√ 6 Macam Teori Atom Menurut Para Ahli, Sejarah, Pengertian (LENGKAP)

Hallo sobat elnuha semua kali ini elnuha akan membahas secara tuntas tentang teori atom.

Perkembangan pada beberapa abad sebelum masehi, filsuf-filsuf Yunani, yang di antaranya bernama Leucippus dan Democritus telah berpendapat bahwa semua materi ini terdiri dari partikel-partikel kecil yang tak terbagi.

Democritus juga menyatakan bahwa jika suatu materi telah dibagi menjadi bagian yang lebih kecil dan kemudian terus dibagi lagi maka akan sampai pada suatu titik di mana didapat bagian yang sangat kecil yang tidak dapat lagi dihancurkan atau dibagi lagi yang disebut atom (‘atomos’ dalam bahasa Yunani yang artinya ‘’tak terbagi’’.

Namun, pemikiran filosofis tersebut tidak begitu diterima pada saat itu hingga pada awal abad yang ke-18, John Dalton merumuskan tentang teori atom yang berhasil menjelaskan tentang hukum-hukum dasar kimia – hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, dan hukum kelipatan perbandingan.

Asal Usul Teori Atom

teori atom

quipper.com

Kata atom yang berasal dari bahasa Yunani yaitu ”atomos” yang artinya ”tidak dapat dibagi”. Konsep dasar atom pertama kali dikemukakan oleh Democritus yang berasal dari yunani pada awal abad ke-4 Sebelum Masehi.

Menurut teori yang dikemukakannya, ada suatu benda yang dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang sangat kecil yang akhirnya tidak dapat dibagi lagi maka itulah yang disebut sebagai atom.

Menurut Democritus, atom sepenuhnya itu padat, tidak memiliki struktur internal, serta terdapat ruang kosong antar atom untuk memberikan ruang untuk pergerakannya (seperti pergerakan dalam air dan udara, atau fleksibilitas benda padat).

Selain itu, Democritus menjelaskan bahwa untuk dijelaskan perbedaan sifat dari material yang berbeda, atom juga dibedakan ke dalam bentuk, massa dan ukurannya.

Berdasarkan model atom yang dibuatnya, Democritus ini mampu untuk menjelaskan bahwa semua benda itu terdiri dari bagian yang lebih kecil yang disebut atom. Namun model dari Democritus ini kurang memiliki bukti eksperimental hingga mulai dari tahun 1800an munculah teori-teori baru yang berdasarkan hasil eksperimen.

Beberapa teori yang juga menjelaskan tentang atom adalah sebagai berikut :

1. Teori Atom Dalton

teori atom

bebasketik.com

Teori atom Dalton menyatakan bahwa:

  1. Setiap unsur yang tersusun dari partikel yang sangat teramat kecil maka itulah yang disebut atom.
  2. Semua atom dari satu unsur yang sama akan terlihat lebih identik, namun atom mempunyai unsur satu berbeda dengan atom unsur-unsur yang lainnya.
  3. Atom dari satu unsur ini tidak akan dapat diubah menjadi atom dari unsur lain melalui reaksi kimia, atom ini tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan dalam reaksi kimia.
  4. Senyawa yang terbentuk dari kombinasi atom-atom dari unsur-unsur yang berbeda dengan rasio atom yang spesifik.

Teori atom Dalton ini telah memberikan gambaran pada model atom seperti model bola pejal atau model bola billiard.

Baca Juga : Teori Masuknya Islam ke Indonesia

2. Teori Atom J.J. Thomson

teori atom

korangratis.net

Pada tahun 1897, J.J. Thomson telah melakukan eksperimen yang bermodalkan dengan sinar katoda. Eksperimen tersebut menunjukkan bahwa sinar dari katoda terdefleksi (terbelokkan) oleh medan magnet maupun medan listrik.

Hal ini menunjukkan bahwa sinar katoda ini merupakan radiasi partikel yang bermuatan listrik.

Pada eksperimen dengan medan listrik, sinar katoda ini otomatis terbelokkan menuju ke arah kutub yang bermuatan positif. Hal ini menunjukkan bahwa sinar katoda juga merupakan radiasi partikel yang bermuatan negatif. Selanjutnya, partikel yang berasal dari sinar katoda ini disebut sebagai elektron.

Penemuan elektron ini kemudian dapat mengacu pada kesimpulan bahwa di dalam atom juga terdapat elektron yang bermuatan negatif.

Menurut model atom Thomson, elektron ini bermuatan negatif yang sudah tersebar dalam bola bermuatan positif seperti model roti kismis, di mana kismis-kismis adalah elektron-elektron, dan roti adalah bola yang bermuatan positif.

3. Teori Atom Rutherford

teori atom

infoworld.com

Pada tahun 1911, Ernest Rutherford telah melakukan eksperimen dengan cara menembakkan partikel α — partikel yang bermuatan positif — pada lempeng emas yang tipis.

Dari eksperimen tersebut Ia menemukan bahwa sebagian besar partikel-partikel α tersebut dapat menembus dan melewati lempeng emas, namun ada sebagian yang mengalami pembelokan bahkan terpantulkan dadri lempes mas tersebut.

Hal ini dapat mengacu pada kesimpulan model atom Rutherford: model inti, yang dimana dalam atom yang sebagian besar ini merupakan ruang kosong terdapat inti yang padat pejal dan masih bermuatan positif yang disebut sebagai nama inti atom; dan elektron-elektron bermuatan negatif yang selalu mengitari inti atom.

Baca Juga : Teori Motivasi

4. Teori Atom Bohr

teori atom

iview.abc.net.au

Pada tahun 1913, Niels Bohr telah mengajukan untuk model atom yang akan menjelaskan fenomena penampakan sinar dari unsur-unsur ketika dikenakan pada api yang menyala ataupun tegangan listrik tinggi.

Model atom yang ia ajukan ini secara khusus merupakan model atom hidrogen yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena spektrum garis atom hidrogen.

Bohr juga menyatakan bahwa elektron-elektron ini bermuatan isi yang negatif bergerak mengelilingi inti atom bermuatan positif pada jarak tertentu yang berbeda-beda seperti orbit planet-planet yang selalu mengitari matahari. Oleh karena itu, model atom Bohr ini disebut juga dengan model tata surya.

Setiap lintasan orbit elektron akan selalu berada di tingkat energi yang berbeda; semakin jauh lintasan orbit dari inti, maka akan semakin tinggi pula tingkat energi yang dihasilkan.

Lintasan dari orbit elektron ini disebut juga dengan nama kulit elektron. Ketika elektron ini jatuh dari orbit yang lebih luar ke orbit yang lebih dalam, maka sinar yang diradiasikan ini bisa bergantung pada tingkat energi dari kedua lintasan orbit tersebut.

5. Teori Atom Mekanika Kuantum

teori atom

youtube.com

Pada tahun 1924, Louis de Broglie telah menyatakan hipotesis dualisme partikel gelombang dan semua materi dapat memiliki sifat seperti gelombang.

Elektron ini memiliki sifat seperti partikel dan juga sifat seperti gelombang.

Pada tahun 1926, Erwin Schrödinger juga merumuskan tentang persamaan matematis yang kini juga disebut sebagai persamaan gelombang Schrödinger, yang memperhitungkan kepada sifat seperti partikel dan seperti gelombang dari elektron.

Pada tahun 1927, Werner Heisenberg mengajukan asas ketidakpastian Heisenberg yang menyatakan bahwa letak posisi elektron ini tidak dapat ditentukan secara pasti, namun hanya bisa ditentukan dengan peluang posisinya.

Teori-teori dualisme partikel gelombang, asas ketidakpastian yang dialami Heisenberg, dan persamaan Schrödinger ini kemudian menjadi dasar yang terdapat dari teori atom mekanika kuantum.

Penyelesaian persamaan Schrödinger ini menghasilkan fungsi gelombang yang disebut sebagai orbital.

Orbital ini biasanya digambarkan seperti awan elektron, yang di mana kerapatan pada awan tersebut menunjukkan bahwa peluang pada posisi elektron itu sendiri.

Semakin rapat awan elektron yang dihasilan maka akan semakin tinggi pula peluang elektron, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, model atom mekanika kuantum ini sering disebut juga dengan nama model awan elektron.

Sebelumnya, pada tahun 1919, Rutherford juga telah berhasil menemukan partikel yang bermuatan positif, disebut sebagai proton, dari eksperimen penembakkan partikel α pada atom nitrogen yang berada di udara.

Lalu, pada tahun 1932, James Chadwick juga menemukan partikel netral, yang disebut sebagai neutron, dari eksperimen bombardir partikel α pada berbagai unsur.

Baca Juga : Teori Maslow

6. Atom Modern

teori atom

techexplorist.com

Berdasarkan pengertian dasar yang diperoleh dari model-model atom klasik bahwa sebenarnya atom ini terdiri dari elektron, proton, dan neutron, maka dapat dimungkinkan bahwa adanya model yang lebih rumit dan lengkap mengenai atom yang hingga sekarang ini masih dikatakan misterius oleh sebagian orang.

Salah seorang yang juga menjelaskan tentang model atom modern yaitu Erwin Schrodinger pada tahun (1926).

Erwin Schrodinger adalah seorang ahli yang berasal dari Jerman Werner Heisenberg dan ia juga yang mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan dengan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat yang bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian untuk menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom.”

Daerah ruang yang berada di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron biasa disebut orbital.

Bentuk dan tingkat dari energi orbital ini dirumuskan langsung oleh Erwin Schrodinger.

Erwin Schrodinger juga memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang yang be untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.

Mungkin itu saja yang bisa elnuha sampaikan mengenai teori atom ini, semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi sobat elnuha semua.

Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply