Cerita Waktu Kecil

Gimana kabar teman-teman semua ?? Sehat kan, Alhamdullilah kalau begitu, saya kali ini akan membuat cerita pengalaman saya di waktu kecil yang sangat seru deh pokok nya hehe..

Memang kalau menurut saya itu pengalaman di masa kecil kalau kita ceritakan mungkin tidak ada habisnya. Nah saya kali ini akan menceritakan pengalaman saya pribadi ini dengan bahasa saya sendiri.

Makan Bersama Keluarga

pixabay.com

Ketika abis bangun pagi biasanya saya sekeluarga melakukan kebiasaan dengan makan bareng klo pagi. Kebanyakan di waktu kecil saya biasanya kalau makan masih disuapin sama orang tua hehehe, yaa wajar saja namanya juga masih anak kecil heheh, pasti kalian juga pernah merasakan nya bukan.

Coba deh nanti teman-teman semua tanya sama orang tua kalian masing-masing, terutama sama Ibu yang selalu menyiapkan makan pagi, karena Ibu sudah terlalu banyak mengorbankan waktu demi membesarkan dan mendidik kita dari kecil hingga dewasa.

Berangkat Ke Sekolah

ipeka.org

Setelah selesai makan bersama keluarga, saya langsung bersiap untuk berangkat ke sekolah yang akan diantar sama Bapak saya, waktu itu saya masih di sekolah TK.

Waktu itu saya masih terlalu kecil, saya juga tidak berani untuk berangkat ke sekolah dengan sendiri, saya juga tidak mau di tinggal sendirian di sekolah TK, dan orang tua saya masih setia menunggu saya sampai selesai belajar.

Biasanya sekolah TK itu selesai aktivitas belajarnya sampai jam 10.00 pagi.

Bermain Bersama Teman-Teman

pixabay.com

Biasanya kalau saya mau bermain dengan teman-teman itu harus izin dulu sama orang tua, pesan orang tua saya seperti ini: Nanti kalau bisa selesai bermain sama teman langsung balik ya jangan mampir-mampir lagi biar ibu nanti ngga khawatir.

Jawab saya iya ibu, nanti saya akan pulang tepat waktu dan tidak akan mengecewakan ibu, dan waktu itu Alhamdulillah saya dapat izin dari orang tua dan saya pun langsung pergi ke rumah temen.

Saya biasanya dan teman-teman kalau bermain ke sawah atau ke sungai hanya untuk mencari ikan saja dan bermain air, ya lumayan hanya untuk bersenang-senang. Biasanya kalau lagi senang bermain sampai lupa waktu hehehe.

Biasanya kalau berenang di sungai bagi saya waktu kecil, itu sudah sangat seru banget. Masa kecil mana sih yang tidak seru bermain sama teman-temannya apalagi di sawah atau di sungai.

Bisa bermain dengan teman-teman, ini merupakan kenangan yang sangat tak terlupakan bagi saya di masa itu, mungkin suatu saat kalau kita sudah besar nanti hanya bisa menuliskan cerita seru di masa kecil.

Bermain Kelereng

pixabay.com

Ke esokan hari nya kami biasanya bermain kelereng di rumah salah satu teman saya, pada waktu itu memang saya di juluki sebagai orang yang paling jago bermain kelereng, jadi yaa kalau maen biasanya saya terus yang memenangkan permainan itu heheh..

Biasanya kami sebelum bermain, kami selalu di buatkan makanan oleh salah satu orang tua teman saya, biasanya makanan jagung rebus yang sering di buatkan oleh nya.

Sebelum bermain kami biasanya ngobrol sejenak di bawah sebuah pohon yang ada di dekat ruman teman saya itu, sambil menunggu panggilan untuk makan jagung rebus hehehe..

Kami biasanya selesai bermain itu pukul 05:00 WIB sudah di suruh pulang oleh masing-masing orang tua, agar bisa bersiap-siap untuk mandi dan ke Mushola.

Bermain Bola

pixabay.com

Bermain bola juga merupakan kebiasaan saya waktu kecul dulu, biasanya saya dan teman-teman kalau bermain bola di sawah atau di tempat kebun yang sudah lama tidak di pakai, maka kami manfaat kan untuk menjadi lapangan sepak bola ala kami wkwkwk.

Saya sebelum bermain biasanya selalu menghampiri satu per satu teman saya ke rumah nya masing-masing untuk saya ajak bermain bola.

Ketika semua sudah berkumpul, baru kami mulai ber pasang-pasangan sesuai kualitas bermain bolannya. Agar bertujuan untuk mendapatkan lawan yang seimbang dengan yang lainnya.

Bermain Layang-Layang

pixabay.com

Bukan anak laki-laki kalau tidak bisa bermain layang-layang heheh..

Nah teman-teman sekalian nih, dulu biasanya waktu kami ingin menerbangkan layang-layang, biasnya kami mencari hari yang tepat dan mencari cuaca yang baik untuk menerbangkan layang-layang tersebut.

terutama cuacanya yang angin nya sangat sepoy-sepoy, ini sangat cocok sekali untuk bermain layang-layang.

pixabay.com

Memilih lokasi yang tepat, asal kalau ingin menerbangkan cari tempat yang nyaman dan efektif, jangan mencoba untuk mencari tempat di hutan karena tempat ini banyak pohon yang sangat tinggi, maka kemungkinan besar layangan kita akan nyangkut di pepohonan tersebut.

Kalau saya dan teman-teman biasanya menerbangkan layang-layang itu di lapangan atau bisa juga di sawah yang lumayan luas untuk berlari, ini sangat baik buat teman-teman yang ingin tenang dalam bermain layang-layang dan nyaman tanpa di ganggu pepohonan hehe.

Menangkap Capung

pixabay.com

Di sawah atau di lapangan yang luas, kami biasanya waktu menjelang sore menangkap capung dan belalang, berlomba mengumpulkan sebanyak-banyaknya. Inilah salah satu keahlian kami hehe, menangkap capung dan belalang yang terkenal gesit, dengan tangan kosong atau hanya menggunakan sapu, dengan jurus yang canggih, bagi hewan berkaki enam itu. Kami telah memiliki keahlian menangkap capung dan belalang, tak peduli yang sedang terbang di udara ataupun yang hinggap di ranting kayu dan pucuk daun tanaman, kami bisa menangkapnya, tanpa jaring.

Salah satu temanku memasang kuda-kuda, siap menangkap buruannya.

Ia berdiri, terdiam seperti patung. Tangannya direntangkan ke samping, dengan telapak tangan terbuka. Matanya berputar-putar mencari capung yang sedang terbang di udara, berharap ada yang mau lewat di depan kepalanya.

Tuhan pun mengabulkan permohonannya. Tak berselang lama, seekor capung lewat di depan mata nya. Naik. Menukik. Terbang dan lagi. Dan akhirnya terbang melesat di atas kepala temanku itu. Dengan cepat, secepat kilat, kedua telapak tangan teman ku itu bertemu “puk”, capung itu dapat sekali tepuk, hebat bukan kami hehe.

Ada yang lebih hebat lagi nih, salah satu temanku bahkan bisa menangkap capung yang sedang terbang di udara bagaikan menangkap gelembung balon loh.

Mereka hanya tinggal meloncat, melambaikan tangan ke atas dan ke samping, capung langsung ada di dalam genggaman, luar biasa bukan. Saya hanya bisa berhasil melakukan itu sekali dua kali, selebihnya gagal wkwkwkwk.

Meski aku tak terlalu jago dalam menangkap capung yang lagi terbang di udara.

Tapi aku jago menangkap capung yang sedang hinggap di ranting atau pucuk daun loh. Jika ada capung yang hinggap, akupun langsung ambil ancang-ancang untuk menangkap mangsaku hehe..

Saya pun langsung memasukan capung tersebut ke dalam plastik yang telah saya lubangi kecil-kecil agar capung di dalamnya tidak mati. Capung itu berputar-putar, mencari jalan keluar. Percuma.

Ok sekian cerita pengalaman waktu kecil saya, semoga ada manfaat nya hehe..

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *