12+ Adat Istiadat Jawa Beserta Penjelasanya [Paling Lengkap & Menarik]

Adat Istiadat Jawa – Mungkin ada salah satu dari kalian yang belum mengetahui tentang adat istiadat Jawa ini, oleh karena itu pada artikel ini InsyaAllah saya akan menulis tentang adat istiadat yang ada di Jawa.

Dengan adanya artiekel tentang adat istiadat jawa ini mudah-mudahan dapat menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk para pembaca isi dari artikel ini.

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

travelingyuk.com

Masyarakat Jawa biasa hidup didalam lingkungan yang memiliki adat istiadat yang cukup kental sekali dengan masyarak setempat. Adat istiadat jawa ini masih sering dipakai ketika ada acara atau kegiatan-kegiatan yang di selenggarakan oleh masyarakat-masyarakat jawa setempat.

Adat istiadat yang di Jawa ini selain digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang dibuat oleh masyarakat setempat, adat istiadat ini juga kerap digunakan dalam kehidupan-kehidupan manusia, contohnya seperti masa-masa kehamilan sampai kematian pun adat istiadat Jawa ini masih kerap percaya dan di gunakan.

Penduduk di Jawa ini termasuk penduduk yang terbesar di Nusantara ini. Jumlah dari penduduk Jawa ini hampir setara dengan setengah dari seluruh jumlah populasi masyarakat yang berada di Negara Indonesia ini.

Jawa juga juga bukan terkenal tentang adat istiadatnya yang kental saja tapi Jawa juga terkenal sekali akan macam-macam permainan tradisional yang berasal dari jawa ini, contohnya kelereng, bola bekel dan lain-lain.

Baiklah dibawah ini akan saya jelaskan mengenai adat istiadat Jawa, yuk langsung saja kita simak sama-sama tentang penjelasan mengenai adat istiadat jawa ini. Monggo di simak. ????

Tradisi-Tradisi Jawa

1. Tingkepan (Mitoni

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa

dna-photovideo.com

Upacara mitoni atau bisa di sebut juga dengan tingkepan ini biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa ketika seorang kehamilan wanita yang sudah berumur 7 bulan. Rangkaian acara upacara ini yang harus dijalankan saat mitoni, yaitu mandi air dengan kembang setaman.

Setelah acara mitoni selesai maka akan didoakan oleh para sesepuh yang bertujuan supaya bayi yang di kandung selamat sampai proses persalinan selesai nanti. Upacara mitoni ini masih sering di gunakan dan dilestarikan oleh kalangan Jawa di manapun mereka berada.

2. Tradisi Grebeg

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

tirto.id

Saat sudah memasuki bulan mulud, kalian pasti pernah menyaksikan perayaan di Daerah Solo dan Yogyakarta yang cukup terkenal dengan sebutan acara muludan. Nah, itulah yang dinamakan tradisi atau upacara grebeg bagi masyarakat Jawa.

Upacara grebeg ini tidak hanya dilakukan pada bulan mulud saja, tetapi juga dilakukan pada tanggal 1 syawal dan bulan ke-12. Tujuan upacara ini sebenarnya agar sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Jawa kepada kerajaan atas limpahan rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa.

3. Upacara Sekaten

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

jateng.tribunnews.com

Berikut inilah salah satu bentuk rasa hormat dan syukur masyarakat Jawa kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Upacara sekaten ini merupakan bentuk peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang selenggarakan selama kurang lebih 7 hari 7 malam.

Tradisi sekatenan ini masih sering dilestarikan di kawasan kerajaan, seperti di Daerah Solo dan Yogyakarta.

Bahkan saat acara sekatenan ini dilakukan, pihak keraton di Surakarta juga mengeluarkan dua jenis gamelan, yaitu gamelan Kyai Gunturmadu dan Guntursari yang bertujuan untuk memeriahkan acara tersebut.

4. Upacaya Kenduren

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

sabdadewi.wordpress.com

Kalian pernah melihat sesaji? Sesaji identik dengan upacara ritual sama seperti yang satu ini, yaitu upacara kenduren atau lebih dikenal oleh orang Jawa dengan sebutan selametan.

Upacara kenduren ini merupakan hasil perpaduan dari budaya Jawa dan Islam pada abad ke-16 masehi. Awalnya, upacara kenduren ini menggunakan doa-doa dari agama Hindu dan Budha. Setelah mengalami akulturasi, digantikan oleh doa-doa islam.

Begitu juga dengan sesaji yang kini tak lagi digunakan kembali. Biasanya, makanan pada upacara kenduren sekarang ditunjukan hanya untuk makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur mereka bukan lagi untuk persembahan seperti budaya masyarakat zaman dulu.

5. Ruwatan

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

kotaksurat.co

Kamu anak tunggal? kalau kamu hidup di zaman dahulu, pasti kamu pernah diruwat seperti ini. Pasalnya, kebanyakan orang Jawa percaya bahwa, kalau anak tunggalnya dan anak-anak kelahiran tertentu harus diruwat untuk menghilangkan kesialan pada diri mereka.

Contoh tradisi ruwatan yang masih dilestarikan hanya di dataran tinggi saja misalnya Dieng, tapi  rueat ini hanya untuk anak yang berambut gimbal saja.

Orang sana percaya bahwa anak yang mempunya rambut gimbal memiliki keturunan buto atau raksasa sehingga harus diruwat.

6. Upacara Tedak Sinten

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

timurjawa.com

Tedak siten ini adalah kata lain dari selamatan, yang mana didalam kebudayaan adat Jawa ini harus mengadakan yang namanya tedak siten ini.

Selamatan ini dimulai dari si bayi yang sudah mulai bisa belajar berjalan. Di beberapa bagian daerah lain yang berada di Negara Indonesia ini mengenal tradisi tedak siten ini dengan sebutan nama turun tanah.

Dalam melaksanakan upacara tedak siten ini tidak ada maksud apa-apa yang berkaitan dengan hal-hal mistik.

Upacara tedak siten ini tujuannya hanyalah untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Sang Pencipta Alam, karena Allah telah memberikan begitu banyak nikmat kesehatan, dan nikmat kesempurnaan fisik pada sang bayi tersebut.

Masyarakat jawa juga sangat terkenal sekali dengan makanan tradisional jawa yang wajib kamu ketahui di artikel saya sebelumnya.

7. Upacara Kematian

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

ngetren.co.id

Apabila ada salah satu dari penduduk Jawa ada yang meninggal dunia, maka ritual adat istiadat jawa pun tidak akan lepas untuk mengiringiya. Yang dimaksud dengan ritual ini adalah supaya orang yang meninggal dunia tersebut bisa mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Alllah SWT dan di akhirat nanti. Ritual (Selamatan).

8. Upacara Selikuran

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

jv.wikipedia.org

Malam 21 ramadhan dalam adat jawa adalah sebuah kebudayaan/tradisi orang jawa. Sedangkan dalam sejarah memgatakan bahwa malam 21 itu adalah lailatul qodar.

Orang jawa biasanya melakukan tradisi selikuran ini dengan melakukan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama yang ada di masyarakat setempat. kata Selikur dalam bahasa jawa memiliki arti yang sangat spesial.

Waktu yang cocok untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dan mendoakan saudara-saudara islam yang telah mendahuluinya. Masyarakat jawa biasa menjadikan tradisi/adat ini sebagai rasa kecintaan mereka kepada Agama Islam dan Nabi Muhammad SAW.

9. Upacara wetonan

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

thebatuvillas.com

Wetonan adalah dalam bahasa jawa yang berarti keluar tetapi yang di maksud di sini yaitu lahirnya seseorang atau bayi.

Masyarakat Jawa biasanyan akan melakukan adat/upacara ini yang bertujuan sebagai sarana mendoakan agar anak yang di lahirkan diberi panjang umur dan di hindarkan dari mara bahaya dan penyakit dan berbagai macam mara bahaya lainnya.

Liwet dan tumpeng merupakan makanan sebagai rasa syukur dari berbagai macam kejadian baik,seperti ulang tahun,dan kelahiran seseorang.

10. Upacara mendak kematian

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

dewiharyani8.blogspot.com

Selanjutnya adalah tradisi atau upacara mendak kematian kalau dalam bahasa indonesia merupakan memperingati telah meningal dunia setelah satu tahun kematian tersebut.

Sebenarnya bukan hanya itu saja dalam adat jawa seperti mitoni ini  kalau dalam bahasa indonesia merupakan tujuh hari pasca kematian.

11. Upacara nyewu

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

wacana.info

nyewu hari setelah kematianatau dalam bahasa indonesai disebut dengan 1000 hari sesudah kematian, nyewu merupakan upacara/tradisi masyarakat jawa untuk memperingati kematian seseorang. Dalam upacara ini biasa di lakukan masyarakat sekitar dan bersama-sama.

Rangkaian kegiatan tersebut yaitu degan mendoakan orang yang telah meninggal seperti bacaan tahlil dan yasiin yang di pimpin oleh tokoh agama/masyarakat.

12. Upacara pernikahan

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

pixabay.com

Dalam adat jawa upacara pernikahan merupakan hal yang cukup sakral dan unik. Ada banyak tahapan yang harus mereka lalui sebelum sampai ke jenjang pernikahan.

ada banyak sekali keunikan pada saat acara nikahan di jawa Seperti bayar tukon, tukar cincin, meletakkan ayam ketika perjalanan ke proses pernikahan, sungkeman, srah-srahan baru temu pengantin laki-laki dan perempuan nya.

Namun hal ini menjadikan tradisi yang sangat unik yang berasal dari suku jawa.

13. Upacara kebo keboan

adat jawa, adat istiadat jawa, adat istiadat suku jawa, tradisi jawa, tradisi-tradisi suku jawa, tradisi-tradisi jawa

majalah-gempur.com

Karena kebanyakan masyarakat jawa mayoritas sebagai petani maka mereka memiliki tradisi dan upacara yang sangat unik yaitu tradisi kebo-keboan.

Tradisi kebo-keboan ini merupakan upacara Suku Jawa untuk menolak segala balak dan kegagalan dalam bertani dan pada tanaman yang mereka tanam tersebut.

Mereka berharap dengan diadakannya upacara ini semoga tanaman mereka dapat tumbuh dengan baik dan hasil panen yang maksimal.

Dalam upacara ini di biasa membutuhkan 30 orang yang akan menyerupai kerbau dan akan di arak mengelilingi kampung mereka. Dan mereka akan berjalan bagaikan kerbau yang sedang membajak sawah.

penutup

pixabay.com

Cukup sekian artikel tentang adat istiadat suku jawa yang saya tuliskan tadi semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.

Untuk menambah wawasan teman-teman semua tentang jawa, maka tema-teman wajib baca juga macam-macam tarian tradisonal jawa yang sudah saya tulis lengkap di artikel sebelumnya.

Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang sopan dan dalam penulisan yang kurang berkenan di hati teman-teman semua.

Terus pantengin Elnuha.net untuk mendapatkan informasi-informasi menarik lainnya, sampai jumpa Bye-Bye 😀

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply