√ Teori Darwin Beserta Penjelasan dan Biografi Charles Darwin

Teori Darwin adalah teori yang sudah sangat terkenal dalam kehidupan manusia. Darwin telah berpendapat bahwa manusia berasal dari seekor Kera. Nenek moyang manusia adalah kera yang berevolusi menjadi manusia modern seperti manusia sekarang ini.

Pendukung teori Darwin telah beranggapan bahwa semua makhluk berasal dari nenek moyang yang juga sama.

Secara kasar, teori ini telah menyebutkan bahwa nenek moyang manusia itu adalah kera. Pada awalnya kesimpulan itu adalah berdasarkan penemuan penemuan tulang belulang yang berasal dari hewan dan manusia purba termasuk kera purba.

Kera tersebut secara bertahap mengalami ‘perbaikan biologis’ selama jutaan tahun sehingga bisa menjadi manusia.

KALA Charles Darwin (1809-1882) yang juga memperkenalkan On the Origin of Species (1859), dia juga menjelaskan tentang teori seleksi alam.

Lalu di buku keduanya yang bernama The Descent of Man, and Selection in Relation to Sex (1871), dia juga menyebut manusia telah berevolusi dari kera.

teori darwin

indoprogress.com

Namun teori ini bercela karena belum ada penemuan yang berasal dari fosil makhluk “setengah kera, setengah manusia” sebagai bentuk transisi dari skema evolusi yang bisa menjadi bukti sahih. Ada mata rantai yang hilang (missing link).

Darwin telah menarik banyak pengikut di Eropa. Salah satunya Marie Eugene Francois Thomas Dubois, yang lahir di Eijsden, Limburg, Belanda pada 28 Januari 1858.

Dia sudah mulai mengenal teori Darwin ini melalui studi medisnya yang berada di Universitas Amsterdam. Berasumsi asal-usul manusia terletak di daerah tropis, pada tahun 1887 lalu dia bergabung dengan militer agar ditempatkan di Hindia Belanda.

“Dubois mendasarkan argumennya dari Darwin yang dalam Descent of Man menyatakan bahwa nenek moyang manusia itu tinggal di daerah tropis, karena manusia (modern) sudah kehilangan bulu-bulu di sekujur tubuh selama proses perkembangannya,” tulis Bert Theunissen dalam Eugene Dubois and the Ape-man from Java.

Darwin juga menunjuk Afrika tropis di mana terdapat habitat gorila dan juga simpanse.

Teori darwin

harapanrakyat.com

Tapi Alfred Russell Wallace (1823-1913), pemikir teori evolusi lainnya, juga telah menyebut asal-usul manusia lebih dekat kepada siamang dan orang utan yang habitat alaminya di Asia Tenggara. Dubois juga menyepakati Wallace.

Penelitian pertamanya yang dilakukan pada tahun 1888. Dibantu oleh pemerintah kolonial Belanda, dia menelusuri gua-gua yang berada di Padang, Sumatera.

Perhatiannya lalu teralihkan ke Jawa kala muncul laporan dengan adanya temuan fosil Homo wajakensis (Manusia Wajak) oleh insinyur petambangan Belanda, B.D. van Rietschoten, di Wajak, Tulungagung, Jawa Timur pada tahun 1889.

Dubois dan tim ekskavasinya juga telah memusatkan risetnya di Trinil, dekat lembah sungai Bengawan Solo.

Hasilnya pada tahun 1891, dia telah menemukan bahwa ada fosil tengkorak manusia yang berupa gigi, tulang paha, dan tempurung kepala.

Dia juga telah meyakini bahwa fosil itu sebagai missing link yang dicari. Dia namakan fosil itu dengan nama Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa). Usianya 700.000 hingga 1.000.000 tahun, menjadi temuan fosil tertua yang berada di dunia saat itu.

Pada tahun 1894, Dubois telah menerbitkan temuannya, lalu ia pulang kembali ke Belanda untuk meyakinkan publik Barat.

“Dia telah percaya Pithecantropus adalah missing link, bukan kera ataupun manusia, tapi di tengah-tengahnya. Komunitas sains Eropa ini tidak bisa menghargai pencapaiannya ini, dan dia juga menjadi frustrasi,” tulis Amir Aczel dalam The Jesuit and the Skull.

“Dubois lalu menyembunyikan temuannya di tersebut dibawah lantai rumahnya yang berada di Belanda, dan menolak untuk menunjukkannya kepada siapa pun.”

Baru pada tahun 1923, Dubois baru bisa memperlihatkan kembali Phitecanthropus erectus ke publik.

Tahun-tahun setelahnya, dia biasa menghabiskan waktunya untuk mempertahankan hipotesis “manusia kera” setelah fosil-fosil serupa kembali ditemukan: Sinanthropus pekinensis (Manusia Peking) yang beraada di Cina pada tahun 1927-1929 dan temuan G.H.R. von Koeningswald (1902-1982) di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tahun 1931-1941.

Sampai akhir hayatnya pada tanggal 16 Desember 1940, Dubois bersikukuh Phitecanthropus erectus berada dalam klasifikasi sendiri. Nantinya, semua temuan tersebut akan disatukan sebagai Homo erectus (manusia yang berjalan dengan tegak).

Bagaimanapun begitu, sebagaimana dikatakan von Koenigswald, Phitecanthropus erectus adalah fosil “paling terkenal, didiskusikan, dan digunjingkan.

” Semua berkat Dubois, yang petualangannya yang menyingkap evolusi manusia dapat dibaca secara komprehensif dalam bukunya yang berjudul The Man who Found the Missing Link: Eugene Dubois and His Lifelong Quest to Prove Darwin Right karya Pat Shinman.

“Dubois adalah pionir penelitian dari asal-usul manusia, utamanya karena dia adalah orang pertama yang melaksanakan riset dengan sungguh-sungguh untuk mencari fosil nenek moyang manusia,” tulis Carl C. Swisher III, Garniss H. Curtis, dan Roger Lewin dalam Java Man: How Two Geologist Changed Our Understanding of Human Evolution.

Anda tidak setuju dengan teori yang dibahas ini walaupun didukung dengan ayat di dalam kitab suci? Tidak masalah kok, karena kebenaran sejati hanyalah ada di tangan Allah SWT…

Mungkin itu saja yang bisa Elnuha sampaikan mengenai teori darwin, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan sobat semua.

Terima kasih.

Baca juga referensi yang biasa menjadi kutipan kami, horseasy.com. Anda akan dapat ilmu dan wawasan baru bila mau dan rajin membaca artikel-artikel di dalamnya.

Baca Juga :

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply