√ Teori Behavioristik Menurut Para Ahli Beserta Pengertian

Teori Behavioristik – teori ini adalah teori pembelajaran yang paling tua pada masanya. Meski terdengar kolot dan sudah semakin berkembang menjadi teori-teori baru yang sudah dianggap lebih baik untuk digunakan, teori behavioristik ini pun nyatanya masih banyak digunakan di dalam implementasi dunia pendidikan kita lho.

Implementasi teori belajar behavioristik di dalam dunia pendidikan ini sudah terlihat dari beberapa contoh. Misalkan penerapan hukuman yang dapat membersihkan halaman bagi siswa yang datang ke sekolah terlambat, terlepas apa pun alasan yang mendasari keterlambatan tersebut.

Sekilas, teori ini cukup menakutkan sekali bagi para pelajar, karena penekanan prinsip pemberian hukuman, akan tetapi teori ini tak selamanya buruk.

Untuk kondisi dan tujuan tertentu, maka teori ini sudah dianggap merupakan pilihan metode pembelajaran yang tepat dan dianggap mampu menghasilkan output yang diharapkan.

Pengertian Teori Belajar Behavioristik

teori behavioristik

pixabay.com

Teori belajar behavoristik adalah teori pembelajaran yang fokus untuk mengamati dan mempelajari perubahan tingkah laku seseorang sebagai hasil dari pengalaman di masa lalu.

Teori ini juga menekankan bahwa tingkah laku yang ditunjukkan seseorang merupakan akibat dari interaksi antara stimulus dengan respon. Teori ini sudah berkembang dan cenderung mengikuti aliran psikologi belajar lantas menjadi dasar pengembangan teori pendidikan dan pembelajaraan pada saat ini.

Ciri dari implementasi sukses di dalam teori belajar behavioristik ini adalah adanya perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang setelah mengalami kejadian di masa yang lampau.

Perubahan adalah tanda bahwa seseorang telah merespon suatu kejadian dan menjadikannya sebagai pembelajaran di dalam hidupnya untuk tidak menggunakan respon yang sama di masa yang akan datang, guna menghindari akibat yang pernah dialaminya tersebut.

Teori ini masih banyak sekali digunakan, baik dalam institusi pendidikan Indonesia maupun dalam implementasi kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh yaitu:

  • Pendisiplinan murid yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dengan cara mengurangi poin perilakunya yang menjadi pertimbangan pemberian nilai akhir atau nilai raport.
  • Ketika karyawan terlambat datang kerja maka seorang karyawan kantoran tersebut bisa mendapatkan sanksi dari kantor, mulai dari teguran sampai surat peringatan kepada sang pekerja.
  • Polisi yang memberikan surat tilang pada pengendara kendaraan yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, seperti dengan cara menyalip ketika marka jalan berupa garis lurus atau ketika mengendarai motor tanpa menggunakan helm.
  • Sanksi sosial berupa pengucilan terhadap masyarakat yang sudah dianggap telah bertindak menyeleweng dari budaya dan norma sosial yang berlaku di daerah tersebut.

Perlu ditekankan kembali bahwa teori belajar behavioristik ini tidak hanya mencakup dunia pendidikan saja lho, tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita juga.

maka dari itu Kita perlu melakukan pembelajaran bukan hanya di sekolah saja, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Maka dari itu teori ini berhasil diimplementasikan pada hampir semua sudut di kehidupan bermasyarakat, meski sebagian besar implementasi ini tak jauh dari institusi pendidikan.

Baca Juga : Teori Relativitas

Prinsip Teori Behavioristik

teori behavioristik

pixabay.com

Dalam pembelajaran behaviorisme dalam pembelajaran merupakan penguasan respons (Acquisition of responses) dari lingkungan yang sudah dikondisikan. Peserta didik haruslah mampu melihat situasi dan kondisi apa yang yang menjadi bahan pembelajaran di kelas.

Berikut ini adalah prinsip-prinsip pembelajaran behavioristik yang sangat menekankan pada pengaruh lingkungan terhadap perubahan perilaku.

  1. Menggunakan prinsip penguatan, yaitu untuk menidentifikasi aspek yang paling diperlukan dalam proses pembelajaran untuk mengarahkan kondisi agar peserta didik bisa mencapai peningkatan yang diharapkan dalam tujuan pembelajaran.
  2. Menidentifikasi karakteristik peserta didik itu sendiri, yang bertujuan untuk menetapkan pencapaian tujuan pembelajaran yang di pelajari.
  3. Lebih menekankan terhadap hasil dalam belajar daripada proses pembelajaran itu sendiri.
  4. Dan Skinner juga yang memuat dalam bukunya tentang prinsip-prinsip behavioristik, berikut ini prinsip yang dikemukakan oleh skinner dalam bukunya yang berjudul The Behavior of Organism.

Prinsip Skinner

  1. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika ada yang salah dibetulkan, jika benar diberi motivasi agar makin semangat dalam belajarnya.
  2. Proses belajar mengajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
  3. Materi pelajaran, digunakan dengan sistem modul.
  4. Dalam proses pembelajaran, tidak digunakan hukuman. Untuk itu lingkungan perlu diubah, untuk menghindari adanya hukuman kepada siswa.
  5. Dalam proses pembelajaran, maka lebih dipentingkan aktifitas sendiri.
  6. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah, dan sebaiknya hadiah tersebut diberikan dengan digunakannya jadwal variabel Rasio rein forcer.
  7. Dalam pembelajaran harus digunakan shaping.

Tokoh-Tokoh Teori Behavioristik

teori behavioristik

pixabay.com

Teori belajar behavioristik ini dianut dan dipelajari secara mendalam oleh beberapa ahli pendidikan. Terdapat beberapa ahli yang sudah menjadi tokoh dalam tceori ini.

Setiap tokoh memiliki pendapat yang berdasarkan pemahamannya masing-masing. Di samping itu juga, mereka memiliki penilaian yang berbeda-beda dalam menanggaoi teori ini.

Penjelasan tentang teori behavioristik menurut beberapa tokoh akan dijabarkan sebagai berikut.

Baca Juga : Teori Asam Basa

1. Edward Lee Thorndike

Edward Thorndike (31 Agustus 1874 sampai 9 Agustus 1949) merupakan seorang psikolog yang berkebangsaan dari Amerika yang dikenal untuk menghabiskan hampir seluruh karirnya di Columbia University.

Karya yang diciptakannya dalam bidang Psikologi bisa menjadi Perbandingan dan proses pembelajaran akhirnya berhasil membuahkan dasar ilmiah dalam psikologi pendidikan modern.

Thorndike juga memiliki pengertian dari teori belajar behavioristik yang dipahaminya sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah rangsangan, contohnya yaitu seperti pikiran dan juga perasaan.

Sedangkan respon adalah reaksi yang ditunjukkan akibat stimulus.

Perubahan tingkah laku seseorang akibat pembelajaran bagi Thorndike bisa berupa hal konkrit (bisa diamati dengan kasat mata) maupun tak konkrit.

Thorndike sangat dikenal akan percobaannya yang paling fenomenal yaitu dalam meneliti perilaku pembelajaran oleh kucing. Ia meletakkan kucing yang kelaparan pada sebuah tempat transparan yang mengurung kucing tersebut dan makanan yang berada di luar tempat pengurungan itu.

Kucing tersebut lalu diamati melakukan beberapa gerakan untuk mencapai makanan yang dilihatnya dan inilah yang diamati Thorndike kepada hewan kucing.

Pada awalnya, kucing ini selalu berusaha untuk meloncat ke sana ke mari guna bisa meraih makanan yang dilihatnya tersebut.

Sampai akhirnya kucing tersebut tidak sengaja menyetuh kenop yang dapat membukakan jalan dari tempat transparan tersebut dan memperbolehkan kucing tersebut mampu meraih makanan yang dilihatnya.

Percobaan ini dilakukan beberapa kali hingga kucing tersebut, secara otomatis, melakukan gerakan menyentuh kenop untuk membuka jalan agar ia bisa mendapatkan makanan yang sedang dilihatnya.

Pemahaman dari tokoh Thorndike akhirnya melahirkan beberapa dalil belajar, antara lain, sebagai berikut:

  • Hukum Sebab Akibat, yang menunjukkan bahwa kuat lemahnya hubungan antara stimulus dengan respon tergantung pada akibat yang ditimbulkannya.
  • Hukum Pembiasaan, yang menunjukkan bahwa hubungan stimulus dengan respon bisa menjadi sangat kuat ketika dilatih atau diulang-ulang.
  • Hukum Kesiapan, yang menyatakan bahwa hubungan antara stimulus dengan respon akan semakin mudah terbentuk jika ada kesiapan dari individu itu.
  • Hukum Reaksi Bervariasi, yaitu hukum yang menyatakan bahwa individu telah melakukan trial and error lebih dulu untuk menunjukkan macam-macam respon sebelum mendapat respon paling tepat.
  • Hukum Sikap, yaitu hukum yang menyatakan bahwa perilaku seseorang bisa sangat ditentukan oleh keadaan yang ada dalam diri individu orang tersebut, seperti emosi dan psikomotor.
  • Hukum Aktivitas Berat Sebelah, yaitu individu yang memberikan respon pada stimulus tertentu sesuai dengan persepsi terhadap keseluruhan situasi.
  • Hukum Respon, yang merupakan pemahaman bahwa individu bisa menyatakan respon tindakan bahkan pada situasi yang belum pernah dialami sebelumnya.
  • Hukum Perpindahan Asosiasi, yaitu proses peralihan situasi yang lama ke situasi baru dengan cara yang bertahap, mengurangi unsur situasi lama dan mengenalkan unsur situasi baru.

2. Ivan Petrovich Pavlov

sciencesource.com

Tokoh selanjutnya adalah Ivan Pavlov (lebih dikenal dengan julukan Pavlov saja, 14 September 1849 sampai 27 Februari 1936), merupakan seorang pisikolog sekaligus dokter yang berasal dari Rusia. Pavlov juga sangat terkenal dalam pembahasan teori behavioristik karena percobaannya terhadap anjing.

Percobaan ini dilakukannya dengan cara memperlihatkan makanan pada anjing.

Lalu anjing tersebut kemudian mengeluarkan air liurnya yang merupakan stimulus alami dan diasosiasikan dengan keinginan akan makanan tersebut. Percobaan ini telah dilanjutkan dengan cara membunyikan lonceng untuk memanggil anjing yang kemudian akan diperlihatkan makanan.

Pada akhirnya, anjing akan menangkap makanan tersebut, pembelajaran bahwa lonceng memiliki keterkaitan dengan makanan, sehingga ketika Pavlov mencoba membunyikan lonceng yang awalnya digunakan untuk memanggil anjing tersebut, secara otomatis anjing tersebut maka sudah menanggapi dengan mengeluarkan air liur.

Hasil eksperimen Pavlov ini akhirnya melahirkan beberapa hukum pembelajaran, yaitu, sebagai berikut:

  1. Hukum Pembiasaan yang Dituntut. Hukum ini sudah menjelaskan bahwa jika ada dua macam stimulus yang diberikan secara bersamaan (dan salah satunya merupakan reinforcer), maka gerakan reflek pada stimulus lainnya juga akan meningkat.
  2. Hukum Pemusnahan yang Dituntut. Hukum ini memaparkan jika reflek yang diperkuat melalui respondent conditioning maka bisa diberikan kembali tanpa adanya reinforcer, maka kekuatannya akan semakin melemah.

Baca Juga : Teori Darwin

3. Burrhus Frederic Skinner

id.pinterest.com

Burrhus Skinner (20 Maret 1904 sampai 18 Agustus 1990) adalah seorang psikolog yang berasal dari Amerika yang juga sangat terkenal akan aliran behaviorismenya. Skinner memiliki pendapat bahwa hubungan antara stimulus dengan respon yang ditunjukkan individu atau subyek terjadi melalui interaksi dengan lingkungan yang ada.

Respon yang ditunjukkan pun tak seluruhnya merupakan hasil dari rangsangan yang sudah ada, tetapi karena interaksi antara stimulus yang dapat menghasilkan respon.

Respon ini mampu menghasilkan konsekuensi. Pada akhirnya konsekuensi ini akan bisa menghasilkan atau memunculkan perilaku.

Skinner yang terdapat di dalam teori behaviorisitk ini dapat melahirkan buah pemikirannya yang dikenal dengan istilah Teori Operant Condiitioning.

Teori ini telah mengungkapakan bahwa tingkah laku yang dilihatkan subyek tak semata-mata merupakan respon terhadap stimulus tetapi juga tindakan yang disengaja.

Skinner juga menyatakan pendapatnya bahwa pribadi seseorang merupakan hasil dari respon terhadap lingkungannya. Dua macam respon tersebut yaitu, sebagai berikut:

  1. Respondent Response yaitu respon yang diakibatkan oleh rangsangan tertentu. Contoh: anjing yang mengeluarkan air liurnya ketika majikannya sedang membawakan makanan untuknya.
  2. Operant Response yaitu respon yang muncul dan semakin berkembang oleh rangsangan tertentu sajqa. Contoh: seorang anak yang bisa mendapatkan reward ketika ia menjadi juara kelas, maka ia akan semakin giat dalam belajar untuk mempertahankan bahkan menaikkan prestasinya dengan harapan diberikan reward kembali (dengan nilai yang sama atau yang lebih tinggi lagi).

4. Robert Gagne

youtube.com

Robert Gagne sangat dikenal sebagai seorang ahli psikologi pendidikan. Gagne sendiri memiliki pendapatnya sendiri mengenai istilah belajar, yaitu sebagai proses suatu organisasi atau siswa yang mampu berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman yang pernah dialaminya.

Belajar adalah proses yang memerlukan waktu panjang untuk dapat melihat perubahannya (dari kurang baik menjadi lebih baik).

Gagne juga berpendapat bahwa pembelajaran adalah periode akan terjadinya penerimaan informasi yang kemudian diolah dan dihasilkan menjadi output dalam bentuk hasil belajar.

Tahapan proses pembelajaran tersebut lalu menurun Gagne dan dijelaskan dalam beberapa tingkatan, yaitu:

  1. Motivasi
  2. Pemahaman
  3. Perolehan
  4. Penyimpanan
  5. Ingatan kembali
  6. Generalisasi
  7. Perlakuan
  8. Umpan balik

Gagne juga menyatakan bahwa adanya beberapa kategori belajar, di antaranya, sebagai berikut:

  1. Verbal Information. Informasi verbal yang bisa berwujud uraian kata-kata, ulasan, maupun penjelasan yang bisa dikomunikasikan dengan menggunakan bahasa baik secara lisan maupun tulisan.
  2. Intellectual Skill. Kemampuan intelektual ini merupakan kemampuan yang sasngat dibutuhkan dalam aktivitas mental seperti berpikir, menggunakan logika, dan memecahkan sebuah masalah.
  3. Attitude atau perilaku.
  4. Cognitive Strategy. Strategi kognitif ini merupakan kemampuan internal atau dalam diri seseorang dalam berpikir, memecahkan masalah, hingga mengambil keputusan terkait suatu kejadian yang dialaminya.

5. Albert Bandura

youtube.com

Albert Bandura merupakan ahli yang fokus di dalam teori belajar behavioristik yang paling muda. Ia adalah seorang psikolog yang beraasal dari lulusan University of British of Columbia yang kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Iowa dan Universitas Stanford. Hingga saat ini, Bandura tercatat sebagai dosen di Universitas Stanford.

Albert Bandura sendiri cukup terkenal dalam dunia psikologi pendidikan, terutama dengan Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Theory), yaitu konsep dalam teori behavioristik yang sangat menekankan komponen kognitif, pikiran, pemahaman, dan evaluasi.

Teori Pembelajaran Sosial ini banyak sekali memiliki konsep utama pembelajaran dengan metode pengamatan. Menurut teori ini, perilaku individu bisa timbul karena proses modeling, atau tindakan peniruan.

Modeling juga sangat dikenal sebagai pembelajaran melalui proses observasi.

Pembelajaran ini tidak sekadar melakukan fotocopy pada tindakan yang dilihatnya tetapi juga mampu menyesuaikan, baik itu mengurangi, menambahi, atau juga menggeneralisasi dari satu observasi ke observasi lainnya.

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi dan menentukan apakah seseorang tersebut akan belajar dari suatu situasi, faktor-faktor tersebut antara lain:

  1. Karakteristik model. Faktor ini mampu menjelaskan bahwa manusia lebih mungkin melakukan modeling pada individu contoh dengan status (sosial, ekonomi, pekerjaan) yang lebih tinggi lagi.
  2. Karakteristik orang yang mempelajari tersebut, biasanya adalah mereka yang tidak memiliki status lagi, kemampuan, atau pun kekuatan. Misalnya anak yang sedang mengikuti atau modeling perilaku orang tuanya.
  3. Konsekuensi dari tindakan yang ditiru. Konsekuensi yang semakin besar juga akan semakin menekan terhadap orang untuk melakukan modeling. Misalkan, pegawai kantoran yang selalu berusaha sedisiplin mungkin seperti rekan kerjanya untuk menyabet gelar karyawan terbaik tahun ini.

Baca Juga : Teori Konstruktivisme

Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Behavioristik

teori behavioristik

pixabay.com

Teori behavioristik ini dikenal sebagai teori pembelajaran yang paling tua. Sebagai teori yang pertama dikeluarkan dalam mempelajari pola belajar individu, teori ini pun tak lepas dari segala kelebihan dan kekurangannya. Beberapa hal terkait dengan nilai plus dan minus teori belajar ini akan disampaikan secara ringkas berikut ini.

1. Kelebihan Teori Behavioristik

teori behavioristik

pixabay.com

Berikut kelebihan teori behavioristik, diantaranya:

  1. Sesuai dengan materi pembelajaran: Teori belajar ini sudah dinilai cukup cocok dengan pembelajaran dengan tujuan memiliki kemampuan yang membutuhkan praktik serta pembiasaan yang disiplin. Teori ini membantu individu dalam belajar secara terus-menerus dan berkesinambungan dengan tujuan mereka yang bisa menerapkannya sebaik mungkin.
  2. Materi pembelajaran dirancang secara khusus: Materi pembelajaran yang diberikan sangatlah detil. Individu yang memiliki niat dan tekad yang kuat untuk mempelajari sesuatu dengan begitu dalam akan benar-benar terbantu dengan praktik teori belajar behavioristik karena banyaknya materi yang sudah diberikan. Harapannya, semua peserta didik bisa memahami semua pelajaran yang telah diberikan.
  3. Membangun konsentrasi individu: Teori belajar ini telah memaksa individu yang belajar untuk membangun konsentrasi pikiran mereka masing-masing, dimotivasi dengan adanya penguatan dan hukuman yang mungkin didapatkan. Motivasi ini dimunculkan bertujuan sebagai dorongan bagi individu tersebut agar selalu siap untuk memunculkan respon dan harapannya mereka bisa membangun konsentrasi sebaik mungkin ketika belajar.
  4. Sesuai dengan pemahaman belajar anak: Teori belajar ini sangat cocok diterapkan pada individu, terutama kepada anak, yang dinilai masih membutuhkan dominasi dari orang tuanya. Teori ini berperan dalam memberikan pendidikan dalam bentuk pengarahan terhadap pola pikir, melatih memberikan respon cepat dengan membentuk konsentrasi secepat mungkin. Selain itu, teori ini memang membantu anak-anak yang berhasil belajar berdasarkan hasil pengulangan atau tipe anak yang bisa belajar dengan cara meniru.
  5. Perubahan belajar menjadi tolak ukur keberhasilan: Hasil dari pembelajaran yang menggunakan teori belajar ini lebih bisa diamati. Hal ini terjadi karena perubahan yang menjadi tolok ukur teori belajar behavioristik, seseorang baru dianggap belajar ketika mereka mampu menghasilkan perilaku yang berbeda akan suatu kejadian yang sudah dialami sebelumnya.

2. Kekurangan Teori Behavioristik

teori behavioristik

pixabay.com

Selain kelebihan dari teori ini maka ada juga, penerapan teori behavioristik juga memiliki kekurangan, antara lain, sebagai berikut:

  1. Hanya berpusat kepada tenaga pendidik: Pembelajaran ini hanya berpusat terhadap guru atau tenaga pendidik lainnya, bukannya pada murid atau individu yang sedang belajar. Hal ini berpotensi membuat individu yang belajar justru semakin kehilangan kemampuan dan kelebihan alaminya seperti berkreasi sesuai dengan pikirannya.
  2. Lebih diutamakan hafalan dibanding latihan: Pembelajaran ini mengagungkan cara hafalan. Praktik dalam pembelajaran menggunakan teori behavioristik cenderung dapat menghasilkan metode belajar yang kuno dan kurang efektif. Penyimpangan sedikit saja dapat menimbulkan hukuman. Peserta didik hanya bisa berpikir sempit bahwa teori yang diberikan oleh pendidiknya merupakan yang mutlak paling baik, paling relevan, dan paling sempurna.
  3. kaku dan membosankan: Pembelajaran dengan cara ini maka tergolong tidak kreatif dan menyenangkan bagi pembelajar. Tidak ada suasana menyenangkan yang dibangun untuk menumbuhkan minat dalam belajar peserta didik kecuali dengan memberikan reward ketika mereka berhasil melakukan hal yang diinginkan.
  4. Individu dibentuk menjadi pasif dan tidak inovatif: Hasil dari pembelajaran ini dapat menggunakan metode ini kebanyakan adalah peserta didik yang pasif dan tidak kreatif. Hal ini dikarenakan selama proses pembelajarannya, ia hanya terus menerima ilmu saja, bersaing untuk mencapai target, dan terbiasa tertekan dengan pendidiknya sehingga harus mematuhi hal-hal yang membuatnya terhindar dari hukuman yang ada di ruang belajar.

Aplikasi Teori Behavioristik pada Pembelajaran

teori behavioristik

pixabay.com

Dalam keinginan untuk menerapkan teori pembelajaran ini, maka harus membuuhkan tenaga pendidik yang kuat dan wajib mengetahui ciri-ciri dari metode dibawah ini, antara lain:

  1. Mementingan pengaruh terhadap lingkungan.
  2. Mementingkan bagian-bagian yang penting.
  3. Mementingkan peranan terhadap aksi.
  4. Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil dari belajar melalui prosedur stimulus respon.
  5. Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya.
  6. Mementingkan terhadap pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan.
  7. Hasil belajar yang diinginkan adalah munculnya perilaku yang diinginkan.

Berkaca dari ciri-ciri dan konsekuensi terhadap penerapan teori belajar ini, paling tidak, guru atau tenaga pendidik harus bisa menempatkan dirinya dalam mengajar dan mendidik para siswanya.

Beberapa hal terkait dengan sikap yang mesti ditunjukkan tenaga pendidik ketika mengajar di kelas menggunakan patokan teori belajar ini antara lain, sebagai berikut:

  1. Menyiapkan materi yang akan diberikan selengkap mungkin agar dalam penyampaian bisa lebih detail, tidak hanya memberikan ceramah tetapi juga contoh yang akan dilihat oleh peserta didik sebagai materi yang akan ditirunya. Pemberian contoh ini akan menjadi logika bagi individu yang sedang belajar, jadi siapkanlah contoh yang mudah dipahami untuk semua peserta didik.
  2. Penyusunan bahan dalam pembelajaran ini harus mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit secara berurutan dan jelas. Sampaikan pada peserta didik dari yang paling mudah ke yang paling rumit. Usahakan untuk tidak memberikan materi secara melompat ke yang rumit agar mempermudah mereka memahami materi yang diberikan secara utuh dan lengkap.
  3. Bagi tujuan pembelajaran dalam beberapa bagian kecil. Hal ini akan sangat membantu kepada peserta didik mencapai tujuan pembelajaran dengan cara step by step yang benar.
  4. Guru atau tenaga pendidik harus bisa bersikap lebih jeli lagi, maka ia harus segera bisa mengenali kesalahan yang berpotensi akan dilakukan  olehindividu yang belajar dan mengarahkannya pada pemahaman yang benar.
  5. Inti dari teori pembelajaran ini adalah pengulangan dan latihan yang dilakukan secara terus menerus, maka guru atau tenaga pendidik harus menyiapkan metode pengajaran yang berpatok pada metode pengulangan dengan tujuan memfasilitasi individu yang sedang belajar untuk memahami dengan penuh materi yang diberikan.

Mungkin itu saja yang bisa Elnuha sampaikan mengenai teori behavioristik, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan sobat semua.

Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply