√ 7 Teori Belajar Kognitif Menurut Para Ahli, Prinsip, Tokoh (LENGKAP)

Hallo sahabat Elnuha, kali ini Elnuha akan membahas tentang mengenai teori belajar kognitif.

Apa itu teori kognitif?

Teori ini mengatakan bahwa belajar tidak hanya sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon saja, melainkan juga harus dengan tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya.

Teori kognitif ini juga menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi itu saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut.

Teori ini berpandangan bahwa belajar itu merupakan suatu proses internal yang mencakup dengan ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktivitas yang melibatkan langsung dengan proses berpikir yang sangat kompleks.

Teori belajar kognitif ini perlu sekali untuk dipelajari oleh para guru atau calon guru agar dapat menyiapkan dan melaksanakan pembelajarannya secara efektif dan efisien. Tentunya dapat memecahkan berbagai permasalahan di dalam kelas sesuai dengan prinsip-prinsip dalam belajar.

Pengertian Teori Belajar Kognitif

teori belajar kognitif

pixabay.com

Kognitif sendiri berasal dari bahasa Inggris “Cognitive” yang bermakna yaitu mengerti atau pengertian. Diartikan secara luas bahwa Cognition ini (Kognisi) adalah perolehan pengetahuan, penataan dan penggunaannya.

Kalau arti secara umumnya yaitu kemampuan intelektual yang terdiri atas beberapa tahap mulai dari Knowledge (Pengetahuan), Comprehention (Pemahaman), Aplication (Penerapan), Analysis (Analisis), Sinthesis (Sintesa), sampai Evaluation (Evaluasi).

Ada juga yang mengartikan bahwa kognitif ini sebagai kemampuan untuk mengembangkan rasional (akal).

Pembelajaran bagi aliran kognitif ini telah dipandang bukan hanya sekedar mendapat stimulus dan menghasilkan respons yang mekanistik saja, melainkan mampu menjadi pembelajaran juga yang melibatkan kondisi mental didalam individu pembelajar yang berhubungan dengan persepsi, perhatian, motivasi dan lain-lain.

Sehingga proses dalam belajar bisa dipahami sebagai suatu proses mental yang aktif dalam memperoleh sesuatu, mengingat dan menunjukkan kedalam perilaku diri.

Perilaku yang nampak ini tidak dapat diamati dan diukur apabila tidak dapat melibatkan proses mental seperti kesadaran, motivasi, keyakinan dan proses mental di dalam diri.

Teori belajar kognitif adalah sebuah teori yang menjelaskan tentang proses pemikiran dan perbedaan terhadap kondisi mental serta pengaruh faktor internal dan eksternal dalam menghasilkan belajarnya seorang individual.

Apabila proses kognitif ini mampu bekerja secara normal, maka perolehan informasi dan penyimpanan pengetahuan pun akan bekerja dengan baik pula. Namun apabila proses kognitif ini bekerja tidak sebagaimana mestinya, maka terjadilah masalah dalam proses belajar tersebut.

Baca Juga : Teori Konspirasi

Prinsip-Prinsip Teori Belajar Kognitif

teori belajar kognitif

pixabay.com

Teori Belajar Kognitif ini telah menyiratkan bahwa proses yang berbeda mengenai pembelajaran dapat dijelaskan dengan cara menganalisis proses mental terlebih dahulu sebelum memulai belajar.

Ini mengemukakan bahwa dengan cara melakukan proses kognitif yang efektif, maka pembelajaran ini bisa menjadi lebih mudah dan informasi baru dan dapat disimpan dalam memori untuk waktu yang lama.

Di sisi lain juga, ada proses kognitif yang tidak efektif yang mengakibatkan kesulitan belajar yang dapat dilihat kapan saja selama masa hidup seseorang.

Pada umumnya Prinsip yang berada di dalam teori Belajar Kognitif antara lain sebagai berikut;

  1. Proses jauh lebih penting dibandingkan dengan hasil
  2. Disebut juga sebagai model perseptual
  3. Persepsi ini dapat menentukan tingkah laku seseorang serta pemahaman terhadap situasi berhubungan dengan tujuan dalam belajar.
  4. Perubahan persepsi ini merupakan proses di dalam pembelajaran yang kadang tidak namak dalam bentuk tingkah laku.
  5. Situasi dalam belajar atau materi pelajaran yang dipisah-pisah akan menjadi komponen-komponen kecil atau dipisah-pisah yang akan menghilangkan makna.
  6. Belajar adalah merupakan sebuah proses internal yang terdiri dari perolehan informasi, ingatan, pengolahan informasi dan aspek kejiwaan pada dalam diri seseorang dan lainnya.
  7. Belajar juga merupakan aktivitas berpikir yang kompleks untuk mengasah otak supaya lebih tangkap dengan berbagai hal.
  8. Dalam penerapannya dalam pembelajaran teori belajar ini tampak sekali pada tahap-tahap perkembangan (J. Piaget), Advance Organizer (Ausubel), Pemahaman Konsep (Bruner), Hierarki Belajar (Gagne), dan Webteaching (Norman).
  9. Keterlibatan dan keaktifan oleh Peserta Didik sangat penting dalam proses pembelajaran.
  10. Materi pelajaran dan proses pembelajaran ini harus disusun dengan pola mulai dari yang sederhana sampai ke materi yang kompleks.
  11. Keberagaman individu peserta didik ini perlu diperhatikan, karena sangat berpengaruh sekali terhadap keberhasilan dalam proses belajarnya.

Para Tokoh Teori Belajar Kognitif

teori belajar kognitif

pixabay.com

Beberapa tokoh teori belajar Kognitif yang teorinya sudah banyak diterapkan di berbagai pendidikan antara lain, sebagai berikut:

1. Max Wertheimer (1880-1943), Kurt Koffka (1886-1941), Wolfgang Kohler (1887-1967)

verywellmind.com

Mereka bertiga merupakan pelaku pelopor teori Gestalt. Mereka berpendapat bahwa keseluruhan lebih bermakna daripada bagian-bagian dari kognisi manusia.

Sehingga proses dalam pembelajaran baiknya dimulai dari keseluruhan (Gestalt) lalu menganalisir unsur-unsurnya atau bagian-bagiannya.

Baca Juga : Teori Pertumbuhan Ekonomi

2. Kurt Levin (1890-1947)

exploringyourmind.com

Kurt Levin merupakan ilmuwan pengembang teori motivasi disekitar medan.

Int darii teorinya yaitu masih kaitannya dengan pembelajaran ialah bahwa semakin peserta didik itu dekat dengan medan belajar, maka otomatis motivasi belajar semakin kuat dibanding dengan peserta didik yang lebih jauh dari medan belajar mereka.

Medan yang dimaksud disini ialah medan psikologis arena belajar bagi para peserta didik.

3. Jean Piaget

tes.com

Jean Piaget mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam pemahaman terhadap perkembangan intelektual pada anak.

Dengan teori “perkembangan berpikir”nya Ia juga mengemukakan tahap pada perkembangan kognitif anak, yaitu, sebagai berikut:

  • Teori sensori-motor
  • Praoperasional
  • Operasional konkret
  • Operasional formal

4. David Ausubel

emaze.com

Inti dari teori belajar Ausubel ini adalah belajar bermakna. Yaitu pembelajaran yang bermakna merupakan suatu proses yang dikaitkan dengan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat di dalam struktur kognitif pada diri seseorang.

Proses belajar ini tidak sekedar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta saja, tetapi merupakan kegiatan yang mampu menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh dan jelas sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan oleh para pembelajar.

Baca Juga : Teori Produksi

5. Jerome Bruner

teori belajar kognitif

youtube.com

Jarome Bruner telah mengusulkan teori yang disebutnya dengan nama free discovery learning atau belajar penemuan. Inti dari teorinya ini adalah memandang bahwa manusia itu sebagai pemproses, pemikir, dan pencipta informasi.

Oleh karenanya, dalam belajar hal yang terpenting adalah cara-cara bagaimana seseorang secara aktif mampu memilih, mempertahankan dan mentransformasikan informasi yang diterimanya kepada orang lain.

6. Albert Bandura

teori belajar kognitif

youtube.com

Bandura telah menghasilkan sebuah teori dari turunan teori belajar kognitif yang disebut dengan “Belajar Sosial”. Bermula dari pendapatnya yaitu tentang teori kognitif sosial yang merupakan faktor kognitif, sosial dan juga perilaku untuk mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran.

Ini berarti bahwa faktor kognitif merupakan ekspektasi bagi para peserta didik untuk meraih keberhasilan sedangkan faktor sosial yang mencakup pengamatan dan pengalaman dari pembelajar terhadap perilaku orang-orang disekitar lingkungannya.

7. Robert Gagne (1977)

teori belajar kognitif

slideplayer.com

Berlandaskan dari teori belajar kognitif, maka Gagne mampu menghasilkan suatu model pembelajaran yang disebut dengan “Peristiwa Pembelajaran”.

Dalam model peristiwa pembelajaran ini tidak bisa memperhatikan apakah proses belajar yang terjadi melalui proses penemuan (Discovery) atau proses penerimaan (Reception) sebagaimana yang sudah dikenalkan oleh Bruner dan Ausubel, menurutnya yang terpenting adalah kualitas penetapan (daya simpan) dan kegunaan belajar.

Penerapan Teori Belajar Kognitif dalam Pembelajaran

teori belajar kognitif

pixabay.com

Dalam penerapan Teori Belajar Kognitif ini secara khususnya akan ada model belajar Bruner, Ausubel, Gagne, dan model pada perkembangan intelektual Piaget. Adapun secara umum dapat penerapan teori belajar kognitif dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :

  1. Belajar tidak harus berpusat kepada guru tetapi peserta didik juga harus lebih aktif di dalam ruang belajar. Oleh karenanya peserta didik harus dibimbing lebih giat lagi agar aktif menemukan sesuatu yang dipelajarinya. Konsekwensinya materi yang dipelajari harus menarik minat bagi para belajar peserta didik dan menantangnya sehingga mereka akan asyik dan terlibat dalam proses pembelajaran.
  2. Bahan pembelajaran dan metode pembelajarannya juga harus menjadi perhatian utama. Peserta didik akan sulit memahami bahan pelajaran apabila frekuensi belajar hitung loncat-loncat dan tidak tertrukstur dengan baik. Bagi anak SD pengoperasian suatu penjumlahan harus menggunakan benda-benda terutama di kelas-kelas awal karena pada tahap perkembangan berpikir mereka baru mencapai tahap operasi yang konkret.
  3. Dalam proses pembelajaran guru juga harus memperhatikan sangat tahapan pada perkembangan kognitif peserta didik. Materi  yang dirancang juga harus sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif itu dan harus merangsang kemampuan pola berpikir mereka.
  4. Belajar harus berpusat kepada peserta didik karena peserta didik mampu melihat sesuatu berdasarkan dirinya sendiri. Untuk terjadinya proses belajar harus tidak ada proses paksaan sedikit pun agar sifat egosentrisnya tidak terbunuh.

Mungkin itu saja yang bisa Elnuha sampaikan mengenai teori belajar kognitif, semoga bermanfaat buat sobat semua, ya.

Terima kasih.

 

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply