2

√ Inilah Penjelasan & Gambar Tentang Alat Musik Sasando [TERLEGKAP]

Alat Musik Sasando – Sasando adalah sebuah alat musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) alat musik sasando ini terbuat dari bambu dan daun lontar. Namun masih belum banyak yang belom mengetahui asal mula alat musik sasando tercipta.

Pemain dan pembuat alat musik Sasando yaitu bernama, Jeagril Paah, beliau mengungkapkan bahwa, alat musik Sasando ini diciptakan pada abad yang ke-17 di Pulau Rote oleh dua orang penggembala domba, dari sebuah wadah itulah yang dipakai untuk menimba air.

Lalu dua orang gembala itu kemudian baru menyadari bahwa ada suara-suara yang bisa dihasilkan oleh alat sederhana tersebut.

Awalnya, senar yang dipakai di alat musik Sasando ini dibuat dari lidi daun lontar sebelum akhirnya maka harus memakai senar yang biasa dipakai untuk biola dan juga gitar.

“Awal mula belom kenal (senar) besi. Senar pertama yang dipakai buat alat musik sasando ini dari lidi daun.

Tapi karena faktor cepat rusak, maka mereka ubah lagi sendiri dengan pohon yang masih sebangsa dengan daun lontar.

Lagi-lagi karena faktor kendor, mereka congkel lembali dari bagian bambu seukuran senar. Tapi lama-lama putus juga.

Makanya di tengah dipakaikan bambu karena buat senar. Atas bawah juga pakai kayu penyangga,” kata Jeagril di Kupang, NTT, Selasa (6/3).

Pada akhirnya senar Sasando memakai senar yang terbuat dari kawat setelah orang Portugis datang ke NTT dan membawa biola. Cara mereka untuk mendapatkan senar kawat tersebut awalnya dengan sistem barter (tukar) dengan orang Portugis tersebut.

Setelahnya, alat musik Sasando ini sempat punah karena tidak pernah dimainkan lagi oleh warga setempat dan hanya dijadikan pajangan saja di rumah-rumah.

Barulah saat itu, asisten dari Raja Rote yang merupakan ayah nya dari Kakek Jeagril memberitahukan bahwa hal itu kepada Raja Rote untuk kembali dikembangkan alat musik sasando ini.

Alat Musik Sasando Berasal Dari NTT

 Alat Musik Sasando

efenerr.com

Apabila Anda termasuk dalam orang yang masih bingung dan mempertanyakan apakah alat musik sasando berasal dari mana?, maka Anda perlu menyimak ulasan berikut ini secara detail.

Alat Musik Sasando adalah alat musik tradisional yang asal-usul nya dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Alat musik sasando ini awalnya terbuat dari bambu dan daun lontar. Akan tetapi, masih belum banyak yang mengetahui mengenai asal mula alat musik sasando ini tercipta.

Pembuat sekaligus pemain sasando ini yaitu bernama, Jeagril Paah, beliau mengungkapkan bahwa alat musik sasando ini diciptakan pleh dua penggembala domba pada abad ke-17 di Pulau Rote.

Sasando ini dibuat awal mula dari sebuah wadah yang digunakan untuk menimba air pada saat mengembala seekor kambing. Dua orang gembala tersebut kemudian ngeh atau baru menyadari bahwa ada suara-suara yang dapat dihasilkan oleh alat timba yang sederhana itu.

Awal mulanya, senar yang dipakai oleh alat musik sasando ini dibuat dari lidi daun lontar yang sebelum pada akhirnya menggunakan senar yang biasa dipakai untuk biola.

Cara mereka memperoleh senar kawat ini awal mulanya yaitu dengan sistem barter atau saling tukar dengan orang Portugis tersebut. Setelah itu, sasando sendiri juga pernah punah sebab tidak pernah dimainkan lagi serta hanya dijadikan sebagai pajangan di rumah-rumah warga setempat.

Baca juga : alat musik tradisional

Cara Memainkan Sasando

 Alat Musik Sasando

atiqohhasan.com

Masyarakat Rote umumnya menyebut alat musik sasando ini sebagai sasandu yang memiliki pengertian sebagai alat yang berbunyi atau bergetar.

Dalam bahasa Kupangnya disebut juga dengan sasando. Alat musik yang berdawai ini bisa dimainkan dengan cara dipetik senarnya dengan menggunakan jari-jemari tangan.

Dengan bahan utama yaitu bambu, alat musik sasando ini didesain membentuk sebuah tabung yang panjang. Lalu di sisi tengahnya didesain dengan bentuk melingkar dari bawah sampai ke atas.

Kemudian dikasih penyangga (disebut senda dalam bahasa rote). Penyangga ini berfungsi sebagai wadah bertumpunya senar atau dawai yang direntangkan untuk mengelilingi tabung bambu.

Di setiap petikan senar, senda ini dapat mengeluarkan nada dengan suara yang berbeda beda. Mulanya, alat untuk menyetam dawai tersebut dibuat dari bahan kayu. Caranya yaitu dengan memutar alat penyetam tersebut dan diketok untuk mengatur nada yang sesuai keinginan.

Setelah itu, tabung pada alat musik sasando diletakkan dalam sebuah haik.

Haik itu sendiri merupakan sebuah anyaman yang terbuat dari daun lontar yang dipakai sebagai wadah dari sasando sendiri. Fungsi dari haik ini yaitu sebagai resosansi alat musik sasando.

Menambah Senar Sasando

 Alat Musik Sasando

sukawu.com

Pengembangan alat musik Sasando ini kemudian dilanjutkan oleh ayah yang bernama Jeagril, Jeremias A. Paah. Salah satu bentuk pengembangan yang dilakukan adalah dengan cara menambah jumlah senar pada alat musik Sasando ini.

“Awalnya senar yang terdapat pada sasando ini (jumlah senar) 7 sampai 10 senar dari notasi blok.

Lalu berkembang kembali menjadi 10 senar dan dikembangkan lagi menjadi ke 24 dan 28 senar. Lalu dikembangkan lagi ke 32 sampai 48 senar,” tuturnya.

Atas jasanya tersebut, Jeremias ini mendapatkan gelar maestro dari Jero Wacik yang waktu itu masih menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Kebudayaan. Lebih lanjutnya, Jeagril mengungkapkan bahwa alat musik Sasando ini sebetulnya hanya boleh dimainkan oleh sesepuh atau orang tua saja.

Namun ayah dari Jeagril, Jeremias, berpikir bagaimana caranya agar ada generasi yang baru untuk penerus pemain Sasando ini, maka sehingga alat musik sasando ini dapat terus dimainkan oleh generasi muda masa kini.

“Karena dulu apabila Bapak sudah bilang anak muda dilarang, sekarang Bapak pun juga bilang harus ada pengganti. Saya mulai waktu umur 12 tahun belajar main alat musik Sasando ini. Itu tahun 1992,” kata dia.

Meski Jeremias telah dianugerahi dengan gelar maestro, namun alat musik sasando ini masih belum dikenal luas oleh beberapa daerah. Karena kurangnya promosi, saudara-saudara Jeagril pun kemudian berinisiatif untuk mengikuti acara audisi di televisi swasta yang bertujuan untuk mempromosikan alat musik ini supaya makin dikenal oleh semua daerah.

“Akhirnya adik saya pun mengikuti audisi pencarian bakat untuk promosi alat sasando ini. Dia enggak cari menang pada audisi tersebut. Yang penting bagi dia adalah banyak dilihat orang alat musik Sasando ini.

Maka dari situlah ada perubahan oleh anak muda yang mau mulai belajar alat musik sasando. Lalu adik saya yang nomor 4 juga ikut audisi pencarian bakat juga (dengan tujuan) untuk promosi juga,” kata dia seperti itu.

Jeagril juga mengungkapkan pelafalan yang benar dari alat musik Sasando, yaitu Sandu. Pelafalan dengan menggunakan huruf ‘O’ awalnya karena orang asing tidak bisa menyebut kata Sandu dengan benar.

“Pengaruh hufuf O karena pelafalannya orang dari Australia. Kita bilang Sandu tapi mereka bilang Sando. Akhirnya orang-orang kita ikutan bilang Sando. Sampai ke sini baru bisa kita jelaskan (pelafalan yang benar dari huruf O ini),” paparnya seperti itu.

Baca juga : alat musik modern

Jenis-Jenis Alat Musik Sasando

 Alat Musik Sasando

interaktif.kompas.id

Pada zaman dahulu, jenis alat musik Sasando ini bisa dibedakan berdasarkan dengan dawai yang dibawanya. Misalnya saja sasando yang dobel dengan 56 sampai 84 dawai, sasando engkel yang hanya memiliki 28 dawai, dan sasando biola yang secara umun sering kita jumpai sehari-hari.

Namun sekarang ini sudah banyak jenis alat musik sasando yang semakin beragam. Sebut saja sasando elektrik.

Alat musik sasando yang berasal dari NTT yang satu ini sudah banyak sekali beredar di pasaran. Sasando elektrik sendiri dibuat dari bahan yang lebih kuat dari sasando yang lainnya.

Tujuan dari pembuatan sasando dengan varian yang seperti ini tentunya sebagai langkah untuk tetap bisa melestarikan dan mengembangkan alat musik tradisional sasando ini. Dengan begitu, alat musik sasando ini bisa semakin berkembang pesat di seluruh dunia.

Baca juga : alat musik pukul

Penutup

Demikianlah artikel yang membahas tuntas tentang alat musik sasando beserta gambar dan penjelasannya dan semoga dengan adanya artikel ini maka dapat menambah wawasan teman-teman semua.

Sekaligus dapat membantu meningkatkan rasa ingin tahu kita terhadap jenis alat musik sasando yang berada di Indonesia dan di seluruh dunia.

sekian dan terimakasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply