Inilah √ Perjanjian Ekstradisi Beserta Contoh, Isi, Tujuan (LENGKAP)

Perjanjian Ekstradisi – Perjanjian yang dapat membuat sebuah negara bisa mengadili seorang kriminal yang melarikan diri dan bersembunyi ke negara lain. T

Tentunya dengan adanya perjanjian ini, ruang gerak orang yang melarikan diri tersebut akan menjadi sangat terbatas karena tempatnya untuk kabur dan bersembunyi menjadi semakin sempit.

Dengan kata lain, Perjanjian Ekstradisi ini bisa memungkinkan sebuah negara meminta buronan asal negaranya yang kabur ke negara lain agar dikembalikan ke negara asal dari buronan tersebut.

Perjanjian Ekstradisi ini merupakan suatu perjanjian yang dilakukan antar negara yang berbeda dalam hal penyerahan tersangka kasus sepertii kriminal dll.

Perjanjian Ekstradisi ini juga merupakan sebuah proses formal dimana seorang tersangka kriminal yang ditahan oleh pemerintahan sebuah negara dan diserahkan kepada negara lainnya untuk disidang atau diproses sesuai hukum yang berlaku di negara tersebut.

Seorang kriminal bisa saja di sidang di negara yang bukan asli negara dia lalu menjalani hukuman di negara asalnya atau disidang dan diadili langsung di negara asalnya.

Perjanjian Ekstradisi ini dilakukan ketika kedua negara telah sepakat untuk mengadakan kerjasama.

Perjanjian esktradisi ini sangat berbeda dengan deportasi yaitu dalam deportasi para tersangka kriminal akan dikembalikan ke negara asal tanpa perlu ada perjanjian lainnya.

Perjanjian Ekstradisi ini biasa dilakukan ketika ada tersangka kasus kriminal yang bersembunyi pada negara lain dengan tujuan agar dapat terhindar dari kasus dan hukum di negara aslnya.

Indonesia pun juga pernah mencoba mengadakan Perjanjian Ekstradisi ini dengan beberapa negara, salah satunya adalah Negara Malaysia dan Singapura.

Baca Juga :

  1. Konferensi Meja Bundar
  2. Perjanjian Kalijati
  3. Perjanjian Tordesillas

Contoh Kasus Perjanjian Ekstradisi

perjjanjian ekstradisi

breakingnews.co.id

Upaya untuk melakukan Perjanjian Ekstradisi ini dengan Singapura sebenarnya sudah pernah Indonesia lakukan, yaitu bertepatan pada tanggal 27 April 2007 silam yang bertempat di Istana Tampak Siring, Bali. Pada saat itu kedua belah negara sudah sepakat untuk menandatangani dua perjanjian penting tersebut, yaitu Perjanjian Ekstradisi dan perjanjian kerja sama pertahanan.

Harapan dari diadakannya kedua perjanjian ini adalah agar membawa keuntungan bagi kedua belah pihak negara tersebut. Dari kesepakatan itu maka para koruptor yang melarikan diri dan bersembunyi ke Singapura bisa ditangkap lalu asetnya dapat diambil kembali oleh Indonesia.

Namun karena perjanjian itu tidak bisa terealisasi maka para koruptor yang telah melarikan diri dan bersembunyi di Singapura tidak akan tersentuh jeratan hukum apapuni. Padahal waktu itu semua kalangan baik dari Eksekutif, Legislatif dan bahkan LSM sudah menyetujui adanya Perjanjian Ekstradisi itu.

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa Negara Singapura merupakan surganya bagi para koruptor. Kurang lebih ada sekitar 18 nama koruptor yang berasal dari Indonesia yang melarikan diri dan bersembunyi di Negara Singapura terrsebut.

Tentunya koruptor itu tidak sekedar bersembunyi di Singapura saja, melainkan mereka juga menanam aset – aset berharganya di negara dengan lambang Singa itu. Jika para koruptor itu dapat bisa ditangkap, maka dana hasil korupsi yang mencapai ratusan trilliun rupiah itu akan bisa kembali ke pihak yang berwenang.

Alasan mengapa sampai saat ini Perjanjian Ekstradisi yang dilakukan antara Indonesia dan Singapura belum juga terealisasi semua itu dikarenakan para koruptor merupakan sumber devisa yang sangat besar bagi Negara Singapura sendiri. Singapura sangat getol dalam melindungi para koruptor karena dengan adanya mereka, roda ekonomi Singapura akan bisa terus berputar.

Menurut sebuah lembaga yang sudah mensurvei yang bernama Merril Lynch Capgemini, sepertiga orang terkaya di Singapura yaitu merupakan orang Indonesia. Total dana orang Indonesia yang disimpan di Negara Singapura bisa mencapai $87 miliar atau setara dengan Rp.783 Trilliun, angka yang sangat fantastik sekali bukan? mengingat angkan tersebut merupakan hak yang dimiliki oleh rakyat Indonesia.

Berdasarkan fakta – fakta yang sudah ada diatas tadi, maka dapat disimpulkan bahwa sebenarnya Perjanjian Ekstradisi ini tidak terlalu diperlukan jika para penegak hukum di Indonesia pun juga dapat mencegah kaburnya para koruptor ke Singapura.

Masalahnya tentu saja “Mengapa para koruptor dapat dengan mudahnya bisa melarikan diri ke Singapura?”.

Tentu masalah ini akan sangat kompleks sekali untuk dibahas mengingat kecacatan sistem yang berada di Indonesia dan penegakan hukum di negara ini yang sudah menjadi rahasia umum dimata masyarakat.

Bahkan Indonesia sudah termasuk negara terkorup di dunia. Tentu ini menjelaskan mengapa mudahnya mereka yang beruang dapat dengan mudahnya kabur dari masalah.

Solusi dari masalah ini adalah dengan penanaman nilai agama yang lebih kuat dan moral sejak dini, sehingga para penerus bangsa tidak akan ada yang menjadi koruptor lagi kedepannya, Aamiin.

Mungkin itu saja yang bisa elnuha sampaikan, mengenai perjanjian ekstradisi, semoga bisa bermanfaat buat sahabat elnuha semua.

Terima kasih.

Baca juga web yang mencadi referensi kami di vitazny

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply