√ Teori Hukum Menurut Para Ahli, Pengertian, Fungsi (Lengkap)

Teori Hukum – Teori hukum ini sebagai upaya untuk memperjelas nilai-nilai yang terdapat di dalam kandungan hukum serta postulat-postulatnya yang sampai kepada filosofisnya yang paling terdalam.

Pengertian “Teori Hukum” tersebut tidak jauh berbeda dengan kajian filsafat hukum pada umumnya, oleh karena itu hukum masih tetap merunut kebelakang pada pencarian filosofis yang paling terdalam dari materi tujuan hukum itu sendiri.

Ada banyak sekali istilah yang dilekatkan dengan teori hukum ini, sebagaimana yang dikemukakan oleh Mochtar Kusumaatmadja sebagai berikut:

  • Pelajaran hukum umum
  • Hukum sistematis
  • Ilmu hukum dogmatis

Maka dapat dikatakan bahwa teori hukum ini telah mempelajari tentang pengertian pokok dan sistematika hukum.

Pengertian pokok dapat diidentifikasi seperti subjek hukum, Perbuatan Hukum, Objek Hukum, Peristiwa Hukum dan Badan Hukum.

Sedangkan sistematika dari hukum sendiri dapat di amati dengan cara mempelajari pengertian-pengertian dasar dalam ilmu hukum, seperti istilah staarbaar feit/ delict kemudian diartikan sebagai “Tindak Pidana” “Perbuatan Pidana” Atau “Perbuatan yang Dapat Dihukum”, namun sesungguhnya pengertian itu sama saja pada umumnya.

Pengertian dan Ciri-Ciri Teori Hukum

teori hukum

legal-agenda.com

Dalam dunia ilmu, teori menempati kedudukan yang paling penting. Teori akan memberikan sarana kepada kita untuk bisa merangkum serta memahami berbaagai macam masalah yang kita bicarakan secara lebih baik.

Teori juga akan memberikan penjelasan dengan cara mengorganisasikan dan mensistematisasikan masalah yang sedang dibicarakan.

Terdapat keragu-raguan dari para akademisi tentang tempat dari disiplin teori hukum dengan filsafat hukum, ilmu hukum, hukum normatif dan hukum positif.

Ada yang menyamakan antara filsafat hukum dan juga teori hukum.

Menurut Imre Lakatos, teori adalah sebuah hasil pemikiran yang tidak akan musnah dan hilang begitu saja ketika teori lainnya pada dasarnya juga merupakan keanekaragaman dalam sebuah penelitian.

Teori disini berisi tentang:

  1. Memahkotai sistem
  2. Terdiri atas hukum-hukum ilmiah
  3. Pernyataan-pernyataan umum yang sudah memuat hubungan teratur antara fakta atau gejala
  4. Berfungsi untuk member eksplanasi, prediksi dan pemahaman terhadap berbagai fakta atau gejala

Teori Hukum Menurut Para Ahli

teori hukum

plantbasednews.org

Mengenai definisi teori hokum ini, maka belum adanya satu definisi yang baku. Banyak sekali pendapat dari para ahli mengenai disiplin pada teori hukum ini, antara lain sebagai berikut:

1. Hans Kelsen

teori hukum

youtube.com

Teori hukum adalah ilmu pengetahuan yang berfikus mengenai hukum yang berlaku bukan mengenai hukum yang seharusnya. Teori hukum yang dimaksud disini adalah teori hukum murni, yang biasa disebut sebagai teori hukum positif.

Teori hukum murni ini, maksudnya karena ia hanya menjelaskan tentang hukum dan berupaya membersihkan objek penjelasan dari segala hal yang tidak bersangkut paut dengan teori hukum. Sebagai teori, ia menjelaskan apa itu hukum, dan bagaimana teori itu bisa ada.

Baca Juga : Teori Behavioristik

2. Friedman

teori hukum

britannica.com

Teori hukum adalah ilmu pengetahuan yang sudah mempelajari esensi hukum yang berkaitan antara filsafat hukum di satu sisi dan teori politik di sisi yang lain.

Disiplin teori hukum tidak mendapatkan tempat sebagai ilmu yang mandiri, maka disiplin di dalam ilmu teori hukum harus mendapatkan tempat di dalam disiplin ilmu hukum secara mandiri.

3. Ian Mc Leod

airdberlis.com

Teori hukum adalah suatu teori yang mengarah kepada analisis teoritik secara sistematis terhadap sifat-sifat yang paling dasar dalam hukum, aturan-aturan hukum atau intitusi hukum secara umum.

4. John Finch

teori hukum

youtube.com

Teori hukum adalah studi kasus yang meliputi tentang karakteristik esensial pada hukum dan kebiasaan yang sifatnya lebih umum pada suatu system hukum yang bertujuan menganalisis unsur-unsur dasar yang membuatnya menjadi hukum dan membedakannya dari peraturan-peraturan lain.

5. Jan Gijssels dan Mark van Hocke

youtube.com

Teori hokum adalah ilmu yang bersifat menerangkan atau menjelaskan tentang hokum. Teori hukum merupakan disiplin mandiri yang perkembangannya dipengaruhi dan sangat terkait dengan ajaran hukum umum.

Mereka memandang bahwa ada kesinambungan antara Ajaran Hukum Umum dalam dua aspek sebagai berikut:

  • Teori hukum sebagai kelanjutan dari arahan hukum secara umum memiliki objek disiplin mandiri, diantara dogmatik hukum di satu sisi dan filsafat dalam hukum di sisi lain. Dewasa di dalam teori hukum ini diakui sebagai disiplin ketiga disamping untuk melengkapi filsafat hukum dan dogmatik hukum, masing-masing memiliki wilayah dan nilai sendiri-sendiri.
  • Teori hukum sangat dipandang sebagai ilmu a-normatif yang bebas nilai, yang membedakan dengan disiplin lain.

6. Bruggink

youtube.com

Teori hukum pada seluruh pernyataan yang saling berkaitan dengan system konseptual aturan-aturan pada hukum dan keputusan hukum dan system tersebut untuk sebagian yang penting dipositifkan terlebih dahulu. Pengertian ini mempunyai makna ganda, yakni definisi teori sebagai produk dan juga proses.

Ada lagi yang mengatakan bahwa teori hukum ini adalah teori tentang tata tertib manusia, karena ia memberi jawab tentang apa itu hukum secara berbeda yang strategik bagi tertib dirinya, yang mewarnai teori hukum.

Dengan memperhatikan pendapat oleh para ahli, rumusan tentang disiplin pada teori hukum ini adalah sebagai berikut:

  1. Teori hukum yang sama pengertiannya dengan filsafat hukum
  2. Teori hukum yang berbeda pengertiannya dengan filsafat hukum
  3. Teori hukum yang bersinonim dengan ilmu hukum

Dari penjelasan di atas, Lili Rasjidi dan Ira Thania Rashidi telah mencoba membedakan antara teori hukum dengan filsafat hukum.

Teori hukum adalah ilmu yang mempelajari tentang pengetian-pengertian pokok dan sistem dari hukum itu sendiri.

Pengertian-pengertian pokok seperti itu misalnya subjek hukum, perbuatan hukum, dan lain-lain yang memiliki pengertian yang bersifat umum dan juga teknis.

Pengertian pokok ini sangat penting agar dapat memahami semua sistem hukum pada umumnya maupun pada sistem hukum yang positif.

Selanjutnya Lili Rasjidi dan Ira Thania menjelaskan bahwa teori hukum ini telah merefleksikan objek dan metode dari berbagai bentuk ilmu hukum.

Terdapat dua pandangan besar mengenai teori hukum ini yang bertolak belakang namun masih ada di dalam satu realitas, seperti ungkapan gambaran sebuah mata uang yang memiliki dua belah bagian yang berbeda.

Pertama, pandangan yang sudah didukung oleh tiga argumen yaitu pandangna bahwa hokum sebagai suatu sistem yang pada prinsipnya dapat diprediksi yang bersumber dari pengetahuan yang akurat tentang kondis sistem itu sekarang, perilaku sistem juga ditentukan oleh bagian-bagian yang terkecil dari sistem itu dan teori hukum mampu menjelaskan tentang persoalannya sebagaimana adanya tanpa berkaitan dengan orang (pengamat).

Hal ini mampu membawa kita kepada pandangan bahwa teori hukum itu adalah deterministik, reduksionis, dan realistik.

Kedua, pandangan yang menyatakan bahwa hukum bukanlah sebagai suatu sistem yang teratur dan tetap merupakan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan ketidakberaturan, tidak dapat diramalkan, dan bahwa hukum juga sangat dipengaruhi oleh persepsi orang (pengamat) dalam memaknai sebuah hukum tersebut.

Pandangan ini banyak sekali dikemukakan oleh mereka yang beraliran sosiologis dan post-modernis, dimana mereka telah memandang bahwa pada setiap waktu mengalami perubahan, baik itu kecil maupun yang besar, evolutif maupun revolusioner.

Teori hukum tidak hanya menjelaskan tentang apa itu hukum sampai kepada hal-hal yang konkret, tetapi juga pada persoalan yang mendasar dari hukum itu sendiri.

Seperti yang dikatakan Radbruch, yang dikutip oleh Satjipto Rahardjo, tugas teori hukum yaitu membuat jelas nilai-nilai oleh postulat-postulat hukum sampai kepada penjelasan filosofis yang paling tertinggi.

Teori hukum akan mempertanyakan berbagai macam hal seperti:

  • Mengapa hukum itu berlaku
  • Apa dasar kekuatan yang mengikatnya
  • Apa yang menjadi tujuan adanya hukum
  • Bagaimana hukum bisa dipahami
  • Apa hubungannya dengan individu dengan masyarakat
  • Apa yang seharusnya dilakukan oleh hukum
  • Apakah keadilan itu
  • Bagaimana hukum yang adil

Baca Juga : Teori Manajemen

Ciri Ciri Teori Hukum

teori hukum

nrelaw.com

  1. Berpikir tentang hukum
  2. Mencari segala sesuatu tentang apa itu hukum
  3. Menanyakan yang mana yang merupakan hukum
  4. Menanyakan apa isi dari sistem hukum
  5. Tidak membentuk hukum yang ajeg
  6. Memperoleh materiil dari ilmu hukum
  7. Merupakan meta pada teori hukum
  8. Merupakan refleksi dari teknik hukum
  9. Cara ahli hukum berbicara tentang hukum
  10. Berbicara hukum dari perspektif yang tidak teknis yuridis dengan bahasa yang tidak teknis yuridis pula
  11. Menanyakan tentang dapat atau tidaknya atau bisa digunakan teknis interpretasi yang logis
  12. Berbicara tentang pertimbanagan atau penalaran oleh para ahli hukum
  13. Tidak mempermasalahkan penyelesaian mana yang paling cocok dalam hukum
  14. Meneliti pertimbangan para ahli hukum dan instrumentarium yang digunakan para ahli hukum

Kebenaran Teoritik dan Kebenaran Hukum

teori hukum

cpexecutive.com

Kebenaran teoritik dan kebenaran hukum ini berkaitan dengan banyaknya teori-teori hukum dengan berbagai macam alirannya. Makna dari kebenaran teori dengan kebenaran hukum tidaklah sama.

Kebenaran dari teori ini merupakan dari hasil ujian dalam sintesa yang sudah dibuat dalam teori tersebut.

Pengertian teori di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa yang terjadi; asas dan hukum umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan; (pendapat, cara, dan aturan untuk melakukan sesuatu.

Sedangkan teoretik atau teoretis yang sering kita sebut dengan teoritik ini adalah berdasarkan pada teori yang sudah di pelajari, mengenai atau menurut teori. Arti dari kebenaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan yang sesungguhnya terjadi.

Kebenaran teoritik ini adalah kebenaran yang sesuangguhnya atau sesuatu yang dianggap sudah benar yang dilihat dari sudut pandang dari pendapat para ahli, sedangkan kebenaran hukum adalah sesuatu yang sudah dianggap benar oleh para teoritisi tentang hukum yang berdasarkan aliran-aliran ilmu hukum yang mereka anut tentang hukum itu sendiri.

Bentuk Positivisme Hukum

teori hukum

lawnn.com

Menurut pandangan dari aliran positivisme hukum, konsep dalam hukum yang hendak diketengahkan adalah hukum sebagai perintah manusia yang dibuat oleh badan yang berwenang. Ada dua bentuk positivisme hukum, yakni, sebagaii barikut:

1. Positivisme Yuridis

Yang pertama adalah positivisme yuridis, berarti hukum yang dipandang sebagai suatu gejala tersendiri yang perlu diolah secara ilmiah.

Tujuannya adalah untuk pembentukan struktur rasional sistem yurudis yang sudah berlaku. Dalam positivisme yuridis ini, berlaku closed logical system, yang berarti bahwa peraturan direduksikan daru di dalam undang-undang yang berlaku tanpa perlu meminta bimbingan dari norma sosial, politik dan moral, dengan tokoh von Jhering dan Austin.

2. Positivisme Sosiologis

Yang kedua adalah positivisme sosiologis, hukum yang ditanggapi terbuka bagi kehidupan masyarakat, yang harus diselidiki dengan cara metode-metode alamiah.

Namun pandangan ini ditentang oleh aliran-aliran hukum yang lain diantaranya realisme hukum. Aliran ini berpendapat bahwa hukum itu dibentuk tidak dari penguasa nya langsung, melainkan berasal hukum yang hidup dan tumbuh bersama masyarakat.

Hukum tidak dapat dipisahkan begitu saja dari anasir-anasir sosiologis, dan lebih mementingkan keadilan dalam kehidupan masyarakat.

Urgensi Teori Hukum

teori hukum

blog.ipleaders.in

Teori hukum merupakan ilmu disiplin tersendiri yang dilakukan diantara dogmatik hukum dan filsafat hukum, yang mempunyai perspektif interdisipliner dan eksternal secara kritis menganalisis berbagai macam aspek gejala hukum, baik tersendiri maupun dalam kaitan keseluruhan.

Baik dalam konsepsi teoritisnya maupun dalam kaitan keseluruhan, baik dalam konsepsi teoretisnya maupun dalam penerapan praktisnya, dengan tujuan tersebut maka untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dan memberikan penjelasan sejernih mungkin tentang hukum dalam kenyataan kemasyarakatan.

Kegunaan Teori Hukum

teori hukum

parade.com

  1. Menjelaskan bahwa hukum dengan cara menafsirkan sesuatu arti/pengertian, sesuatu syarat atau unsur sahnya suatu peristiwa hukum itu, dan hirarkhi kekuatan dalam peraturan hukum
  2. Menilai suatu peristiwa dari hukum
  3. Memprediksi tentang sesuatu yang akan terjadi. Menurut Radbruch, teori hukum ini memiliki tugas yaitu membikin jelas nilai-nilai serta postulat hukum sampai kepada landasan filosifisnya yang paling tertinggi

Sedangkan Kelsen juga menyatakan bahwa teori hukum ini berfungsi untuk mengurangi kekacauan dan kemajemukan yang menjadi kesatuan. Teori hukum juga merupakan ilmu pengetahuan mengenai hukum yang berlaku, bukan mengenai hukum yang sudah seharusnya.

Baca Juga : Teori Konstruktivisme

Aspek Teori Hukum Secara Global

teorii hukum

athabascalaw.ca

Kegunaan yang lain dari, teori hukum ini menurut Mochtar Kusumaatmadja, teori hukum pembangunan, adalah mengundang banyak atensi, yang apabila dijabarkan menurut aspek tersebut secara global adalah sebagai berikut:

  1. Sampai saat ini adalah teori hukum yang diciptakan langsung oleh orang Indonesia dengan melihat dimensi dan kultur pada masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dengan tolak ukur dimensi pada teori hukum pembangunan tersebut lahir, tumbuh dan semakin berkembang sesuai dengan kondisi Negara Indonesia. Hakikatnya jikalau diterapkan dalam aplikasinya akan sesuai dengan kondisi dan situasi oleh masyarakat Indonesia yang pluralistik.
  2. Secara dimensional maka Teori Hukum Pembangunan ini memakai kerangka acuan pada pandangan hidup (way of live) masyarakat serta bangsa Indonesia yang berdasarkan kepada asas Pancasila yang bersifat kekeluargaan maka terhadap norma, asas, lembaga dan kaidah yang terdapat di dalam Teori Hukum Pembangunan tersebut relatif sudah merupakan dimensi yang meliputi semua structure (struktur), culture (kultur) dan substance (substansi)
  3. Pada dasarnya Teori Hukum Pembangunan ini memberikan dasar fungsi kepada hukum sebagai “sarana pembaharuan pada masyarakat” (law as a tool social engeneering) dan hukum sebagai suatu sistem yang sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia ini sebagai negara yang sedang terus berkembang.

Sumber-Sumber Teori Hukum

teorii hukum

justitia-int.org

Berkaitan dengan sumber-sumber yang terdapat di dalam teori hukum, maka teori hukum ini bersumber pada pedapat para sarjana hukum tentang hukum dan bagaimana mereka bisa memaknai hukum tergantung kepada aliran yang mereka anut untuk menjelaskan apa itu hukum.

Sebagaimana yang juga sudah dijelaskan oleh Radbruch, bahwa teori hukum ini membikin jelas nilai-nilai serta postulat-postulat hukum sampai kepada landasan filosofisnya yang paling tertinggi.

Contohnya yaitu, Hans Kelsen yang mengajarkan teori hukum murni, yang mengatakan bahwa teori hukum murni ini adalah teori hukum umum yang berusaha dapat menjawab bagaimana hukum itu dibuat, dan bukan menjawab pertanyaan bagaimana seharusnya hukum itu dibuat.

Ia mengatakan bahwa teori hukum murni ini karena teori tersebut telah mengarahkan kognisi (pengetahuan) pada hukum itu sendiri, karena teori tersebut sudah menghilangkan semua yang tidak menjadi objek kognisi yang sebenarnya ditetapkan sebagai hukum tersebut, yakni dengan cara membebaskan ilmu hukum dari semua elemen-elemen asing.

Karl Marx yang hidup pada masa revolusi industri itu juga, mengatakan bahwa hukum itu adalah alat legitimasi dari kelas ekonomi tertentu.

Hukum itu hanya melayani kepentingan ‘orang yang berpunya saja, yang dimaksud disini adalah pemilik modal yang besar.

Teori Karl Max yang terkenal adalah hukum ada di dalam bingkai infra-struktur, supra-struktur. Infra-stuktur adalah fakta hubungan ekonomi pada masyarakat. Sedangkan supra-struktur adalah kelembagaan sosial non ekonomi, contohnya seperti hukum, agama, sistem politik, corak budaya dan lain sebagainya.

Baik mungkin itu saja yang bisa Elnuha sampaikan mengenai teori hukum ini, semoga bisa bermanfaat buat sobat semua.

terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply