandangan yang berbeda terkait dengan teori belajar humanistik ini. Maka maslow sendiri berpendapat bahwa proses belajar pada manusia merupakan proses yang dilaluinya untuk mengaktualisasikan dirinya.

Belajar adalah sebuah proses untuk mengerti sekaligus memahami siapa diri kita sendiri, bagaimana kita menjadi diri kita yang lebih baik lagi, sampai potensi apa yang terdapat pada diri kita untuk kita kembangkan ke arah yang lebih baik lagi.

3. Carl Rogers

Baginya, pengalaman individu merupakan sebuah fenomena logika yang dialami oleh individu itu sendiri. Rogers juga berpendapat bahwa setiap manusia memiliki kecenderungan untuk mencapai kesempurnaan di dalam hidup, membentuk konsep hidup yang unik, menarik, dan tingkah lakunya selaras dengan konsep kehidupan yang dimilikinya.

Menurut Rogers sendiri, pembelajaran itu terjadi melalui fenomena hidup atau pengalaman yang sudah dialami setiap individu.

Hal ini termasuk dengan pengertian, implikasi dari teori humanistik ini, ahli-ahli yang berkiblat pada teori humanistik, sampai dengan kelebihan dan kekurangan dari aplikasi di dalam teori belajar ini.

Baca Juga : Teori Behavioristik

Pengertian Teori Belajar Humanistik

teori belajar humanistik

pixabay.com

Setelah beberapa ahli sudah mengutarakan pendapatnya tentang konsep pembelajaran atau aktivitas dalam belajar, lantas kita mungkin akan berpikir, apa itu Teori Belajar Humanistik atau Teori Humanistik?

Pada dasarnya, teori humanistik ini adalah teori belajar yang memanusiakan manusia.

Pembelajaran ini dipusatkan terhadap pribadi seseorang masing-masing. Teori ini tidak lepas dari pendidikan yang berfokus kepada bagaimana menghasilkan sesuatu yang efektif, bagaimana belajar yang bisa meningkatkan kreativitas seseorang dan memanfaatkan potensi yang ada pada seseorang.

Teori humanistik ini akan muncul sebagai perlawanan terhadap teori belajar sebelumnya, yaitu Teori Behaviouristik, yang dianggap terlalu kaku, pasif, bahkan penurut ketika menggambarkan manusia.

Dalam pengertian teori humanistik ini, terdapat proses pembelajaran yang cenderung lebih abstrak.

Bidang kajian yang mendekati teori ini adalah bidang Filsafat, Teori Kepribadian, dan Psikoterapi. Teori ini bertujuan untuk mementingkan konten pembelajaran dibandingkan bagaimana proses belajar itu berjalan.

Keberhasilan suatu pembelajaran menurut teori ini adalah ketika ada keinginan yang terselip di dalam diri seseorang untuk belajar, mengetahui informasi baru, sehingga terjadi asimilasi dalam struktur kognitinya.

Teori ini juga mengungkapkan bahwa sejatinya semua teori belajar bisa dimanfaatkan hanya jika tujuan dari pembelajaran tersebut adalah memanusiakan individu yang sedang belajar memperbaiki diri.

Bagaimana memanusiakannya? Yaitu ketika mereka bisa mencapai aktualisasi pada diri mereka masing-masing, bisa memahami dirinya sendiri, serta mampu merealisasikan diri sebagai orang yang sedang belajar.

Prinsip Teori Humanistik

teori belajar humanistik

pixabay.com

Berdasarkan pengertian dan pandangan-pandangan dari para ahli, kita bisa mengerti bahwa adanya prinsip-prinsip yang terkandung di dalam Teori Humanistik ini. Prinsip-prinsip tersebut antara lain, sebagai berikut:

  1. Manusia tidak memiliki kemampuan alami untuk belajar sendiri.
  2. Belajar menjadi signifikan apabila apa yang dipelajari seseorang memiliki relevansi dengan keperluan mereka.
  3. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri.
  4. Tugas belajar dapat lebih diterima dan diasimilasikan apabila ancaman dari luar itu semakin kecil kepada dirinya.
  5. Bila ancaman itu rendah terdapat pengalaman siswa dalam memperoleh cara.
  6. Belajar yang bermakna ityu diperoleh jika siswa melakukannya dengan tekun.
  7. Belajar lancar jika siswa sudah dilibatkan di dalam proses belajar itu berlangsung.
  8. Belajar yang melibatkan siswa ini seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam.
  9. Kepercayaan pada diri siswa akan ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri.
  10. Belajar sosial adalah belajar yang bertujuan untuk mengenai proses belajar.

Baca Juga : Teori Asam Basa

Konsep Teori Belajar Humanistik

teori belajar humanistik

pixabay.com

Konsep teori belajar Humanistik yaitu proses yang bertujuan untuk memanusiakan manusia, dimana seorang individu sangat diharapkan dapat mengaktualisasikan diri artinya manusia dapat menggali kemampuan diri sendiri untuk diterapkan dalam lingkungan masing-masing.

Proses belajar Humanistik ini memusatkan perhatian kepada diri peserta didik sehingga menitik beratkan kepada kebebasan individu.

Teori Humanistik ini juga sangtat menekankan kognitif dan afektif yang memengaruhi proses dalam belajar.

Kognitif adalah aspek penguasaan ilmu pengetahuan sedangkan afektif adalah aspek sikap yang keduanya perlu dikembangkan kembali di dalam membangun individu yang lebih baik lagi.

Belajar dianggap berhasil jika individu dapat memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Hal yang paling penting lagi pada proses pembelajaran Humanisme harus adanya motivasiyang kuat  yang diberikan agar peserta didik dapat terus menjalani pembelajaran dengan baik.

Motivasi dapat berasal dari dalam yaitu berasal dari diri sendiri, orang tua. maupun dari guru sebagai fasilitator.

Karakteristik Teori Humanistik 

teori belajar humanistik

pixabay.com

  • Mementingkan manusia sebagai pribadi yang lebih baik.
  • Mementingkan kebulatan pada diri sendiri.
  • Mementingkan peranan kognitif dan afektif.
  • Mengutamakan terjadinya aktualisasi diri dan self concept.
  • Mementingkan persepsual subjektif yang dimiliki setiap individu.
  • Mementingkan kemampuan dalam belajar dan menentukan bentuk tingkah laku sendiri.
  • Mengutamakan insight (pengetahuan/pemahaman).

Implikasi Teori Belajar Humanistik

teori belajar humanistik

jelajahkepri.com

Teori belajar humanistik ini paling dekat untuk digunakan oleh guru. Guru merupakan profesi yang bisa berperan sebagai fasilitator dalam proses belajar siswa di kelas.

Teori ini merupakan panduan atau guideness yang bisa digunakan untuk mendampingi murid selaku peserta belajar tersebut agar mereka bisa mendalami proses belajar dari dalam diri mereka masing-masing.

Ikhtisar dari Teori Belajar Humanistik ini sebagai panduan bagi fasilitator adalah sebagai berikut:

  1. Guru atau pendidik diharapkan mampu memberikan kesan awal yang menyenangkan terhadap siswa.
  2. Guru bertugas membantu setiap peserta didik untuk memperoleh dan memahami semua ilmu yang diajarkan.
  3. Guru yang berkiblat pada teori pembelajaran ini maka harus memiliki keyakinan bahwa setiap peserta didik akan mampu melaksanakan tujuan yang paling tidak bermanfaat bagi dirinya sendiri. Hal itu digunakan sebagai kekuatan atau pendorong dalam proses belajar siswa.
  4. Diusahakan, guru sebisa mungkin bisa mengatur dan menyediakan berbagai sumber pembelajaran yang paling luas dan bisa dimanfaatkan oleh peserta didik yang sedang belajar. Hal ini akan membuat peserta didik akan lebih bisa mencapai tujuan belajar secara pribadi maupun secara umum.
  5. Guru harus mampu menempatkan diri mereka sebagai suatu sumber yang sifatnya fleksibel. Fungsinya agar kelompok peserta didik bisa mendapatkan pendidikan yang lengkap, bukan hanya pengetahuan saja. Ketika sumber pengetahuan begitu kaku hanya dengan memberikan pengetahuan pasti saja, guru sebagai fasilitator juga harus bisa mengombinasikan pengetahuan tersebut dengan pendidikan karakter yang bisa dicerna oleh para peserta didik.
  6. Guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran menurut kiblat humanistik harus mampu menanggapi berbagai respon yang terjadi dalam proses pembelajaran itu berlangsung, baik respon yang sifatnya intelektual maupun yang lebih ke arah perasaan personal.
  7. Apabila kelas telah menjadi kelompok yang lebih mandiri, maka peran fasilitator sebagai seorang ‘guru yang mengajari’ harus perlahan berubah untuk berbaru menjadi ‘murid yang sedang belajar’. Guru harus bisa melatih peserta didik dengan pola pikir sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut.
  8. Meskipun fasilitator adalah seorang guru, namun ia juga harus bersedia untuk mengikuti proses pembelajaran itu berlangsung. Perasaan dan pikiran seorang guru sebagai fasilitator tidak boleh menuntut apalagi sampai memaksakan pembelajaran tersebut harus berhasil didapatkan oleh peserta didik.
  9. Guru sebagai fasilitator harus bisa peka dalam menanggapi pertanyaan seorang murid dan adanya respon yang lebih terkait pada perasaan, bukan pada konteks pembelajaran.
  10. Sangat penting bagi seorang guru sebagai fasilitator untuk mengenali diri sendiri dan peserta didik hingga menerima adanya kekurangan yang terdapat di dalam proses pembelajaran.

Implementasi Terhadap Pembelajaran

teori belajar humanistik

pixabay.com

Dalam teori humanistik ini maka guru harus bertindak sebagai fasilitator yang baik, sehingga disini guru mempunyai banyak tugas diantaranya :

  1. Memberi perhatian dan motivasi kepada peserta belajar.
  2. Dapat membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan per individu di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum.
  3. Memahami karakteristik semua siswa yang menjalankan proses pembelajaaran.
  4. Dapat mengatur dan menyediakan sumber-sumber yang luas untuk belajar.
  5. Dapat menyesuaikan dirinya bersama siswanya, agar suasana lebih nyaman.
  6. Dapat berbaur dengan siswanya, berkomunikasi dengan sangat baik bersama siswanya agar tidak ada kesinggungan satu sama lain.
  7. Dapat memahami dirinya dan tentunya agar dapat memahami siswanya.
  8. Dalam penerapan teori belajar humanistik ini maka proses harus lebih diutamakan daripada hasil, dimana proses dari penerapan teori belajar humanistik.
  9. Mampu merumuskan tujuan belajar yang jelas dan baik.
  10. Mengusahakan partisipasi aktif kepada siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas , jujur dan positif.
  11. Mendorong siswa untuk lebih mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif diri sendiri.
  12. Mampu mendorong siswa untuk lebih peka dalam berpikir kritis, memaknai semua proses pembelajaran secara mandiri.

Baca Juga : Teori Relativitas

Kelebihan dan kekurangan Teori Humanistik

teori belajar humanistik

pixabay.com

Di dalam sebuah teori pasti banyak terdapat kelebihan dan kekurang di dalam penerapan teori tersebut.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan yang terdapat di dalam teori humanistik:

Kelebihan :

  • Lebih bersifat kepada pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, analisis terhadap fenomena sosial.
  • Siswa harus merasa senang, berinisiatif dalam belajar.
  • Guru harus bisa menerima siswa apa adanya,memahami jalan pikiran siswa tersebut.
  • Siswa harus mempunyai banyak pengalaman yang berarti.
  • Menjadikan siswa lebih kreatif dan mandiri dalam berbagai hal, membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah dan praktis.
  • Indikator dari keberhasilan aplikasi ini ialah siswa yang selalu merasa senang dan bergairah.
  • Terjadinya perubahan pola pikir yang baik pada siswa.
  • Siswa diharapkan bisa menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara tanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang-orang lain atau melanggar aturan yang ada, norma, disiplin, atau etika yang berlaku.
  • Siswa harus dituntut untuk berusaha agar lambat laun mampu mencapai aktualisai diri dengan sebaik-baiknya.

Kekurangan :

  • Bersifat individual.
  • Proses belajar tidak akan berhasil jika tidak ada motivasi yang kuat dan lingkungan yang mendukung.
  • Sulit apabila diterapkan dalam konteks yang lebih praktis.
  • Peserta didik akan sangat kesulitan dalam mengenal diri dan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
  • Siswa yang tidak mau memahami potensi dirinya maka akan ketinggalan dalam proses belajar.
  • Siswa tidak aktif dan malas dalam belajar maka akan sangat merugikan diri sendiri dalam proses belajar.
  • Peran guru dalam proses pembentukan dan pendewasaan kepribadian siswa menjadi sangat berkurang.
  • Keberhasilan proses belajar lebih banyak ditentukan oleh siswa itu sendiri daripada dari guru sebagai pengajar.

Demikianlah informasi yang bisa Elnuha berikan terkait dengan Teori Belajar Humanistik. Semoga jabaran informasi mengenai Teori Belajar Humanistik ini bisa membantu Anda untuk mengetahui teori humanistik secara keseluruhan.

Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply