Abis Lulus Pesantren

Dulu semenjak selesai saya jadi santri di suatu Pondok Pesantren di Tangerang, saya lalu pulang ke rumah dan berniat untuk menjadi Guru ngaji ketika abis lulus mesantren itu, tapi takdir berkata lain, saya pun ngga ada job untuk mendapatkan tempat ngajar privat untuk mengurangi pengangguran ini.

Pengangguran

pixabay.com

Saya pun merasa bingung sekali pada waktu itu, Ibu dan Bapak pun selalu berkata terhadap saya (ywdh kamu nyari kerja saja sana di hotel-hotel biar punya penghasilan) begitulah celetuk Orang Tua saya waktu itu.

Dan saya masih blom menyerah untuk mencari tempat ngajar lainnya yang mungkin masih ada peluang buat saya untuk mengajar privat maupun umum.

Waktu demi waktu saya jalani, saya cari kesana kesini, saya tanya ke orang satu sampai ke orang lainnya. Tapi takdir emang tidak memberikan saya kesempatan untuk menjadi guru privat mengajar.

Dan setelah saya berfikir panjang, pada akhirnya saya pun memutuskan untuk mengikuti perkataan kedua Orang Tua saya untuk mencari pekerjaan selain menjadi Guru privat.

Mencari Pekerjaan

pixabay.com

Saya mencoba mencari pekerjaan di sebuah Hotel tepatnya di daerah Blok M Jakarta Selatan. Karena kebetulan tempat saya tinggal tidak jauh dari sana, dan pagi itu saya mulai tanya-tanya kepada tetangga yang juga bekerja sebagai Karyawan di sana.

Dan salah satu tetangga saya mengatakan di sana bisa ngelamar pakai ijazah SMA.

Singkat waktu saya pun mulai survey tempat bersama tetangga saya tersebut ke tempat hotel yang mau saya lamar sebagai Karyawan di sana, well, baru sampai di sana saya sudah merasa gemeteran antara di terima atau tidak nya kerja disana hehe… Biasa baru mulai nyari kerja.

Ketika saya datang dan menemui Manager di hotel tersebut, dan takdir pun berkata lain bahwa Karyawan di hotel tersebut sudah cukup atau tidak membutuhkan karyawan kembali, maka disitulah saya mulai merasa makin pusing dan prustasi untuk mencari kerja dimana lagi.

Dan saya memutuskan untuk lebih baik di rumah dan membantu mengembangkan usaha Keluarga saya.

Mendapat Pekerjaan

pixabay.com

Pada waktu siang itu Ibu saya dapat informasi dari salah satu karyawan laundry bahwa ada lowongan sebagai karyawan laudry di sana.

Pagi itu saya pun langsung mendatangi tempat laundry tersebut dengan di temani oleh ibu saya, dan alhamdulillah nya saya di terima sebagai karyawan di tempat tersebut tanpa di uji atau di test apapun, dan bisa langsung kerja di hari itu juga, karna saya datang pagi jadi bisa langsung ikut kerja, pagi itu juga deh hehehe.

Hari-hari pun berlalu saya juga sudah mulai aktif dan sangat senang sekali bekerja di sana.

Karena agar punya penghasilan juga sii hehe, karyawan-karyawan nya pun juga ramah-ramah di sana apalagi ada yang dari Jawa juga. Jadi bisa ngomong jawa deh hehe

Saya pun rutin pulang ke rumah setiap waktu Adzan tiba, karna di tempat laudry tersebut di kasih waktu untuk melaksanakan Sholat ke Masjid, Jadi saya pulang ke rumah untuk sekedar Sholat di masjid dekat rumah, dan mandi.

Kebetulan tempat kerja saya ini tidak jauh dari rumah, cuma sedikit nyebrang jalan raya saja sudah sampai, maka dari itu saya selalu pulang Sholat, mandi, dan makan hehehe..

Dan saya pun mulai kembali ke tempat pekerjaan saya tersebut, siang pun sudah berlalu, dan jam kerja pun menunjukan akan segera selesai, dan saya bersiap-siap untuk pulang kerumah untuk istirahat.

Dimarahin Manager

pixabay.com

Begitu saya mau pulang, saya pun di panggil oleh Manager di tempat kerja saya tersebut. Saya pun bersegera datang ke ruangan beliau, mungkin ada yang penting mau di omongkan dengan saya, ucap saya pun dalam hati sambil berjalan menuju ruangan beliau.

Dan beliau pun berkata kepada saya bahwa saya tidak benar dalam bekerja, dan selalu datang terlambat, pulang terlalu cepat DLL, saya pun sempat kaget dengan kata-kata tersebut, dalam hati berkata, ko bisa yaa beliau ngomong begitu..?

Saya pun cuma bisa diam di sana dan hanya bisa mendengarkan kritik-kritik beliau terhadap saya.

Saya pun memberanikan diri untuk sedikit bertanya kepada beliau, sejak kapan saya yaa buk bekerja seperti itu..?? Tanya saya kepada Manager tersebut dengan tenang dan menundukan kepala saya ke lantai.

Dan beliau berkata, sudah kamu tidak usah banyak tanya ini itu lagi. Saya pun perbolehkan keluar ruangan tersebut, dan saya masih penasaran dengan kata-kata yang di keluarkan oleh manager tadi.

Dalam hati saya berkata, apa iya ada orang yang tega, bahasa kasar nya yaa menjelek-jelekan saya di belakang seperti itu, ucap saya dalam hati.

Keluar Dari Pekerjaan

pixabay.com

Dan saya pun pulang dan menceritakan kejadian tadi kepada kedua Orang Tua saya, dan mereka pun juga agak kesel mendengar kabar tersebut, yaa karna orang tua saya tau betul bahwa saya orang nya klo berangkat kerja sama pulang kerja itu tepat waktu dan tidak pernah melanggar aturan yang ada di tempat tersebut.

Kedua Orang Tua saya pun mendatangi tempat kerja saya tersebut, dan memutuskan untuk mengajukan saya agar keluar dari tempat kerja tersebut, yaa memang sifat ibu saya agak keras. Apalagi mendengar berita seperti itu, masalah nya gak jelas darimana sumber nya, maka dari itu saya pun keluar dari tempat kerja tersebut.

Lagi-lagi saya pun nganggur di rumah, dan hanya membantu kedua Orang Tua saya di rumah masak untuk catering, sambil bantu momong adik saya yang masih kecil.

Menjadi Kuli Bangunan

pixabay.com

Pekerja kuli biasa kita disebut juga buruh bangunan. Pembangunan kantor, rumah pribadi, sampai jalan dan toll, tak lepas dari peran kegiatan mereka.

Pekerja bangunan atau ada juga yang menyebut sebagai kuli bangunan terbagi menjadi dua tingkat.
Yang pertama : Tenaga atau Kenek, ada juga yang menyebutnya Layan.
Yang kedua : Tukang.

Tenaga atau Kenek tugas nya melayani apa saja yang di butuhkan oleh Tukang dalam bekerja.
Tukang bertugas mengerjakan proses berdirinya suatu bangunan. Tentu saja Tukang tingkatnya lebih tinggi dibanding Tenaga atau Kenek ini. Karena dari sisi kerja nya pun sudah bebeda.

Pada saat saya menjadi kuli bangunan, posisi saya disitu adalah sebagai Tenaga atau Kenek.

Karena untuk awal-awal berkerja sebagai kuli bangunan memang kita harus menjadi Tenaga atau Kenek tersebut, karna faktor pengalaman tentang dunia pekerjaan sebagai kuli bangunan.

Begitulah pengalaman saya ketika lulus dari Pesantren, lain dengan yang lain saya hanya nganggur di rumah dan blom punya pekerjaan, beda di bandingkan yang lain yang sudah mulai ngajar dan berpenghasilan sendiri, dan ada juga yang melanjutkan ke jenjang universitas negri maupun swasta.

hehehe gak usah tegang yaa dengan cerita di atas *kege’eran wkwkkw…

Ini hanya secuil pengalaman pribadi saya saja, semoga teman-teman semua tidak mengalami nya, Aamiin..

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *