√ Teori Evolusi Menurut Charles Darwin & Lamarck (LENGKAP)

Hallo sahabat elnuha semua, kali ini elnuha akan membahas tentang sebuah teori yaitu tentang teori evolusi.

Apakah sobat semua sudah mengetahui tentang apa itu teori evolusi? Kira-kira apa saja, ya, hubungan antara teori evolusi terhadap kehidupan manusia? Lalu apa saja perbedaan antara teori evolusi Darwin dan Lamarck?

Kalau kita tarik ke arah yang lebih luas lagi, evolusi ini secara tidak sadar sudah kita lakukan selama hidup.

Jika kamu perhatikan lebih dalam lagi, bentuk fisik kita dalam berevolusi. Cara berpikir kita berevolusi. Hati kita berubah menjadi lebih kuat dan indah setiap kali kita patah hati dan berhasil move on.

Tapi, kira-kira apa hubungannya, ya, dengan biologi? Hmmm...

Di dalam biologi, dikenal dengan istilah “teori evolusi”. Teori evolusi adalah sebuah teori yang membahas bagaimana makhluk hidup dapat berkembang biak, asal-usulnya, serta keterkaitan genetik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain.

Menariknya, sampai saat ini, teori evolusi ini sudah merupakan hal yang masih terus dikaji di berbagai kalangan. Berbagai ahli juga sudah memberikan pendapat bagaimana suatu makhluk hidup dapat “berubah” bentuk menjadi seperti yang saat ini kita lihat.

Bicara soal teori evolusi, maka ada dua orang yang terkenal akan teori evolusinya.

Kedua orang itu yaitu bernama Lamarck dan Darwin. Meskipun kelihatannya cukup bertentangan, tetapi kedua orang tersebut malah mempunyai landasan teori evolusi yang sangat menarik, lho.

Apa saja teorinya? mari kita bahas secara mendetail di bawah ini.

Teori Evolusi Lamarck (1744-1829)

teori evolusi

pixabay.com

Dalam bukunya yang berjudul “Philosophic”, Jean-Baptiste de Lamarck, ahli biologi yang berkebangsaan Perancis ini menyebutkan bahwa ada beberapa gagasan terkait dengan teori evolusi ini:

  • Lingkungan yang mempunyai pengaruh besar pada ciri dan sifat yang dihasilkan melalui adaptasi lingkungan.
  • Ciri dan sifat yang terbentuk akan dapat diwariskan kepada keturunan.
  • Organ yang sering digunakan akan semakin berkembang dan membesar, sementara organ yang jarang digunakan akan mengalami penyusutan, atau bahkan menghilang sampai tidak kelihatan.

Lamarck telah memberikan contoh pada spesies jerapah.

Lamarck berpendapat bahwa panjang leher pada hewan jerapah yang kita lihat saat ini dapat merupakan akibat dari adanya evolusi.

Menurut Lamarck sendiri, di masa lalu, hewan jerapah hanya ada satu jenis, yaitu jerapah dengan leher yang pendek. Nah, karena makanan dari hewan jerapah ini ada di pucuk daun yang sangat tinggi, mau tidak mau, maka jerapah tersebut harus berusaha untuk menggapai dedaunan yang akan dimakan nya.

Jerapah pun dapat menguatkan otot lehernya dan menggunakannya secara maksimal sehingga lehernya dapat menjadi panjang.

Sifat jerapah yang berleher panjang ini pun dapat diwariskan kepada keturunanya sehingga semua jerapah yang kita lihat saat ini akan berleher panjang semuanya.

Menariknya, gagasan yang dikeluarkan oleh teori evolusi dari Lamarck ini menghasilkan 2 fakta yang cukup penting:

  • Adanya penemuan fosil yang memperlihatkan bahwa makhluk hidup pada zaman dahulu berbeda dengan makhluk hidup di masa yang sekarang.
  • Teorinya menjelaskan mengapa setiap makhluk hidup ini memiliki adaptasi yang baik terhadap lingkungan.

Gagasan Lamarck ini memperlihatkan bahwa tiap makhluk hidup mempunyai cara adaptasi sesuai dengan cara hidupnya masing-masing.

Itulah mengapa singa mempunyai cakar yang kuat yang berguna untuk menecengkeram mangsanya. Mengapa gajah punya belalai yang panjang untuk mengumpulkan makanan. Itulah mengapa, rusa mempunyai otot kaki yang kuat, demi bisa kabur dari kejaran predator yang akan memangsanya.

Baca Juga : Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Teori Evolusi Charles Darwin

teori evolusi

pixabay.com

Ada beberapa perbedaan yang terkandung di dalam teori evolusi Darwin dan Lamarck setelah Charles Darwin melakukan perjalanan ke kepulauan Galapagos, pesisir Amerika Selatan.

Saat meneliti ke sana, Darwin mendapatkan sebuah pengalaman yang tidak terduga.

Ternyata, variasi hewan dan tumbuhan yang berada di kepulauan Galapagos sangat terlihat lebih jelas. Dua hewan yang membuat Darwin takjub adalah burung finch dan kura-kura galapagos.

Mengapa bisa demikian?

Saat Darwin sedang mengamati, ternyata burung finch yang ada di sana memiliki banyak sekali variasi jenis. Menurut Darwin, pada mulanya, burung finch ini berasal dari satu spesies pemakan biji yang berada di Amerika Selatan.

Karena mencari makan, burung-burung finch ini kemudian bermigrasi dan terdampar ke tempat yang berbeda-beda. Ada yang pergi ke tempat dengan banyak biji-bijian dan ada juga yang dipenuhi serangga, ada yang pergi ke tempat yang banyak bunga dan juga nektar.

Dengan adanya perbedaan jenis makanan tersebut, maka burung finch akhirnya beradaptasi dan mengubah bentuk paruh sesuai dengan makanan yang burung tersebut makan.

Baca Juga : Teori Kepemimpinan

Hasilnya, burung finch berevolusi menjadi beberapa spesies baru seperti gambar dibawah ini.

kicaumedia.blogspot.com

Selain burung finch, Darwin juga telah meneliti terhadap hewan kura-kura Galapagos yang mempunyai jenis cangkang yang berbeda.

Pada habitat yang basah, Darwin sendiri telah menemukan jenis kura-kura berukuran besar dengan cangkang yang berbentuk kubah. Sementara di habitat yang kering, kura-kura yang ditemui Darwin justru berukuran lebih kecil dan bentuk cangkangnya seperti pelana.

Baca Juga : Teori Maslow

liputan6.com

Fenonema ini membawa Darwin kepada kesimpulan bahwa: Individu yang beradaptasi pada habitat dengan baik akan mewariskan sifat unggul kepada generasi yang selanjutnya.

Lebih jauh lagi, sifat unggul ini lama-kelamaan akan dapat mengubah bentuk asli dari spesies sebelumnya, sehingga berevolusi menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan aslinya.

Setelah melakukan perjalanan yang sangat jauh itu, pada tahun 1859, Darwin telah memublikasikan bukunya yang berjudul “The Origin of Species by Means of Natural Selection”. Di dalamnya, Darwin mengemukakan tentang teori evolusinya secara berkala. Ada dua teori pokok yang disampaikannya:

  • Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup di masa yang lalu.
  • Evolusi ini terjadi karna hewan terbut melalui seleksi alam.

Seperti halnya Lamarck, Darwin telah mencontohkan teorinya dengan spesies jerapah yang ada saat ini. Berbeda dengan Lamarck, Darwin telah berpendapat, bahwa pada masa lalu, jerapah ada dua jenis  yaitu: jerapah dengan leher panjang, dan jerapah leher pendek.

Kedua jerapah ini sama-sama mengambil makanan yang berada di pucuk ranting.

Lama-kelamaan, daun yang berada di bagian bawah pun sudah mulai habis dan tersisa daun di batang pohon yang paling tinggi. Apa akibatnya?

Kedua spesies jerapah ini pun akan berkompetisi untuk mengambil daun tersebut. Dan, karena jerapah dengan leher pendek kesulitan untuk menggapai dedaunan tinggi, maka akhirnya spesies jerapah ini mati sehingga menyisakan spesies jerapah yang berleher panjang. jelasnya seperti jerapah yang kita lihat saat ini.

perbedaan teori darwin dan lamarck-1.jpg

blog.ruangguru.com

 

Melihat contoh ini, kamu mung sudah bisa menyimpulkan, nggak, kira-kira apa perbedaan paling besar dari teori evolusi dari Darwin dan Lamarck?

Ya, pada teori evolusi yang dikemukakan Darwin, terlihat jelas bahwa adanya variasi organisme terjadi dengan sendirinya (dari dulu memang sudah ada jerapah yang berleher panjang dan pendek) yang kemudian diseleksi oleh alam.

Sementara menurut Lamarck, variasi ini terjadi sebagai akibat dari perubahan lingkungannya. Bagaimana si organisme yang dapat berusaha beradaptasi terhadap lingkungannya.

Catatan: Semua teori itu memang benar adanya namun tidak bisa dibenarkan fakta dari teori tersebut, semua hanya Tuhan yang lebih mengetahuinya

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply